Lawan Penurunan Reservoir, PEP Zona 4 Sukses ‘Hidupkan Kembali’ Sumur LBK-29: Produksi Melejit ke 552 BOPD!

Jumat, 3 April 2026 - 14:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak fasilitas stasiun pengumpul yang menerima aliran migas dari sumur LBK-29 setelah dilakukan optimalisasi teknologi pengangkatan buatan. PEP Zona 4 berkomitmen meningkatkan ketahanan energi nasional dengan memaksimalkan potensi sumur eksisting melalui metode yang efisien dan rendah risiko. (Foto: Dok. PHR Zona 4)

Tampak fasilitas stasiun pengumpul yang menerima aliran migas dari sumur LBK-29 setelah dilakukan optimalisasi teknologi pengangkatan buatan. PEP Zona 4 berkomitmen meningkatkan ketahanan energi nasional dengan memaksimalkan potensi sumur eksisting melalui metode yang efisien dan rendah risiko. (Foto: Dok. PHR Zona 4)

PRABUMULIH | tintamerah.co -, PT Pertamina EP Hulu Rokan (PHR) Zona 4 membuktikan bahwa inovasi dan ketepatan teknologi menjadi kunci dalam menjaga ketahanan energi nasional. Melalui strategi well intervention yang presisi, PHR  Zona 4 berhasil mereaktivasi sumur LBK-29 di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, dengan hasil yang sangat signifikan.

Tak sekadar kembali beroperasi, sumur ini mencatatkan lonjakan produksi yang fantastis. Berdasarkan uji alir pada 24 Maret 2026, sumur LBK-29 mampu menyumbang 552 barel minyak per hari (BOPD) serta gas sebesar 0,35 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Intervensi Cepat di Tengah Penurunan Alami

Sebelumnya, sumur yang berada di bawah wilayah kerja PEP Prabumulih Field ini sempat menjadi perhatian serius. Pada 13 Maret 2026, sumur LBK-029 yang awalnya memproduksi 205 BOPD berhenti mengalir total akibat menurunnya tenaga alamiah reservoir.

BACA JUGA  Pemkot Prabumulih Gelar Job Fair 2022

Merespons kondisi kritis tersebut, tim PHR Zona 4 bergerak cepat. Dalam kurun waktu empat hari (20-24 Maret 2026), dilakukan langkah intervensi menggunakan teknologi artificial lifting berupa Electric Submersible Pump (ESP).

” PHR Zona 4 tak hanya berfokus pada pengeboran sumur-sumur baru, tetapi juga melakukan optimalisasi sumur eksisting agar bisa mendorong peningkatan produksi migas secara efisien, rendah risiko, dan berkelanjutan,” tegas General Manager PHR Zona 4, Djudjuwanto dalam keterangan pers yang diterima tintamerah.co, Jumat (3/4/2026).

Keunggulan Teknologi ESP

Penggunaan ESP menjadi faktor pembeda dalam keberhasilan ini. Dengan prinsip pompa sentrifugal, minyak dari dasar sumur yang dalam didorong secara vertikal menuju permukaan untuk dialirkan ke stasiun pengumpul.

BACA JUGA  Pertandingan Turnamen Sepak Bola U-45 Walikota Cup Prabumulih

Metode ini dipilih karena beberapa keunggulan strategis:

  • Produktivitas Tinggi: Mampu memompa volume minyak dalam jumlah besar.
  • Stabilitas Operasi: Kendali operasional yang lebih stabil dan terukur.
  • Adaptabilitas: Sangat cocok untuk karakteristik sumur dalam seperti LBK-029.

Ketahanan Energi dan Budaya Keselamatan

Keberhasilan reaktivasi ini bukan sekadar pencapaian angka, melainkan manifestasi nyata komitmen Pertamina dalam mendukung target produksi migas nasional. Namun, Djudjuwanto menekankan bahwa produktivitas tinggi tidak boleh mengabaikan aspek keamanan.

“Keselamatan adalah budaya di Pertamina. Tidak ada target operasional yang lebih penting daripada memastikan keselamatan seluruh pekerja serta masyarakat dan lingkungan sekitar,” pungkasnya, merujuk pada prinsip ketat Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).

BACA JUGA  Heboh, Diduga Pipa Minyak Pertamina Bocor Mengalir Disungai Kelekar

Langkah agresif PHR Zona 4 ini menjadi sinyal positif bagi industri hulu migas di Sumatera Selatan, membuktikan bahwa dengan teknologi yang tepat, sumur-sumur tua atau yang sempat mati suri pun dapat kembali menjadi tulang punggung produksi energi tanah air.

 

Tentang PHR Regional Sumatra Zona 4: Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, Zona 4 mengelola wilayah kerja yang luas di Sumatera Selatan, mencakup tujuh lapangan (Field) yang tersebar di dua kota dan sembilan kabupaten. Operasionalnya berada di bawah koordinasi dan pengawasan ketat SKK Migas Perwakilan Sumbagsel.

 

Editor: Efran/tintamerah.co

 

Berita Terkait

Agresif & Inovatif! Pertamina EP Zona 4 Bor 90 Sumur, Sukses Amankan Ketahanan Energi Nasional
APM ‘Kepung’ PHR Zona 4: Bongkar Aroma Busuk Rekrutmen PDSI-PDC, Siap “Meledak” di DPRD 29 April!
Sempat Bungkam Soal Isu Biaya Jargas Rp 4,5 Juta, Dirut Petro Prabu Akhirnya Buka Suara dan Siap Blak-blakan Senin Besok!
Ocktaf Riadi Buka Suara Soal Retreat Pertamina LCLP 2025 di Yonzipur Prabumulih Dinilai untuk Membungkam Kebebasan Ekspresi
Deretan Pelatih Pembentukan Karakter Pertamina LCLP 2025 Zona 4
Manager Relation Pertamina Zona Ajak Alumni Retreat LCLP 2025 Jadi Pejuang Migas
Gubernur HD, Bupati dan Walikota Dijadwalkan akan Hadiri Penutupan Pertamina LCLP 2025 Zona 4
PPSDM Migas Cepu dan BNSP Uji Peserta Retreat Pertamina LCLP, Manager Relation: Itu Sertifikasi Level Tertinggi

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 09:19 WIB

Agresif & Inovatif! Pertamina EP Zona 4 Bor 90 Sumur, Sukses Amankan Ketahanan Energi Nasional

Selasa, 21 April 2026 - 20:26 WIB

APM ‘Kepung’ PHR Zona 4: Bongkar Aroma Busuk Rekrutmen PDSI-PDC, Siap “Meledak” di DPRD 29 April!

Minggu, 5 April 2026 - 08:43 WIB

Sempat Bungkam Soal Isu Biaya Jargas Rp 4,5 Juta, Dirut Petro Prabu Akhirnya Buka Suara dan Siap Blak-blakan Senin Besok!

Jumat, 3 April 2026 - 14:25 WIB

Lawan Penurunan Reservoir, PEP Zona 4 Sukses ‘Hidupkan Kembali’ Sumur LBK-29: Produksi Melejit ke 552 BOPD!

Minggu, 22 Juni 2025 - 15:02 WIB

Ocktaf Riadi Buka Suara Soal Retreat Pertamina LCLP 2025 di Yonzipur Prabumulih Dinilai untuk Membungkam Kebebasan Ekspresi

Berita Terbaru