PALI | tintamerah.co -, Genap satu tahun kepemimpinan Bupati Asgianto, ST dan Wakil Bupati Iwan Tuaji, SH di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, geliat perubahan semakin terasa nyata. Mengusung semangat pengabdian, duet kepemimpinan ini berhasil membawa Bumi Serepat Serasan mencatatkan rapor hijau di berbagai indikator makro pembangunan sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan data terbaru, PALI menunjukkan performa ekonomi yang impresif dengan Laju Pertumbuhan Ekonomi mencapai 5,72 persen pada triwulan ketiga tahun 2025. Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa kebijakan ekonomi yang dijalankan berada di jalur yang tepat.
Menekan Kemiskinan dan Ketimpangan
Salah satu keberhasilan mencolok terlihat pada penurunan angka kemiskinan. Di bawah komando Asgianto-Iwan Tuaji, angka kemiskinan di PALI berhasil ditekan menjadi 9,27 persen pada tahun 2025, turun signifikan dari tahun 2024 yang berada di angka 9,87 persen.
Tidak hanya turun secara kuantitas, kualitas pemerataan pembangunan juga membaik. Hal ini tercermin dari Rasio Gini yang menyentuh angka 0,243. Angka ini masuk dalam kategori rendah, yang berarti distribusi pendapatan di masyarakat semakin merata dan kesenjangan ekonomi semakin terkikis.
IPM PALI Tembus Kategori “Tinggi”
Prestasi membanggakan juga datang dari sektor sumber daya manusia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten PALI tahun 2025 melonjak ke angka 70,55, naik dari tahun sebelumnya sebesar 69,63.
“Kenaikan ini sangat prestisius karena status IPM Kabupaten PALI resmi naik kelas dari kategori Sedang menjadi kategori Tinggi,” ungkap juru bicara pemerintah setempat.
Sejalan dengan kenaikan IPM, tingkat pengangguran terbuka juga berhasil diredam menjadi 3,69 persen, lebih rendah dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 3,72 persen.
Realisasi Program Strategis: Dari Desa ke Kota
Keberhasilan angka-angka makro tersebut ditopang oleh realisasi program strategis yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, di antaranya:
- Infrastruktur & Hunian: Perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) serta penyediaan infrastruktur dasar, air bersih, dan sanitasi yang lebih layak.
- Ketahanan Pangan: Penguatan sektor pertanian melalui bantuan sarana produksi (Saprodi), peningkatan jaringan irigasi, dan pendampingan intensif bagi petani.
- Ekonomi Rakyat: Pemberdayaan UMKM melalui kemudahan fasilitasi perizinan dan perluasan akses pembiayaan modal usaha.
- Kesehatan: Peningkatan kualitas layanan kesehatan dengan penguatan fasilitas medis dan penambahan tenaga kesehatan yang tersebar hingga ke pelosok.
Dengan capaian di tahun pertama ini, Asgianto dan Iwan Tuaji membuktikan bahwa percepatan pembangunan bukan sekadar janji kampanye, melainkan kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat dari perkotaan hingga ke pelosok desa.















