PALI | tintamerah.co -, Sinergi edukasi keselamatan dan pembentukan mental tangguh yang diinisiasi oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali menorehkan sukses besar. Wahana flying fox gratis yang digelar dalam momentum Sunday Morning di Lapangan Tribun Gelora November Pertamina Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan, pada Minggu (7/6/2026), membludak diserbu warga hingga melampaui target waktu yang ditentukan.
Meskipun acara yang semula ditargetkan selesai pada pukul 09.00 WIB harus diperpanjang hingga pukul 11.15 WIB akibat tingginya antusiasme, kegiatan berjalan dengan aman dan lancar. Tercatat sebanyak 120 peserta berhasil menaklukkan tantangan adrenalin ini, dengan beberapa di antaranya sengaja datang dari luar wilayah Kecamatan Talang Ubi dan luar Kabupaten PALI.
Kepala Dinas Damkar PALI, Rizal Pahlefi, melalui Kepala Bidang Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, Suyadi, menyatakan rasa syukur atas kelancaran acara perdana ini. Pihaknya menegaskan bahwa tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti bahwa edukasi keselamatan yang dikemas dengan kegiatan pemacu adrenalin sangat diminati.
Sukses besar ini tidak lepas dari rangkaian komitmen dan rekam jejak edukasi yang terus digaungkan secara konsisten oleh Damkar PALI. Berdasarkan catatan laporan tintamerah.co sebelumnya, gebrakan edukasi adrenalin ini berawal dari instruksi ketat Kadin Rizal Pahlefi yang menekankan pentingnya prinsip zero accident (nol kecelakaan) dalam pengelolaan wahana flying fox gratis demi menjamin keselamatan mutlak para peserta.
Komitmen tersebut diwujudkan di Lapangan Gelora November dengan misi utama mematangkan kesiapsiagaan sekaligus membangun mental tangguh masyarakat sejak usia dini. Pendekatan ini terbukti sangat efektif, terlihat dari bagaimana wahana flying fox gratis tersebut langsung diserbu oleh ratusan warga yang memadati area Sunday Morning guna menguji keberanian mereka.
Dampak positif dari wahana ini melahirkan berbagai kisah menarik di tengah masyarakat, seperti pengalaman seru Fajra Nada Nadifa yang mengaku awalnya merasa sangat mendebarkan namun akhirnya justru ketagihan setelah berhasil menaklukkan rasa takutnya di atas tali. Selain itu, keseruan juga mewarnai jalannya kegiatan lewat cerita lucu anak kembar Reno yang menggambarkan fenomena unik ‘satu rahim beda nyali’, di mana salah satu di antara mereka tampil sangat berani sementara kembarannya menunjukkan ekspresi menggelitik karena ketakutan.
Suyadi mengungkapkan, pelaksanaan yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB ini sedianya direncanakan selesai pagi hari, namun antrean yang mengular memaksa petugas di lapangan tetap bersiaga hingga menjelang siang demi mengakomodasi seluruh peserta. Evaluasi berkala tetap dilakukan, terutama karena adanya berbagai masukan berharga dari warga yang ikut serta.
Beberapa warga memberikan masukan konstruktif agar pada pelaksanaan berikutnya, wahana dapat dibuka lebih awal yakni tepat pukul 06.00 WIB sehingga masyarakat yang sedang berolahraga pagi atau jogging bisa langsung mengikuti kegiatan tanpa harus menunggu lama. Selain itu, muncul pula usulan agar lokasi wahana ke depan dapat diintegrasikan dengan area pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal ini dinilai strategis agar keluarga yang sedang mengantar anak-anaknya bermain dapat sekaligus berbelanja, sehingga kegiatan ini juga berdampak positif pada perputaran ekonomi lokal di Kabupaten PALI.
Pihak Damkar PALI menyambut baik seluruh masukan tersebut dan berencana untuk berkoordinasi dengan pihak terkait serta pimpinan demi meningkatkan kualitas pelayanan pada minggu-minggu berikutnya. Pihak panitia juga mengimbau kepada para peserta dan orang tua untuk membagikan keseruan foto maupun video kegiatan ini ke media sosial seperti Facebook, TikTok, dan Instagram agar gaung edukasi keselamatan ini dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















