Ratusan Masa Geruduk Gedung DPRD Provinsi Sumsel Sampaikan Beberapa Aspirasi, Ini Penjelasannya

Jumat, 8 Maret 2024 - 22:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang | Tintamerah.co.id – Koalisi Penyelamat Demokrasi Sumsel geruduk gedung DPRD provinsi Sumsel, Jumat (8/3/2024). Tuntutan dalam aksi tersebut yakni menolak kenaikan harga sembako, pemilu curang, segerakan hak angket DPR RI/MPR RI.

Koordinator Aksi Ali Pudi mengatakan, pihaknya berkumpul untuk menyampaikan bahwa kehadiran demokrasi di Indonesia seharusnya sebagai sistem pemerintahan yang menganut prinsip, kebebasan, keadilan dan partisipasi rakyat, tapi pada kenyataannya kini dihadapkan pada tantangan serius akibat penyimpangan yang semakin mencuat.

“Belakangan ini yang kita lihat adalah terjadinya pembangkangan terhadap konstitusi yang dilakukan oleh pengawas Konstitusi, seperti yang di ketahui bahwa beberapa waktu lalu Mahkamah Konstitusi telah merubah kebijakan batas minimal umur capres dan cawapres,” kata Ali.

BACA JUGA  PWNU Sumsel Gelar Vaksinasi Booster

“Harapan kami melakukan aksi tersebut untuk menyampaikan petisi-petisi di mana kondisi itu akan kami sampaikan kepada fraksi-fraksi dan harapan kami juga fraksi di DPRD Sumsel ini mampu menyampaikan petisi kami ke DPR RI. Itu yang kami harapkan,” ujarnya.

Ali menambahkan, Gimmick politik semakin merajalela di kancah politik Indonesia menjelang Pemilihan Umum. Salah satu contoh yang mencolok adalah fenomena kampanye yang mengedepankan citra, fasilitas-fasilitas negara digunakan Bansos, ASN penyelenggara pemilu oleh penguasa saat ini.

“Saat ini cara yang paling mudah di gunakan oleh para politisi ini untuk menyampaikan gimmick mereka adalah menggunakan pantun, tidak ada yang salah dalam menambahkan gimmick dalam proses komunikasi politik ini, akan tetapi jika hal seperti ini terus dinormalisasi maka proses politik yang dihasilkan juga hanya gimmick belaka,” pungkasnya.

Berita Terkait

Firdaus Hasbullah: Di Balik Survei, Aspirasi Rakyat PALI adalah Harga Mati
Menembus Tirai Pendidikan PALI: Efran Bawa Misi Transparansi ke Sekretariat Dewan Pendidikan
Sekda Kartika Yanti Tertular Bupati Asgianto: Komunikasi Publik Pemkab PALI Alami Pembusukan Moral, Kangkangi Perintah dan Sembunyi dari Wartawan
DI BALIK SENYAP BUPATI ASGIANTO: Bukan Bersembunyi, Menjemput Ratusan Miliar untuk PALI yang Diguncang Badai
Skandal Kelangkaan Gas Melon di PALI: Tokoh Masyarakat Muktar Jayadi Tuding Eksekutif Hingga Aparat Hukum Mandul Berjemaah Menghadapi Gerilya Mafia Energi
Ketukan Pintu di Ujung Senja: Langkah Nyata Lurah Talang Ubi Timur Memeluk Warga yang Rapuh
PALI KACAU: Birokrasi Tiarap, Sinergi Forkopimda Ambyar, Rakyat Menjerit di Tengah Tekanan Fiskal!
Pasca Iwan Tuaji Diamankan Kejati Sumsel: Bupati Asgianto ‘Menghilang’, Prokopim Sebut Dinas Luar ke Jakarta

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:31 WIB

Firdaus Hasbullah: Di Balik Survei, Aspirasi Rakyat PALI adalah Harga Mati

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:53 WIB

Menembus Tirai Pendidikan PALI: Efran Bawa Misi Transparansi ke Sekretariat Dewan Pendidikan

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:49 WIB

Sekda Kartika Yanti Tertular Bupati Asgianto: Komunikasi Publik Pemkab PALI Alami Pembusukan Moral, Kangkangi Perintah dan Sembunyi dari Wartawan

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:43 WIB

DI BALIK SENYAP BUPATI ASGIANTO: Bukan Bersembunyi, Menjemput Ratusan Miliar untuk PALI yang Diguncang Badai

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:00 WIB

Skandal Kelangkaan Gas Melon di PALI: Tokoh Masyarakat Muktar Jayadi Tuding Eksekutif Hingga Aparat Hukum Mandul Berjemaah Menghadapi Gerilya Mafia Energi

Berita Terbaru