SKANDAL KURSI KOSONG: Data BPS Konfirmasi Borok DPRD PALI, Rakyat Berpeluh, Legislator ‘Makan Gaji Buta’!

Selasa, 31 Maret 2026 - 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret kursi kosong dalam Rapat Paripurna DPRD PALI yang menjadi pemandangan lazim sepanjang 2025. Data BPS mencatat kehadiran terendah hanya menyentuh 17 anggota pada Rapat 7, mengonfirmasi laporan Tintamerah.co terkait skandal

Potret kursi kosong dalam Rapat Paripurna DPRD PALI yang menjadi pemandangan lazim sepanjang 2025. Data BPS mencatat kehadiran terendah hanya menyentuh 17 anggota pada Rapat 7, mengonfirmasi laporan Tintamerah.co terkait skandal "Gaji Buta" legislator yang mangkir dari amanah rakyat. Di tengah fasilitas mewah, produktivitas legislasi justru merosot dari 18 keputusan (2024) menjadi hanya 13 keputusan pada 2025. (Foto: Dok/tintamerah)

PALI | tintamerah.co -, Tabir kepalsuan yang menyelimuti kursi-kursi empuk di Gedung DPRD Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, akhirnya telanjang bulat. Jika sebelumnya laporan investigasi Tintamerah.co mengecam skandal “Gaji Buta” delapan legislator yang mangkir dalam sidang LKPJ Bupati, kini data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Dalam Angka 2026 menjadi bukti sahih bahwa pengkhianatan terhadap amanah rakyat telah terdokumentasi secara permanen.

Absensi ‘Berjamaah’: Teater Kemalasan di Ruang Sidang

Data BPS pada Tabel 2.2.6 membongkar fakta memuakkan mengenai tingkat kehadiran anggota DPRD PALI sepanjang tahun 2025:

  • Puncak ‘Kemalasan’ di Rapat 7: Hanya 17 orang yang menampakkan batang hidungnya. Ke mana sisa legislator lainnya saat nasib rakyat sedang dipertaruhkan di meja sidang?.
  • Stagnasi Kehadiran yang Kronis: Pada Rapat 12, 13, dan 14, jumlah kehadiran konsisten membusuk di angka 22 orang. Ini bukan sekadar kebetulan, melainkan potret nyata pengabaian tugas secara sadar.
  • Kehadiran Tak Pernah Utuh: Dari 14 agenda rapat yang tercatat, tidak satu pun rapat yang dihadiri secara lengkap oleh seluruh anggota. Paling tinggi hanya menyentuh 30 orang, itu pun jarang terjadi.
BACA JUGA  Salah Satu Remaja PALI Berkeinginan Menjadi Penyanyi Seperti Tiara Ramadhani

Fenomena “kursi kosong” ini kian mempertegas laporan Tintamerah.co sebelumnya: para pemakan gaji buta ini seolah merasa tak berdosa menelantarkan tugas meski fasilitas mewah terus mengalir ke kantong pribadi.

Produktivitas Terjun Bebas: Banyak Bolos, Minim Kerja!

Kebobrokkan moral ini berbanding lurus dengan mandulnya fungsi legislasi. Data BPS pada Tabel 2.2.5 mengungkap penurunan produktivitas yang sangat memprihatinkan:

  • Keputusan DPRD Merosot: Jika pada tahun 2024 DPRD PALI mampu menelurkan 18 Keputusan, di tahun 2025 angka tersebut melorot tajam menjadi hanya 13 Keputusan.
  • Kinerja Loyo: Bagaimana mungkin kebijakan daerah bisa digodok dengan maksimal jika para wakil rakyat lebih memilih mangkir daripada duduk berdiskusi untuk kepentingan publik?.
BACA JUGA  Menanti "Vonis" Laboratorium: DLH PALI Turunkan Sucofindo ke Stockpile KM 36 PT SLR, Jika Baku Mutu Jebol Rekomendasi Tutup Menanti!

Amanah Rakyat Digadai, Alasan Klasik Jadi Perisai

Rakyat PALI dipaksa menjadi penonton setia dari sandiwara absensi yang memuakkan ini. Saat masyarakat berjuang mati-matian di tengah himpitan ekonomi, para legislator justru mempertontonkan etika kerja yang “bopeng” dan tidak tahu malu.

Skandal mangkirnya delapan legislator pada rapat LKPJ Bupati yang sempat viral hanyalah puncak gunung es dari budaya “setor muka” yang telah mengakar di lingkungan Sekretariat DPRD PALI. Data BPS ini menjadi “tamparan keras” yang membuktikan bahwa kritik pedas masyarakat selama ini adalah kebenaran yang pahit.

Sampai kapan rakyat harus membiayai kemalasan ini? Jika para penghuni gedung terhormat itu sudah tidak lagi memiliki rasa malu, maka sudah saatnya rakyat mengambil tindakan tegas untuk tidak lagi memberikan panggung bagi para “pemakan gaji buta” di periode mendatang.

BACA JUGA  Pipa Gas di Sungai Deras Terkendali, Pertamina Pastikan Keamanan Warga dan Lingkungan

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?
Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!
Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi
Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!
Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah
Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal
PA GMNI PALI: Tidak Boleh Ada Rekrutmen Tertutup, Setiap Perusahaan Harus Terbuka dan Non-Diskriminatif
Firdaus Hasbullah: Tiga Tim ORADO PALI Siap Harumkan Nama Daerah di Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah

Berita Terbaru