Perlawanan Saksi Sejarah Talang Sebetung: Mendesak Bupati dan DPRD PALI Cabut Perbup No. 62 Tahun 2023

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Burhanudin (jaket hijau), saksi sejarah Talang Sebetung, bersama warga Desa Tempirai Selatan menunjukkan tekad bulat mempertahankan hak atas wilayah leluhur dalam aksi penolakan klaim sepihak dan desakan pencabutan Perbup Nomor 62 Tahun 2023 di Talang Sebetung, Kamis (13/8/2026). (Foto: Dok/tintamerah.co)

Burhanudin (jaket hijau), saksi sejarah Talang Sebetung, bersama warga Desa Tempirai Selatan menunjukkan tekad bulat mempertahankan hak atas wilayah leluhur dalam aksi penolakan klaim sepihak dan desakan pencabutan Perbup Nomor 62 Tahun 2023 di Talang Sebetung, Kamis (13/8/2026). (Foto: Dok/tintamerah.co)

PALI | tintamerah.co -, Konflik tapal batas di wilayah Talang Sebetung, Desa Tempirai Selatan, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatn, kian memanas. Burhanudin, seorang tokoh masyarakat sekaligus saksi sejarah yang lahir dan besar di Talang Sebetung, dengan tegas menyatakan perlawanan terhadap klaim sepihak atas wilayah leluhur mereka. Ia mendesak Bupati PALI, jajaran pejabat terkait, hingga DPRD untuk segera merevisi atau mencabut Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 62 Tahun 2023 yang dianggap merugikan dan mencederai hak warga Desa Tempirai Selatan.

Dalam wawancara eksklusif bersama tintamerah.co di Talang Sebetung, Kamis (13/8/2026), Burhanudin menegaskan bahwa klaim wilayah yang dilakukan pihak luar terhadap kawasan peninggalan nenek moyang mereka adalah tindakan yang tidak berdasar.

BACA JUGA  Polsek Talang Ubi Laksanakan KRYD Dalam Pencegahan Pekat 3C

“Kami merasa aneh dan sangat mustahil. Wilayah ini adalah hak milik mutlak kami, warisan sejarah nenek moyang. Sampai kapanpun, kami tidak ikhlas dan tidak rela jika wilayah ini diserobot oleh desa tetangga. Kami siap berjuang hidup mati demi menegakkan kebenaran,” ujar Burhanudin dengan nada berapi-api.

Menantang Legalitas yang Tidak Konkrit

Burhanudin mempertanyakan dasar penetapan Perbup Nomor 62 Tahun 2023 yang menjadi acuan klaim sepihak. Menurutnya, keputusan administratif tersebut tidak memiliki landasan fakta di lapangan. Ia menantang pihak-pihak terkait untuk menunjukkan bukti otentik atas klaim tersebut.

“Saat kami mengikuti pertemuan di kantor bupati, alasan yang diberikan hanya bersandar pada Perbup Nomor 62 Tahun 2023. Namun, apa intinya? Di mana bukti aset-aset, lahan pertanian, atau peninggalan nenek moyang mereka di wilayah kami? Selama ini, sungai dan lahan pertanian secara administrasi dan historis adalah milik Tempirai Selatan. Bahkan, banyak tanah di sini yang sudah bersertifikat atas nama warga kami,” tegasnya.

BACA JUGA  Catatan Kritis Reses Firdaus Hasbullah di Talang Ubi: Kekeringan, Jalan Tani, hingga Absennya OPD Menjadi Sorotan Utama

Ia mendesak agar pemerintah daerah mengembalikan status kewilayahan sesuai dengan kondisi semula, merujuk pada regulasi dan kondisi saat pemekaran Desa Tempirai Selatan tahun 2014 lalu.

Menempuh Jalur Hukum demi Kebenaran

Bagi Burhanudin, perjuangan ini bukan hanya soal tanah, melainkan soal harga diri dan warisan leluhur. Jika tuntutan masyarakat Desa Tempirai Selatan untuk merevisi atau mencabut Perbup tersebut tetap diabaikan, ia menegaskan tidak akan mundur selangkah pun.

“Jika tuntutan kami diabaikan, kami akan menempuh jalur hukum. Dengan jalan apa pun, kami akan melaksanakannya. Kami tidak putus asa. Ini demi menegakkan kebenaran dan mempertahankan tanah peninggalan nenek moyang kami,” pungkasnya.

Catatan Panjang Perjuangan

BACA JUGA  Polsek Penukal Utara Amankan Hari Kedua Seleksi Tes Wawancara Calon Anggota PKD

Liputan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian laporan mendalam tintamerah.co sebelumnya yang menyoroti keresahan warga terkait sengketa lahan di Talang Sebetung. Masyarakat telah berulang kali menyuarakan kegelisahan mereka mengenai klaim sepihak yang dianggap mencederai rasa keadilan. Perlawanan yang dipimpin oleh tokoh seperti Burhanudin ini menggarisbawahi urgensi bagi Pemerintah Kabupaten PALI dan DPRD untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh agar konflik horizontal tidak berlarut-larut dan merugikan masyarakat luas.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?
Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!
Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi
Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!
Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah
Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal
PA GMNI PALI: Tidak Boleh Ada Rekrutmen Tertutup, Setiap Perusahaan Harus Terbuka dan Non-Diskriminatif
Firdaus Hasbullah: Tiga Tim ORADO PALI Siap Harumkan Nama Daerah di Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah

Berita Terbaru