PALI | tintamerah.co -, Suasana Ramadan tahun ini di Koperasi Desa Merah Putih Suka Maju, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, terasa berbeda dan lebih meriah. Untuk pertama kalinya, desa ini menyelenggarakan ‘Pasar Ramadan’ yang dipusatkan di gedung koperasi desa yang baru saja selesai dibangun.
Ketua Koperasi Desa Merah Putih Suka Maju, Sigit Widiantoro, menyatakan rasa syukurnya atas ketersediaan fasilitas ini. Menurutnya, keberadaan gedung koperasi menjadi tonggak sejarah bagi geliat ekonomi warga, khususnya di bulan suci.
“Alhamdulillah, dengan adanya gedung koperasi ini, Desa Suka Maju yang sebelumnya belum pernah ada Pasar Ramadan, tahun ini akhirnya bisa melaksanakannya,” ujar Sigit saat ditemui di lokasi, Rabu (4/3/2026).
Fasilitas Lengkap untuk Pedagang dan Pengunjung
Gedung koperasi ini dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi para pelaku UMKM dan masyarakat yang berburu takjil. Fasilitas yang tersedia meliputi:
- Area Lapak Teratur: Penataan ruang yang luas untuk para pedagang.
- Penerangan dan Listrik: Memastikan aktivitas jual-beli berjalan lancar hingga waktu berbuka.
- Akses Air Bersih: Menunjang kebutuhan higienitas pengolahan makanan.
- Area Parkir dan Toilet: Memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang datang dari dalam maupun luar desa.
Komitmen Menjaga Kebersihan dan Aset Gedung
Terkait pemeliharaan gedung agar tetap terjaga seperti saat baru diresmikan, pihak koperasi menekankan pentingnya kesadaran kolektif. Sigit menjelaskan bahwa langkah utama adalah pengawasan harian dan edukasi kepada pedagang.
“Kami terus menghimbau para pedagang dan pengunjung untuk bersama-sama menjaga kebersihan. Gedung ini adalah milik bersama, jadi harus kita jaga agar tidak ada kerusakan,” tegas Sigit.
Kebijakan Sewa: Gratis Namun Bertanggung Jawab
Menariknya, pihak koperasi memutuskan untuk tidak menarik biaya sewa atau retribusi kepada para pedagang untuk kegiatan Pasar Ramadan kali ini. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk dukungan koperasi terhadap pemulihan ekonomi warga.
“Kalau biaya atau sewa memang tidak ada. Namun, sebagai gantinya kami sangat menekankan komitmen mereka untuk menjaga kebersihan. Selama itu dipatuhi, kami izinkan berdagang di sini,” tambah Sigit.
Rencana Transisi dan Koordinasi Pemerintah
Banyak pihak bertanya mengenai kelanjutan fungsi gedung setelah bulan Ramadan berakhir. Sigit menjelaskan bahwa saat ini prioritas utama adalah mengoptimalkan manfaat gedung bagi warga di momen hari besar.
Mengenai transisi kembali ke fungsi asli koperasi maupun operasional jangka panjang, pihak pengurus masih menunggu instruksi lebih lanjut dari otoritas terkait.
“Setelah Pasar Ramadan ini, kami menunggu arahan dari pemerintah. Setelah peresmian ini, kami tetap mengikuti anjuran dan regulasi yang akan ditetapkan pemerintah ke depannya,” pungkas Sigit.
Editor: Efran















