Raih Rekor MURI, Bank Indonesia Sumsel Komitmen Jaga Ketahanan Pangan

Kamis, 11 Mei 2023 - 05:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel meraih rekor MURI pada Upacara Pembukaan PEDA KTNA XV Provinsi Sumatera Selatan, Rabu, (10/05/23) di Lapangan KONI Belitang, Kab. OKU Timur.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel meraih rekor MURI pada Upacara Pembukaan PEDA KTNA XV Provinsi Sumatera Selatan, Rabu, (10/05/23) di Lapangan KONI Belitang, Kab. OKU Timur.

Raih Rekor MURI, Bank Indonesia Sumsel Komitmen Jaga Ketahanan Pangan

Palembang | Tintamerah.co.id – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan (BI Sumsel), R. Erwin Soeriadimadja, menerima rekor MURI atas Pembuatan Pupuk Arang Sekam dan Asap Cair Menggunakan Alat Produksi Terbanyak.

Penghargaan ini disampaikan secara langsung oleh Direktur Operasional MURI, Yusuf Ngadri, di hadapan Gubernur Sumsel, H. Herman Deru, pada Upacara Pembukaan Pekan Daerah (PEDA) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XV Provinsi Sumatera Selatan hari Rabu, 10 Mei 2023 di Lapangan KONI Belitang, Kab. OKU Timur.

Dalam rangka menciptakan ketahanan pangan berkelanjutan, BI Sumsel telah berkomitmen memberikan 100 unit Alat Pengolah Pupuk Organik Sekam Arang kepada Asosiasi Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sumsel.

Komitmen ini merupakan hasil kolaborasi BI Sumsel dengan Pemerintah Kabupaten OKU Timur dan merupakan bagian dari empat program unggulan pengendalian inflasi pangan yang diluncurkan pada soft launching Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) pada 24 Februari 2023 lalu di Palembang oleh Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia, Ibu Aida S. Budiman.

Program GNPIP di Sumatera Selatan sendiri turut disinergikan dengan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP), program kemandirian pangan yang dicanangkan Pemerintah Sumsel pada Desember 2021.

BACA JUGA  Jum'at Berkah, Dandim 0430/BA Letkol Bagikan Paket Sembako Kepada Jajaran

Mesin pengolah pupuk organik sekam arang ini tidak hanya menawarkan solusi alternatif bahan baku bagi petani di tengah tingginya harga pupuk dunia dan dampak negatif penggunaan pupuk kimia.

Lebih dari itu, penggunaan mesin ini mampu mengoptimalkan kebermanfaatan sekam yang sebelumnya hanya menjadi limbah hasil panen saja.

Selain digunakan sebagai pupuk, asap cair hasil pengolahan sekam juga dapat dimanfaatkan sebagai pengusir hama pertanian, termasuk sebagai pembeku getah karet.

Dalam jangka panjang, penggunaan pupuk organik dapat menjadi solusi dalam memperbaiki kondisi tanah yang pada akhirnya dapat menjaga keberlangsungan produksi pangan sehingga Sumatera Selatan, khususnya wilayah OKU Timur dapat mempertahankan gelarnya sebagai lumbung pangan nasional, khususnya untuk komoditas padi.

Hamzah, yang mengharapkan agar inovasi ini dapat direplikasi oleh petani se-Sumsel maupun seluruh Indonesia.

“Di akhir Februari lalu, BI Sumsel telah meluncurkan program championship GNPIP yang salah satu diantaranya adalah Modernisasi Pertanian Memperkuat Sumsel sebagai Lumbung Pangan Nasional, dalam hal ini diwujudkan melalui pemberian bantuan 100 mesin penghasil pupuk organik. Dengan adanya bantuan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas petani di tengah kenaikan harga pupuk saat ini,” jelas Kepala Perwakilan Erwin.

BACA JUGA  Sebanyak 95,60 % Penduduk Kabupaten Ogan Ilir Terlindungi Program JKN

Lebih lanjut Erwin menjelaskan bahwa pada kesempatan tersebut BI Sumsel juga turut menyalurkan 78.000 benih cabai merah kepada para petani guna peningkatan produksi komoditas pangan melalui gerakan tanam (gertam) yang selaras dengan GSMP.

PEDA KTNA sendiri merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh KTNA se-Indonesia sebagai wadah bagi para petani-nelayan seluruh Indonesia untuk membangun sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing.

Kegiatan ini terdiri dari beberapa rangkaian acara yang berlangsung pada 10 s.d 15 Mei 2023.

Selain penyaluran bantuan alat modernisasi pertanian dan penguatan gertam, BI Sumsel turut mendukung pelaksanaan kegiatan capacity building kepada petani milenial yang mengusung tema digitalisasi pertanian pada 12 Mei 2023.

Adapun pada kegiatan ini menghadirkan narasumber terkait pengimplementasian digital farming baik di sisi hulu melalui implementasi alat sensor tanah dan cuaca untuk optimalisasi produksi pertanian, serta di sisi hilir melalui pemasaran produk pertanian melalui e-commerce.

Dalam sambutannya, Bupati Lanosin berharap kegiatan PEDA KTNA XV 2023 dapat mendorong minat pemuda untuk berusaha tani.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Desember 2022, Sumatera Selatan menjadi salah satu provinsi dengan angka surplus beras tertinggi.

BACA JUGA  Momentum Hut Banyuasin ke-23 Pemkab Banyuasin Gelar Upacara

Atas prestasi ini, Gubernur Herman Deru mengapresiasi kontribusi seluruh petani di Sumsel.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat, guna mendorong kesejahteraan petani diantaranya melalui penerbitan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) komoditas beras dan gabah, pelaksanaan program pendamping penyuluh ekonomi pertanian, serta pemberian bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dan pupuk.

Dalam sambutannya, Herman Deru menyarankan bahwa ke depan, diperlukan upaya ekstensifikasi pertanian guna menjaga produksi padi Sumsel. GSMP juga terus digalakkan sebagai upaya mengubah mindset masyarakat yang hasilnya mulai terlihat dari level inflasi Sumsel yang berada di bawah inflasi nasional.

Pada bulan April 2023, inflasi Sumatera Selatan terjaga dengan capaian sebesar 4,27% (yoy) atau lebih rendah dari inflasi nasional yang tercatat sebesar 4,33% (yoy).

Capaian ini tidak terlepas dari upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Se-Sumsel yang terus bersinergi dan berinovasi dalam menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga melalui penguatan implementasi kerangka 4K (ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, dan komunikasi efektif) dan komitmen GNPIP Sumsel yang terus direalisasikan.

Berita Terkait

Firdaus Hasbullah: Di Balik Survei, Aspirasi Rakyat PALI adalah Harga Mati
Menembus Tirai Pendidikan PALI: Efran Bawa Misi Transparansi ke Sekretariat Dewan Pendidikan
Sekda Kartika Yanti Tertular Bupati Asgianto: Komunikasi Publik Pemkab PALI Alami Pembusukan Moral, Kangkangi Perintah dan Sembunyi dari Wartawan
DI BALIK SENYAP BUPATI ASGIANTO: Bukan Bersembunyi, Menjemput Ratusan Miliar untuk PALI yang Diguncang Badai
Skandal Kelangkaan Gas Melon di PALI: Tokoh Masyarakat Muktar Jayadi Tuding Eksekutif Hingga Aparat Hukum Mandul Berjemaah Menghadapi Gerilya Mafia Energi
Ketukan Pintu di Ujung Senja: Langkah Nyata Lurah Talang Ubi Timur Memeluk Warga yang Rapuh
PALI KACAU: Birokrasi Tiarap, Sinergi Forkopimda Ambyar, Rakyat Menjerit di Tengah Tekanan Fiskal!
Pasca Iwan Tuaji Diamankan Kejati Sumsel: Bupati Asgianto ‘Menghilang’, Prokopim Sebut Dinas Luar ke Jakarta

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:31 WIB

Firdaus Hasbullah: Di Balik Survei, Aspirasi Rakyat PALI adalah Harga Mati

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:53 WIB

Menembus Tirai Pendidikan PALI: Efran Bawa Misi Transparansi ke Sekretariat Dewan Pendidikan

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:49 WIB

Sekda Kartika Yanti Tertular Bupati Asgianto: Komunikasi Publik Pemkab PALI Alami Pembusukan Moral, Kangkangi Perintah dan Sembunyi dari Wartawan

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:43 WIB

DI BALIK SENYAP BUPATI ASGIANTO: Bukan Bersembunyi, Menjemput Ratusan Miliar untuk PALI yang Diguncang Badai

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:00 WIB

Skandal Kelangkaan Gas Melon di PALI: Tokoh Masyarakat Muktar Jayadi Tuding Eksekutif Hingga Aparat Hukum Mandul Berjemaah Menghadapi Gerilya Mafia Energi

Berita Terbaru