Perkuat Kerukunan Umat, PKUB Kemenag Gelar Dialog dan Kunjungi Rumah Ibadah di Sumsel

Kamis, 12 Juni 2025 - 21:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang, tintamerah.co.id —Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menggelar dialog kerukunan umat beragama di Auditorium Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Sumatera Selatan Kamis, (12/06/2025).

Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan pemahaman antar umat beragama di Bumi Sriwijaya.
Dialog ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sumatera Selatan, FKUB Kabupaten Ogan Ilir, dan FKUB Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA). Turut hadir Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan H. Syafitri Irwan didampingi Kepala Bagian Tata Usaha H. Taufiq.

Sebagai narasumber, Kepala Bidang Harmonisasi Umat Beragama PKUB Kemenag RI H. Zainal Ilmi, memaparkan pentingnya menjaga kerukunan serta strategi komunikasi yang efektif dalam menciptakan lingkungan sosial yang harmonis. Dia menekankan peran strategis FKUB dalam menjembatani perbedaan dan mempromosikan toleransi di tengah masyarakat majemuk.

BACA JUGA  Kemitraan Edukasi Perlindungan Konsumen dan Publikasi Kehumansan Media Ojk

“Kami hadir untuk mendengar dan melihat langsung kondisi pembangunan rumah ibadah yaitu Gereja Methodis di Kabupaten Ogan Ilir dan Gereja Katolik Aloysius Gonzaga Kabupaten MUBA,” ujar Zainal.

Dia menegaskan, selagi syarat dan ketentuannya benar-benar dipenuhi dan tidak ada manipulasi data maka bangunan rumah ibadah apapun berhak untuk berdiri.

Usai sesi dialog, tim PKUB Kemenag RI melanjutkan agenda kerja dengan meninjau langsung proses pembangunan rumah ibadah di Kabupaten Ogan Ilir.

Peninjauan ini merupakan bagian dari komitmen Kemenag RI untuk memastikan bahwa pembangunan fasilitas keagamaan berjalan sesuai regulasi dan tidak menimbulkan potensi konflik di tengah masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam upaya menjaga serta memelihara kerukunan umat beragama di Sumatera Selatan, sekaligus menjadi contoh praktik baik bagi daerah lain di Indonesia. (**)

Berita Terkait

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!
KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!
Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis
Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!
Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”
Bupati Asgianto: Selagi Ibumu Masih Hidup, Sayangi!
Restui Desakan Warga PALI, Gubernur Sumsel Sepakat Cabut Pergub No. 40/2017
Solidaritas Tanpa Batas: Insan Pers Bumi Serepat Serasan Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 13:30 WIB

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!

Minggu, 20 September 2026 - 12:32 WIB

KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!

Minggu, 20 September 2026 - 11:59 WIB

Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis

Minggu, 20 September 2026 - 11:12 WIB

Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!

Jumat, 18 September 2026 - 12:05 WIB

Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”

Berita Terbaru