Satu Tahun PALI di Mata Mahasiswa: Antara Aspal Jalan dan Mimpi Pemuda yang Belum Usai

Sabtu, 21 Februari 2026 - 23:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Bumi Serepat Serasan yang tergabung dalam Formapali se-Jabodetabek gelar diskusi refleksi satu tahun kepemimpinan Asgianto-Iwan Tuaji
(dok-Formapalijabodetabek)

Mahasiswa Bumi Serepat Serasan yang tergabung dalam Formapali se-Jabodetabek gelar diskusi refleksi satu tahun kepemimpinan Asgianto-Iwan Tuaji (dok-Formapalijabodetabek)

tintamerahNEWS -, Di sebuah ruang pertemuan kampus yang dipenuhi kepulan diskusi hangat pada Jumat (20/2/2026), sekelompok anak muda tampak serius membedah masa depan tanah kelahiran mereka. Mereka adalah para mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa PALI se-Jabodetabek (Formapali Jabodetabek), perantau intelektual yang meski raga berada di hiruk-pikuk Ibu Kota, hati mereka tetap tertambat di Bumi Serepat Serasan.

Diskusi bertajuk refleksi satu tahun kepemimpinan duet Asgianto-Iwan Tuaji ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul. Ini adalah momen “sidang rakyat” versi mahasiswa untuk menakar sejauh mana janji politik bertransformasi menjadi kesejahteraan nyata.

Mengapresiasi Fondasi, Menagih Inovasi

Ulin Puspa, Koordinator Formapali Jabodetabek, membuka pembicaraan dengan nada yang objektif. Ia tak menampik adanya perubahan fisik yang kasat mata.

BACA JUGA  Polres Pali Melaksanakan KRYD dalam Pencegahan Pekat 3C

“Kami menghargai capaian setahun terakhir. Infrastruktur dasar mulai merata, layanan publik di beberapa unit fasilitas pemerintah pun terasa lebih baik,” ungkapnya di tengah forum yang dihadiri para mahasiswa dari berbagai Kampus tersebut.

Namun, bagi para mahasiswa, membangun sebuah daerah tak cukup hanya dengan menghamparkan aspal atau mendirikan gedung. Ada “ruh” pembangunan yang dinilai masih perlu dipompa: pemberdayaan manusia dan transparansi.

Rekomendasi dari Perantauan

Ada kegelisahan kolektif yang mencuat dalam diskusi tersebut, terutama mengenai nasib pemuda lokal dan tata kelola pemerintahan. Formapali Jabodetabek pun menyodorkan “oleh-oleh” berupa rekomendasi strategis bagi sang Bupati.

Salah satu poin krusial adalah desakan penguatan sistem meritokrasi. Mahasiswa ingin melihat birokrasi di PALI diisi oleh orang-orang yang berkompeten di bidangnya, bukan berdasarkan kedekatan. Dengan sistem merit yang kuat, pelayanan publik diharapkan bisa naik kelas menjadi lebih profesional.

BACA JUGA  Sepak Terjang Firdaus Hasbullah Hingga Jadi Wakil Ketua DPRD PALI

Selain itu, mereka menyoroti perlunya:

  • Ruang Inovasi Kreatif: Wadah bagi pemuda PALI untuk berkarya dan menciptakan lapangan kerja baru.
  • Digitalisasi UMKM: Mendorong ekonomi lokal agar tak gagap teknologi dan mampu bersaing di pasar nasional.
  • Transparansi Anggaran: Menuntut keterbukaan informasi agar masyarakat merasa memiliki dan terlibat dalam setiap rupiah yang dibelanjakan daerah.

Menjaga Nyala Api Pengabdian

“Kami melihat masih banyak ruang perbaikan, terutama soal bagaimana pemuda dilibatkan dalam perencanaan kebijakan,” cetus salah satu peserta diskusi dengan penuh semangat.

Bagi mahasiswa Jabodetabek ini, kritik adalah bentuk cinta paling tulus kepada daerah. Mereka ingin memastikan bahwa kepemimpinan di PALI tidak hanya responsif di atas kertas, tapi juga benar-benar berorientasi pada kemajuan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan kesehatan yang mumpuni.

BACA JUGA  Walaupun sudah Berangkat ke Kairo, DPRD PALI akan Bantu Ahmad Khoiri Lubis

Malam itu, diskusi ditutup dengan komitmen yang bulat. Formapali Jabodetabek berjanji akan terus menjadi “penjaga nyala api” yang mengawal setiap kebijakan pemerintah. Sebab bagi mereka, satu tahun adalah awal, dan perjalanan menuju PALI yang sejahtera masih membutuhkan mata-mata kritis yang tetap terjaga.

 

Berita Terkait

Gerak Cepat Kawal Hak Rakyat, Bupati Asgianto Perintahkan Bagian Hukum dan Ekonomi Bergerak Taktis: “Kita Tidak Menghalangi Investasi, Tapi Jangan Sampai Masyarakat Dirugikan!”
“Benar-benar Tidak Imbang, Kasihan Masyarakat!”: Bupati Asgianto Tegas Sambut Pencabutan Pergub 40/2017 Demi Keadilan Warga PALI
Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!
KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!
Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis
Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!
Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”
Bupati Asgianto: Selagi Ibumu Masih Hidup, Sayangi!

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 16:22 WIB

Gerak Cepat Kawal Hak Rakyat, Bupati Asgianto Perintahkan Bagian Hukum dan Ekonomi Bergerak Taktis: “Kita Tidak Menghalangi Investasi, Tapi Jangan Sampai Masyarakat Dirugikan!”

Rabu, 23 September 2026 - 15:56 WIB

“Benar-benar Tidak Imbang, Kasihan Masyarakat!”: Bupati Asgianto Tegas Sambut Pencabutan Pergub 40/2017 Demi Keadilan Warga PALI

Minggu, 20 September 2026 - 13:30 WIB

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!

Minggu, 20 September 2026 - 12:32 WIB

KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!

Minggu, 20 September 2026 - 11:59 WIB

Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis

Berita Terbaru