Refleksi 13 Tahun PALI, Ketua DPRD H. Ubaidillah: Matikan Mode Transisi, Nyalakan Mode Ekspansi!

Rabu, 22 April 2026 - 22:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KETUA DPRD PALI, H. UBAIDILLAH (tengah) bersama Wakil Ketua DPRD PALI, H. Kristian dan Firdaus Hasbullah, mengenakan pakaian adat Palembang berwarna pink, melangkah di karpet merah saat menghadiri acara HUT ke-13 Kabupaten PALI. (Foto: Dok/ Alek)

KETUA DPRD PALI, H. UBAIDILLAH (tengah) bersama Wakil Ketua DPRD PALI, H. Kristian dan Firdaus Hasbullah, mengenakan pakaian adat Palembang berwarna pink, melangkah di karpet merah saat menghadiri acara HUT ke-13 Kabupaten PALI. (Foto: Dok/ Alek)

PALI | tintamerah.co -, Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan ke-13 menjadi ajang evaluasi krusial bagi nakhoda legislatif Bumi Serepat Serasan. Ketua DPRD PALI, H. Ubaidillah, melontarkan kritik sekaligus arah kebijakan yang tajam: PALI harus berani keluar dari zona nyaman birokrasi dan mulai berlari kencang menuju kemandirian ekonomi.

Dalam refleksi kritisnya, Ubaidillah menegaskan bahwa di usia yang sudah melewati fase “balita” ini, PALI tidak boleh lagi terjebak dalam pola pembangunan yang lambat.

Berhenti Jadi “Tukang Stempel”

Ubaidillah secara tegas menyatakan bahwa fungsi pengawasan DPRD kini jauh lebih “bertaring”. Ia menepis anggapan bahwa legislatif hanya sekadar pelengkap administrasi eksekutif.

“DPRD bukan tukang stempel. Buktinya, kita terus mendorong transparansi melalui digitalisasi pengawasan anggaran. Taring legislatif ada pada fungsi budgeting dan controlling,” tegas politisi senior PAN ini kepada tintamerah.co, Rabu (22/4/2026).

BACA JUGA  Jeritan Warga Ring 1 Diabaikan! APMAB Kutuk Sikap Eksklusif Pertamina Field Adera, Desak DPRD PALI Jangan Mandul!

Ia menambahkan bahwa efisiensi anggaran adalah harga mati. Anggaran yang bersifat seremonial akan dipangkas habis dan dialihkan ke pos darurat atau bantuan sosial yang langsung menyentuh rakyat. “Pengawasan kami sekarang berbasis lapangan—cek fisik harus presisi dengan angka di atas kertas,” imbuhnya.

Raport Merah Konektivitas Desa

Meski mengakui adanya akselerasi pembangunan fisik, Ubaidillah memberikan catatan merah pada sektor konektivitas infrastruktur antar-desa yang belum tuntas 100%. Masalah klasik jalan rusak yang menghambat distribusi hasil bumi petani menjadi perhatian utamanya tahun ini.

“Masih ada masyarakat yang sulit mengeluarkan hasil bumi karena jalan rusak saat musim hujan. Komitmen saya tahun ini adalah memastikan anggaran pemeliharaan jalan menjadi prioritas, bukan sekadar membangun jalan baru yang kemudian terbengkalai,” tuturnya dengan nada lugas.

BACA JUGA  Dinas Koperasi dan UKM PALI Dorong Produk OVOP Tembus Pasar Global: Dari Beras Sehat ASN hingga Kampung Jengkol!

Lepas dari Ketergantungan Migas

Menatap masa depan, Ketua DPRD PALI ini mengingatkan bahwa kekayaan Migas adalah berkah yang bisa habis kapan saja. Sebagai solusi, ia mendorong percepatan Perda Kemudahan Investasi Sektor Non-Migas, khususnya hilirisasi pertanian.

“PALI tidak boleh hanya menjual getah karet atau sawit mentah. Kita harus punya industri pengolahan sendiri di daerah agar nilai tambahnya tetap tinggal di PALI,” jelasnya.

Selain itu, ia menyoroti proteksi tenaga kerja lokal. Perusahaan yang beroperasi di PALI wajib memprioritaskan warga lokal, namun dibarengi dengan peningkatan skill melalui Balai Latihan Kerja (BLK) yang modern agar warga PALI tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri.

BACA JUGA  Jaga Tren Positif, Bappeda PALI Gempur Kemiskinan Ekstrem Lewat Validasi Data dan Program ‘Satu Desa Satu Produk’

Legacy: Kebijakan untuk Rakyat Kecil

Menutup pernyataannya, Ubaidillah menekankan bahwa ia tidak ingin diingat hanya karena megahnya gedung-gedung yang ia setujui pembangunannya. Ia ingin meninggalkan warisan berupa sistem pengawasan yang akuntabel.

“Legacy yang ingin saya tinggalkan adalah kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil. Saya ingin masyarakat mengenang bahwa suara mereka adalah dasar pengetokan palu anggaran di gedung DPRD,” pungkasnya.

Di HUT ke-13 ini, ia mengajak seluruh elemen masyarakat PALI untuk mengubah mentalitas dari “menunggu” menjadi “menciptakan”. Menurutnya, pemerintahan yang kuat hanya bisa lahir dari rakyat yang tetap kritis dan terlibat aktif dalam setiap proses pembangunan.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

PALI BERDUKA: Kepala DPKKB Maryono Tutup Usia, Sosok Birokrat Ulung dan Perekat Harmoni Bumi Serepat Serasan
Camat Talang Ubi Dinilai Alergi Wartawan, Edo Saputra: Demokrasi Sehat Butuh Pemerintah Terbuka
Perkuat Sinergi, Rumah Singgah Aktivis Gelar Lomba Gaple Sambut HUT Bhayangkara ke-80
Terjangkit ‘Virus’ Alergi Wartawan, Camat Talang Ubi Atmo Maryono Beraksi Bak Ninja Saat Dikonfirmasi
PALI Menuju Kejayaan Energi:Pemkab Dukung Penuh Survei Seismik 3D Bioni PT BGP Indonesia
Eksplorasi Migas di PALI: Pertamina EP dan BGP Indonesia Gelar Sosialisasi Survei Seismik 3D Peony, Libatkan Multi-Stakeholder
Puji UMKM PALI “Murah Tapi Branded”, Pengunjung Sunday Morning Desak Pembenahan Fasilitas Umum
Sampah Berserak di “Sunday Morning”, DLH PALI Siap Beraksi: Akan Tempatkan Tong Sampah

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:58 WIB

PALI BERDUKA: Kepala DPKKB Maryono Tutup Usia, Sosok Birokrat Ulung dan Perekat Harmoni Bumi Serepat Serasan

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:52 WIB

Camat Talang Ubi Dinilai Alergi Wartawan, Edo Saputra: Demokrasi Sehat Butuh Pemerintah Terbuka

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:30 WIB

Perkuat Sinergi, Rumah Singgah Aktivis Gelar Lomba Gaple Sambut HUT Bhayangkara ke-80

Senin, 22 Juni 2026 - 23:12 WIB

Terjangkit ‘Virus’ Alergi Wartawan, Camat Talang Ubi Atmo Maryono Beraksi Bak Ninja Saat Dikonfirmasi

Senin, 22 Juni 2026 - 10:30 WIB

Eksplorasi Migas di PALI: Pertamina EP dan BGP Indonesia Gelar Sosialisasi Survei Seismik 3D Peony, Libatkan Multi-Stakeholder

Berita Terbaru