PALI | tintamerah.co -, Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan bergerak cepat mematangkan rencana pembangunan Gedung Public Health Center (PHTC) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talang Ubi. Proyek strategis yang didanai oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini terus dikebut agar pelaksanaannya berjalan tanpa hambatan administratif.
Langkah taktis ini ditandai dengan digelarnya rapat aanwijzing (penjelasan teknis) yang melibatkan seluruh lintas sektoral terkait di lingkungan Pemkab PALI. Salah satu instansi yang memegang peranan krusial dalam percepatan ini adalah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten PALI.
Kepala DPMPTSP Kabupaten PALI, Rismaliza, menegaskan komitmennya untuk mengawal ketat sekaligus mempercepat seluruh proses perizinan demi kelancaran mega proyek layanan kesehatan masyarakat tersebut.
“Kehadiran kami dalam kegiatan aanwijzing gedung RSUD ini secara khusus terkait dengan masalah perizinan,” ujar Rismaliza saat memberikan keterangan pers kepada tintamerah.co, Rabu (6/5/2026).
Berkas Fisik Masuk Loket, Menunggu DED Kemenkes
Rismaliza membeberkan bahwa secara administratif, pihak RSUD Talang Ubi saat ini sedang memproses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Ia memastikan bahwa koordinasi antar-instansi teknis sudah berjalan di lapangan.
“Untuk izin PBG-nya, saat ini berkas fisik sudah dimasukkan di loket pelayanan DPMPTSP dan juga sudah dikirim ke Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) untuk dilakukan kajian teknis,” terangnya.
Meski demikian, ia mengungkapkan masih ada tahapan digital yang harus diselesaikan pada aplikasi Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung (SIMBG). Hal ini dikarenakan adanya dokumen teknis yang masih dalam proses finalisasi di tingkat pusat.
“Di sistem SIMBG memang belum kita upload, karena saat ini posisinya masih menunggu dokumen Detail Engineering Design (DED) resmi dari Kementerian Kesehatan,” tambah Rismaliza secara lugas.
Sinergi Lintas Sektoral Demi Percepatan Pembangunan
Rapat koordinasi dan aanwijzing yang diinisiasi oleh Sekretariat Daerah PALI ini sengaja mengundang berbagai dinas teknis. Selain DPMPTSP dan Dinas PUTR, jajaran lain seperti Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, hingga PLN dan PDAM turut dilibatkan untuk memastikan kesiapan infrastruktur penunjang.
Rismaliza menekankan bahwa ego sektoral harus dipinggirkan demi kepentingan fasilitas publik yang lebih besar. Sinergi ini murni dibentuk agar pembangunan gedung baru RSUD tidak menemui kendala di kemudian hari.
“Semua dinas yang diundang dalam kegiatan ini adalah instansi yang terkait langsung. Tujuannya satu, yaitu melakukan percepatan pembangunan gedung RSUD PALI agar fasilitas kesehatan yang mumpuni bisa segera dinikmati oleh masyarakat,” pungkasnya optimis
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















