YKBHN RESMI LAPORKAN KADES MUHAMMAD JONOT KE POLRES PALI, DUGAAN ZALIMI HAK RAKYAT MENCUAK!

Sabtu, 28 Maret 2026 - 00:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Resmi Melapor: YKBHN melaporkan Kades Tempirai ke Polres PALI atas dugaan konflik kepentingan dalam pelayanan publik di tengah proyek cetak sawah rakyat. (Foto: Dok/pribadi)

Resmi Melapor: YKBHN melaporkan Kades Tempirai ke Polres PALI atas dugaan konflik kepentingan dalam pelayanan publik di tengah proyek cetak sawah rakyat. (Foto: Dok/pribadi)

PALI | tintamerah.co -, Tabir gelap tata kelola pemerintahan di Desa Tempirai kini memasuki babak baru yang lebih panas. Tak lagi sekadar teguran lisan, Yayasan Kajian Bantuan Hukum Nasional (YKBHN) secara resmi mengambil langkah tegas dengan melaporkan Pejabat Kepala Desa Tempirai, Muhammad Jonot, ke Kapolres PALI, Jumat (27/3/2026). Laporan ini merupakan buntut dari dugaan tindakan sewenang-wenang yang dianggap mencekik hak dasar warga di tengah hiruk-pikuk proyek strategis cetak sawah rakyat.

Perlawanan Terhadap “Tembok” Kekuasaan Desa

Langkah hukum ini dipicu oleh sikap bebal pihak desa yang tak kunjung menerbitkan Surat Ketetapan Tanah (SKT) milik Suparin, seorang warga yang kini harus berhadapan dengan tembok birokrasi yang kaku. Melalui surat nomor 008/YKBHN/TNG/III/2026 tertanggal 27 Maret 2026, Tim Kuasa Hukum dari YKBHN yang dipimpin oleh Dr. Subiyanto dan Sudiyanto, resmi meminta perlindungan hukum dan mendesak pembuatan Laporan Polisi (LP) terhadap sang Kades.

BACA JUGA  Kadis Kebudayaan dan Pariwisata PALI Dorong Candi Bumiayu dan Danau Kapok ke Tingkat Nasional

“Negara menjamin bahwa setiap orang berhak atas pengakuan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil. Namun, di Desa Tempirai, amanat konstitusi Pasal 28D ayat (1) ini seolah hanya menjadi pajangan kertas belaka,” tegas Dr. Subiyanto dalam keterangannya.

Bau Amis Konflik Kepentingan

YKBHN membidik Muhammad Jonot dengan pasal berlapis. Sang Kades diduga kuat melanggar Pasal 42 ayat (1) dan Pasal 43 ayat (1) huruf c UU No. 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. Aturan tersebut secara eksplisit melarang pejabat pemerintahan yang memiliki konflik kepentingan untuk menetapkan keputusan atau tindakan.

Dugaan semakin menguat karena penolakan penerbitan SKT ini disinyalir berhubungan erat dengan keterlibatan pihak-pihak tertentu dalam proyek cetak sawah. “Pejabat pemerintah dilarang bertindak diskriminatif. Jika ada hubungan dengan pihak yang terlibat, itu adalah pelanggaran berat terhadap Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB),” tambah pihak YKBHN.

BACA JUGA  Upayakan Penanganan Cepat Dan Tepat, Pertamina Zona 4 Berhasil Tangani Kebocoran Sumur RJA 54

Somasi Diabaikan, Jalur Hukum Menanti

Sebelum laporan ini mendarat di meja Kapolres PALI, AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, YKBHN sebenarnya telah melayangkan Somasi (Teguran) pada 9 Maret 2026. Namun, hingga tenggat waktu 26 Maret 2026 berakhir, Muhammad Jonot bergeming. Ia tetap enggan merevisi surat penolakan nomor 140/38/DT/II/2026 dan tak kunjung menerbitkan hak yang diminta klien kami.

Tanggapan Kades: “Sesuai Prosedur?”

Dikutip dari laporan Tinta Merah, Muhammad Jonot sebelumnya mencoba menepis tudingan “zhalim” tersebut. Ia mengklaim bahwa langkah yang diambilnya sudah sesuai dengan aturan yang berlaku di tingkat desa dan koordinasi dengan instansi terkait. Namun, pembelaan tersebut dianggap angin lalu oleh YKBHN yang menilai alasan desa tidak berdasar hukum dan justru merugikan masyarakat secara materiil maupun non-materiil.

BACA JUGA  Gerak Cepat Kawal Hak Rakyat, Bupati Asgianto Perintahkan Bagian Hukum dan Ekonomi Bergerak Taktis: "Kita Tidak Menghalangi Investasi, Tapi Jangan Sampai Masyarakat Dirugikan!"

Tak Main-main: Tembusan Sampai ke Kapolri

Keseriusan YKBHN dalam mengawal kasus ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Surat laporan perlindungan hukum ini tidak hanya dikirimkan ke tingkat lokal, tetapi juga ditembuskan ke petinggi Polri di Jakarta:

  1. Kapolri (via Bapak Andi Gani Nena Wea, S.H., M.H. – Penasehat Kapolri).
  2. Kapolda Sumatera Selatan.
  3. Klien Sdr. Suparin.
  4. Arsip.

Kini, bola panas ada di tangan Polres PALI. Akankah keadilan bagi Suparin tegak berdiri, ataukah praktik dugaan penyalahgunaan wewenang di tingkat desa akan terus melenggang tanpa tersentuh hukum? Publik menanti keberanian aparat untuk membongkar skandal di balik tanah Desa Tempirai.

 

Laporan: Efran | Editor: tintamerah.co

 

Berita Terkait

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?
Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!
Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi
Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!
Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah
Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal
PA GMNI PALI: Tidak Boleh Ada Rekrutmen Tertutup, Setiap Perusahaan Harus Terbuka dan Non-Diskriminatif
Firdaus Hasbullah: Tiga Tim ORADO PALI Siap Harumkan Nama Daerah di Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah

Berita Terbaru