SMSI Apresiasi Upaya MER-C Bantu Korban Gempa di Afghanistan

Senin, 27 Juni 2022 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | Tintamerah.co.id – Ketua Bidang Luar Negeri Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aat Surya Safaat mengapresiasi upaya lembaga kemanusiaan MER-C Indonesia yang dalam waktu dekat akan mengirimkan tim medis untuk menolong korban bencana gempa bumi dahsyat di Afghanistan.

“Kepedulian MER-C Indonesia untuk menolong korban bencana alam di Afghanistan yang terjadi pada 22 Juni 2022 dan di tempat-tempat lainnya merupakan ‘Patriot Call’, yaitu sebuah panggilan pengabdian atau panggilan patriotis untuk memberikan pertolongan bagi mereka yang terkena musibah,” kata Aat dalam perbincangan dengan wartawan di Jakarta, Senin (27/6/2022).

Ketua Bidang Luar Negeri SMSI mengemukakan keterangan tersebut terkait kesiapan MER-C Indonesia yang akan segera mengirimkan tim medis untuk menolong korban gempa bumi di Afghanistan.

Gempa bumi berkekuatan M 6,1 itu terjadi sekitar 44 kilometer (27 mil) dari kota Khost yang terletak di dekat perbatasan Afghanistan dengan Pakistan.

BACA JUGA  SMSI Berduka, Mantan Ketua PWI Pusat Margiono Tutup Usia

Gempa terjadi dini hari waktu setempat ketika warga sedang tertidur sehingga banyak yang tidak dapat menyelamatkan diri. Data sementara menyebutkan, sedikitnya 1.000 orang meninggal dunia dan 1.500 lainnya mengalami luka-luka. Jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah seiring masih dilakukannya pencarian korban yang tertimpa reruntuhan bangunan.

Sementara MER-C Indonesia sendiri sebagai lembaga kegawatdaruratan medis telah melaksanakan lebih dari 300 misi kemanusiaan dengan melakukan pertolongan terhadap korban bencana alam seperti gempa bumi dan tanah longsor atau korban perang dan konflik, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Khusus misi kemanusiaan yang dilakukan MER-C Indonesia di negara-negara lain yang terkena musibah, Aat menilai bahwa lembaga kemanusiaan itu sejatinya telah secara efektif melaksanakan peran “Second Track Diplomacy” (diplomasi jalur kedua).

BACA JUGA  OJK: Ekonomi Indonesia Tunjukkan Arah Perbaikan

Dalam hubungan internasional, diplomasi tradisional atau yang dikenal dengan istilah “first track diplomacy” (diplomasi jalur pertama) yang hanya melibatkan pemerintah relatif tidak efektif dalam rangka menyampaikan pesan-pesan diplomasi, termasuk dalam memberikan bantuan terhadap suatu negara yang tengah tertimpa musibah.

Maka, menurut Kepala Biro ANTARA di Markas Besar PBB New York periode 1993-1998 yang juga pernah menjadi Direktur Pemberitaan ANTARA 2016 itu, aktivitas diplomasi yang melibatkan peran publik seperti yang dijalankan MER-C Indonesia di Afghanistan sangat dibutuhkan untuk melengkapi aktivitas diplomasi tradisional yang dijalankan Pemerintah.

Sementara itu Ketua Presidium MER-C Indonesia Dr Sarbini Abdul Murad dalam jumpa pers pada 25 Juni 2022 menyebutkan, sesuai dengan karakteristik bencana gempa bumi, tim yang disiapkan oleh MER-C untuk menolong korban gempa bumi di Afghanistan adalah Tim Bedah yang terdiri dari Dokter Spesialis Bedah Orthopedi, Dokter Umum, dan Perawat.

BACA JUGA  LBH IWO Resmi Berdiri Dipimpin Sandy Nayoan

MER-C Indonesia juga meminta kepada Pemerintah Indonesia agar mengirimkan Tim Kesehatan Gabungan ke Afghanistan yang terdiri dari sipil dan aparat yang dikomandoi oleh TNI untuk bisa segera memberikan pertolongan kepada para korban.

Sebelumnya Pemerintah Indonesia pernah mengirimkan Tim Kesehatan Gabungan saat terjadinya gempa besar di Bam Iran pada 2004, dimana dua dokter MER-C ikut bertugas dalam tim tersebut.

Ketua Presidium MER-C Indonesia juga mengajak para donatur untuk memberikan bantuan kepada para korban gempa di Afghanistan melalui Rekening Donasi Misi Kemanusiaan MER-C untuk Afghanistan di BSI (ex BSM) dengan Nomor Rek. 701.565.8918 atas nama Medical Emergency Rescue Committee.
(***)

Berita Terkait

Benteng Keamanan PHR Zona 1: Siaga 24 Jam Kawal Produksi Selama Idulfitri
IWD 2026: Kader KOPRI PMII Ulin Puspa Ajak Perempuan Jadi Motor Penggerak Perubahan
Kawal Program MBG, Sudaryono: Kader Gerindra Diminta Jadi ‘Mata dan Telinga’ Presiden
Tokoh Pemuda Papua Dukung Penuh Satgas Ops Damai Cartenz dalam Menjaga Stabilitas Keamanan di Bumi Cendrawasih
Dirut Patra Niaga Sapa Pelanggan Pertamax di SPBU Pendukung MotoGP 2025 Mandalika
MotoGP 2025 Mandalika: Patra Niaga Pasok Pertamax Turbo untuk Safety Car & Marshall
Pertamina Proyeksikan Terminal BBM Baru Labuan Bajo, NTT Perkuat Ketahanan Energi di Indonesia Timur
Menag Nasrudin Umar di MQK Internasional: Perang Telan Korban Jiwa 67 Ribu Per-Tahun, Perubahan Iklim Renggut Nyawa 4 Juta Per-Tahun

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 09:46 WIB

Benteng Keamanan PHR Zona 1: Siaga 24 Jam Kawal Produksi Selama Idulfitri

Senin, 9 Maret 2026 - 08:06 WIB

IWD 2026: Kader KOPRI PMII Ulin Puspa Ajak Perempuan Jadi Motor Penggerak Perubahan

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:35 WIB

Kawal Program MBG, Sudaryono: Kader Gerindra Diminta Jadi ‘Mata dan Telinga’ Presiden

Selasa, 11 November 2025 - 13:09 WIB

Tokoh Pemuda Papua Dukung Penuh Satgas Ops Damai Cartenz dalam Menjaga Stabilitas Keamanan di Bumi Cendrawasih

Minggu, 5 Oktober 2025 - 23:45 WIB

Dirut Patra Niaga Sapa Pelanggan Pertamax di SPBU Pendukung MotoGP 2025 Mandalika

Berita Terbaru