PALI | Tintamerah.co.id -, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 terus berupaya mendorong ketahanan energi nasional dengan meluncurkan Pertamina Local Community Leaders Program (LCLP) Tahun 2025. Program yang digagas tim Relation Zona 4 Prabumullih itu diproyeksikan menjadi pilot project untuk seluruh area operasi Pertamina di Indonesia.
Manager Relation PHR Zona 4 Adi Darmawan mengatakan bahwa Pertamina LCLP 2025 merupakan bagian upaya pihaknya untuk menyamakan persefsi bersama pemrintah daerah dan lembaga non pemerintah di area operasional perusahaan
“Pertamina Local Community Leaders Program itu dilakukan sebagai bagian dari inisiasi kita. Inisiasi aktif dari Pertamina untuk menjadi bagian dari strategi pengolahan stakeholder,” kata Adi kepada Tintamerah.co.id, Jumat (13/06/25).
“Fokusnya bagi lembaga dan pemerintah. Kita rangkul teman-teman dari LSM, organisasi masyarakat, Karang Taruna. Kemudian juga ada media lokal begitu,” Adi menambahkan.
Selain itu, Adi mengajak otoritas dan seluruh pemangku kepentingan di Sumatera Selatan melibatkan berbagai upaya untuk memastikan ketersedian, aksesbilitas, dan keberlanjutan pasokan energi nasional, serta perlindungan hukum lingkungan. Ia mengatakan sejauh ini pihaknya hanya baru melakukan pendekatan dengan pemerintah daerah, namun untuk lembaga menjadi yang pertama.
“Untuk bersama-sama membangun ketahanan energi nasional. Membangun daerah Sumatera Selatan begitu ya. Kemudian disitu tujuannya supaya, dari perusahaan ya, supaya kami mendapatkan social license to operate (dukungan sosial terhadap operasional perusahaan), itu izin beroperasi secara sosial dari seluruh pemangku kepentingan. Fokusnya bagi lembaga dan pemerintah. Kalau dari pemerintah kita sudah sering melakukan engagement (pendekatan), lalu dengan komunitas ini baru pertama kali),” terang Adi.
Lebih lanjut, Adi menyatakan bahwa Pertamina LCLP 2025 merupakan skema percontohan permulaan di lingkungan Pertamina Group sehingga nantinya bisa menjadi replika program unggulan bagi seluruh zona Pertamina di Indonesia.
Adi mengaku pihaknya sudah diminta oleh Pertamina EP Zona Rokan dan Pertamina Zona 1 akan melakukan benchmarking (studi banding) Program Pertamina LCLP yang diselenggarakan Pertamina EP Zona 4.
“Ketika nanti ini dinyatakan berhasil, ini akan ditolak ukur. Untuk direplikasi di tempat-tempat lainnya. Dan ini memang sudah ada permintaan dari zona Rokan dan zona 1. Untuk nanti mereka akan benchmark (belajar) ke sini dan akan dilakukan replikasi di tempat lain. Di satu area Sumatera,” ungkap Adi.
Selanjutnya, Adi berujar, terwujudnya program Pertamina LCLP 2025 merupakan gagasan dari tim relation Pertamina EP Zona yang diajukan pihaknya ke General Manager (GM) dan mendapatkan persetujuan dari Pertamina Pusat.
“Inisiasi ini dari teman-teman dari tim. Kita ngajukan usulan ke pusat dari tim relation gitu ya. Zona 4, kita usulkan ke Pak GM, kita usulkan ke mana? Ke pusat. Begitu Alhamdulillah mendapatkan approval dari tim 1,” pungkas Adi.
Selain itu, terang Adi, Retreat Pertamina LCLP 2025 lahir dari pemetaan permasalahan yang terjadi di Zona 4. Ia mengaku bahwa pihaknya belum melakukan pendekatan terukur kepada organisasi – organisasi non pemerintah sehingga terputusnya kominikasi sosial antara warga dengan perusahaan yang menyebabkan terjadi kesalahapahaman.
“Sekali lagi, kita berangkat dari pemetaan masalah. Masalah utama apa yang ada di zona 4. Dan kebetulan ada celah inovasi yang belum pernah dilakukan adalah meng-engage teman-teman dari LSM, organisasi masyarakat, maupun dari karang taruna dan wartawan lokal,” imbuh Adi.
Oleh sebab itu, Relation Zona 4 berinisiasi melakukan program pemusatan latihan wawasan kebangsaan kepada LSM, Ormas, karang Taruna, dan Wartawan di seluruh area ekplorasi dan produksi Pertamina EP Zona 4.
“Yang belum pernah sampai dibikin suatu retreat begitu ya. Diberikan wawasan kebangsaan dan seterusnya,” tutup Adi.
Seperti diketahui, PHR Zona 4 menggandeng Batalyon Zeni Tempur II/SG Prabumulih dalam penyelengaraan Retreat Pertamina LCLP 2025. Kegiatan tersebut dibuka oleh GM PHR Zona 4 Djudju Wanto di Lapangan Praka Pujatoko Batalyon Zeni Tempur II/SG Prabumulih pada tanggal 10 Juni 2025.
Dalam kesempatan itu, turut hadir Gubernur Sumsel, Kapolda Sumsel, Pangdam II/Sriwijaya, Walikota Prabumulih, Wakil Walikota Prabumulih, Bupati PALI, Ketua DPRD Prabumulih, Kapolres Prabumulih, Dandim Muara Enim, Ketua Pengadilan Prabumulih, Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumsel, Danramil Prabumulih, Dansubdenpom Prabumulih, Danyonkav Karang Endah, Ketua Perbakin Prabumulih, OJK Sumsel.
(ej@/tintamerah)














