SKK Migas-PEP Ramba Field Tambah Produksi Minyak 971 BOEPD dari Musi Banyuasin

Jumat, 7 Oktober 2022 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muba | Tintamerah.co.id – SKK Migas dan Pertamina EP (PEP) Ramba Field kembali menambah produksi migas nasional sejumlah 971 barel minyak ekuivalen per hari/barrel oil equivalent per day (boepd) per awal September tahun 2022. Bertempat di Mangunjaya, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, tambahan ini bersumber dari 5 sumur pengeboran pengembangan yang dikerjakan pada tahun 2022 ini.

Kesuksesan pengeboran 5 sumur PEP Ramba Field yang berada dibawah manajemen Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 – Sumatera Zona 4, mampu mencapai rata-rata 243% dari target semula 400 barel minyak per hari/barrel oil per day (bopd). Sumur primadona MJ-N16 memproduksikan 301 bopd dari target 80 bopd atau 376% dari target. Produksi sumur MJ-N1 sejumlah 202 bopd, sumur MJ-N2 sejumlah 175 bopd, sumur MJ-N9 sejumlah 1,08 juta standar kaki kubik per hari/million standard cubic feet per day (mmscfd) gas atau setara 180 boepd, dan sumur MJ-N8 sejumlah 113 bopd. Rangkaian keberhasilan ini dinilai sangat baik, mengingat struktur Mangunjaya merupakan salah satu brown field di PEP Ramba Field. Penemuan potensi migas di deep formation ini dinilai sangat baik untuk pengembangan Mangunjaya ke depannya.

BACA JUGA  Wakapolres Pali Monitoring Pelaksanaan Pilkades di Kecamatan Tanah Abang

General Manager Zona 4, Agus Amperianto, menyampaikan bahwa PEP Ramba Field masih akan melakukan pengeboran 3 sumur di Mangunjaya hingga akhir tahun 2022, yaitu sumur MJ-N13, MJ-N7, dan MJ-N3. Di samping itu, keberhasilan rangkaian pengeboran di struktur Mangunjaya membuka peluang untuk pengembangan struktur Mangunjaya.

“Keberhasilan target pengeboran juga tidak terlepas dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang mengedepankan aspek safety dan lindungan lingkungan,” tutur Agus.

Lebih lanjut, Agus Amperianto menjelaskan proses pengeboran sumur MJ-N16 diselesaikan dengan biaya investasi sebesar USD 2,082,021 atau 88,52% dari anggaran USD 2,352,076.

“Memperhitungkan produksi sumur MJ-N16 ditambah efisiensi biaya pengeboran, didapat total net present value sebesar 9,33 MMUSD. Pengembalian investasi dapat dicapai dalam 1 tahun,” terang Agus.

BACA JUGA  Kadis Kominfo PALI: Jadikan Kominfo Sebagai Rumah Kedua Pers

Agus Amperianto menegaskan bahwa indikator capaian sasaran produksi migas PEP Ramba Field adalah terwujudnya lindungan lingkungan, keselamatan operasi dan usaha penunjang, dengan mengutamakan aspek keteknikan yang baik. Penerapan kaidah keteknikan yang baik adalah penerapan metode rekayasa keteknikan yang telah terbukti, prosedur yang diterima secara luas, efisien, dan memenuhi regulasi, yang dapat memenuhi harapan dari para pemangku kepentingan setempat.

“Di samping itu, PEP Ramba Field turut berkontribusi dalam kegiatan sosial diantaranya pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, donor darah, bakti sosial peduli bencana korban bencana, dan penanaman pohon,” terang Agus.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Anggono Mahendrawan menyebutkan, bahwa temuan ini merupakan pencapaian yang sangat baik sebagai hasil dari upaya yang selama ini dilakukan oleh Pertamina.

BACA JUGA  Personel Kodam II/Sriwijaya Terima Sosialisasi PKS Antara TNI AD Dengan Perbankan

“Sebagai salah satu Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) yang memiliki target pengeboran paling banyak di tahun 2022 ini, Pertamina memang harus berupaya lebih banyak untuk menemukan cadangan- cadangan migas di wilayah operasi,” ujar Anggono.

Anggono juga menyampaikan bahwa SKK Migas selanjutnya akan memberikan dukungan terhadap rencana-rencana pengeboran yang dijalankan oleh semua KKKS, khususnya di wilayah Sumbagsel, termasuk PHR.

“Penemuan ini akan berkontribusi pula terhadap pencapaian target produksi migas nasional, harapannya semua target yang diberikan kepada PHR dapat terpenuhi dan produksi terus meningkat. Kita wajib optimis bahwa target produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada tahun 2030 dapat diwujudkan,” tutup Anggono.*

Berita Terkait

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!
KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!
Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis
Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!
Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”
Bupati Asgianto: Selagi Ibumu Masih Hidup, Sayangi!
Restui Desakan Warga PALI, Gubernur Sumsel Sepakat Cabut Pergub No. 40/2017
Solidaritas Tanpa Batas: Insan Pers Bumi Serepat Serasan Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 13:30 WIB

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!

Minggu, 20 September 2026 - 12:32 WIB

KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!

Minggu, 20 September 2026 - 11:59 WIB

Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis

Minggu, 20 September 2026 - 11:12 WIB

Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!

Jumat, 18 September 2026 - 12:05 WIB

Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”

Berita Terbaru