PALI | tintamerah.co -, Suasana Sunday Morning di Lapangan Tribun Gelora November Pertamina Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, pada Minggu (7/6/2026) mendadak riuh oleh tawa warga. Di tengah ketegangan para peserta yang hendak menguji nyali di wahana flying fox gratis besutan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) PALI, Sumatera Selatan, sebuah momen menggelitik menarik perhatian publik.
Adalah Reno, seorang warga Talang Ubi, yang sengaja membawa anak kembar kesayangannya untuk menjajal wahana pemacu adrenalin tersebut. Namun uniknya, meski lahir dari rahim yang sama dan hanya terpaut waktu hitungan menit, kedua anak kembar ini menunjukkan reaksi yang bak langit dan bumi.
“Mereka ini memang kembar, tapi beda sifat. Namanya juga lahirnya beda hari-hari (plasenta), jadi kepribadiannya memang beda jauh,” ujar Reno sembari tertawa saat diwawancarai langsung di lokasi kegiatan, Minggu (7/6/2026).
Reno menceritakan, sang adik justru menjadi sosok yang sangat menggebu-gebu dan pemberani untuk mencoba meluncur dari ketinggian di atas mobil damkar. Sebaliknya, sang kakak—yang seharusnya menjadi pelindung—justru menciut nyalinya dan blak-blakan menolak untuk ikut meluncur.
“Yang mau ikut flying fox tadi justru adiknya, yang lebih kecil. Dia malah paling semangat dan heboh sendiri. Nah, kalau kakaknya malah pilih-pilih, dia takut. Kalau sudah takut, ya sudah tidak bisa dipaksa lagi, takut nian dia,” seloroh Reno disambut gelak tawa warga dan petugas Damkar yang berjaga di atas mobil rescue Challenger.
Uraian Berita: Konsistensi Gebrakan Edukasi Adrenalin Damkar PALI
Kehadiran keluarga Reno dan ribuan warga PALI di Gelora November ini merupakan bagian dari rangkaian program inovatif yang terus digulirkan oleh Damkar PALI. Berdasarkan catatan laporan pemberitaan tintamerah.co sebelumnya, aksi ini merupakan wujud nyata dari komitmen instansi penjinak api tersebut dalam mendekatkan diri kepada masyarakat:
- Instruksi Tegas Kadin Damkar (Rizal Pahlefi): Sejak awal wahana ini direncanakan, Kepala Dinas Damkar PALI, Rizal Pahlefi, telah menginstruksikan dengan sangat tegas kepada seluruh jajarannya untuk menerapkan standar keamanan tertinggi. Kadin memerintahkan prinsip “Zero Accident” tanpa toleransi pada wahana flying fox gratis ini demi menjamin keselamatan mutlak warga yang berpartisipasi.
- Membangun Mental Tangguh Sejak Dini: Melalui pembukaan wahana ini di Gelora November, instruksi Kadin Damkar tidak semata-mata memberikan hiburan, melainkan memiliki misi besar untuk mengedukasi dan membangun mentalitas masyarakat—terutama anak-anak—agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berani, dan siap menghadapi tantangan.
- Serbuan Warga di Sunday Morning: Antusiasme luar biasa ini sudah terlihat sejak pekan-pekan sebelumnya. Wahana flying fox gratis Damkar PALI ini selalu diserbu ratusan hingga ribuan warga setiap momen Sunday Morning, menjadikannya ikon hiburan edukatif baru yang paling dinantikan di Bumi Serepat Serasan.
- Testimoni Keberanian Warga: Cerita-cerita seru seperti keberanian anak kembar Reno ini melengkapi kisah-kisah sukses sebelumnya, seperti cerita Fajra Nada Nadifa yang awalnya mengaku sangat mendebarkan dan gemetar, namun setelah berhasil menaklukkan wahana, justru mengaku ketagihan dan ingin mencoba lagi.
Evaluasi dan Masukan Warga: Antrean Membludak, Butuh Tambahan Unit
Sebagai warga yang merasakan langsung dampak positif kegiatan ini, Reno memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten PALI dan Damkar PALI. Ia berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin setiap pekan karena menjadi wadah bermain dan olahraga yang positif bagi anak-anak di hari libur.
Kendati demikian, Reno juga memberikan masukan konstruktif yang tajam dan logis agar pelayanan ke depan semakin prima. Mengingat antusiasme warga yang meledak pada hari pertama ini, antrean panjang tidak dapat terhindarkan hingga menjelang siang hari.
“Bagus sekali, kalau bisa ini lanjut terus setiap Sabtu-Minggu agar anak-anak bisa ramai main ke Gelora sambil jajan dan beraktivitas positif. Tapi masukan saya, kalau bisa unit atau jalurnya ditambah karena warganya membludak. Kasihan anak-anak kalau mengantrenya terlalu lama, apalagi kalau sudah agak siang, cuacanya sudah mulai panas menyengat,” harap Reno secara lugas.
Gebrakan Damkar PALI ini membuktikan bahwa edukasi keselamatan kerja dan mitigasi bencana tidak harus disampaikan secara kaku di dalam ruangan, melainkan bisa dikemas secara interaktif, menantang, sekaligus menyatukan kehangatan keluarga di ruang publik.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















