PALI | tintamerah.co -, Komitmen PT PLN (Persero) dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat kembali dibuktikan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Menanggapi keluhan warga dan sorotan tajam dari pihak legislatif beberapa waktu lalu, tim teknis PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Pendopo mulai melakukan langkah konkret di lapangan.
Pantauan di lokasi pada Senin (27/4/2026), petugas PLN terlihat mulai melakukan pemasangan tiang listrik di Jalan Pancasila 2 dan 3, RT 26/RW 06, Kelurahan Talang Ubi Utara (kawasan Rejosari), Kecamatan Talang Ubi. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap kondisi infrastruktur kelistrikan yang sebelumnya dikeluhkan warga karena dianggap membahayakan.
Salah satu petugas PLN di lapangan, Mirlan, mengonfirmasi bahwa pengerjaan telah dimulai secara bertahap.
“Saat ini kami baru menyelesaikan pemasangan untuk satu tiang sebagai tahap awal. Untuk titik-titik lainnya akan menyusul secepatnya. Prosesnya saat ini sedang dalam tahap pengajuan dan koordinasi dari PLN Cabang Pendopo menuju kantor pusat di Lubuk Linggau. Kami pastikan proses ini akan berjalan cepat agar kebutuhan listrik warga di sini segera terpenuhi,” jelas Mirlan di lokasi kerja.
Menjawab Kekhawatiran Warga dan Desakan DPRD
Langkah respons cepat PLN ini sekaligus menjawab keresahan warga Rejosari yang sebelumnya diberitakan oleh Tinta Merah. Dalam laporan sebelumnya (Warga Rejosari PALI Was-was, Tiang Listrik Swadaya Rusak Parah dan Sering Konslet), warga mengeluhkan penggunaan tiang kayu swadaya yang sudah lapuk dan kabel yang menjuntai rendah hingga sering memicu korsleting.
Kondisi tersebut bahkan sempat memicu reaksi keras dari anggota DPRD PALI, Firdaus Hasbullah. Sebagaimana dilansir dalam berita (Legislator PALI Berang, Firdaus Hasbullah Desak PLN Pendopo Segera Atasi ‘Bom Waktu’ Listrik di Rejosari), ia mendesak PLN untuk tidak menutup mata terhadap infrastruktur yang dianggapnya sebagai “bom waktu” bagi keselamatan warga.
Pernyataan Resmi Kepala ULP PLN Pendopo
Menanggapi hal tersebut, Kepala ULP PLN Pendopo, Dede Irawan, menegaskan bahwa pihaknya sangat serius dalam menjaga keandalan pasokan listrik. Berdasarkan hasil evaluasi lapangan, ia membenarkan adanya penurunan keandalan pada Jaringan Tegangan Rendah (JTR) di wilayah tersebut.
“Berdasarkan hasil pengecekan tim teknis, gangguan memang disebabkan oleh kondisi JTR yang mengalami penurunan kualitas, adanya riwayat korsleting, serta beberapa tiang kayu yang telah mengalami pelapukan atau keropos,” ungkap Dede Irawan saat diwawancarai tintamerah.co, Rabu (29/4/2026).
Sebagai langkah penanganan, PLN Pendopo tidak hanya melakukan perbaikan darurat tetapi juga melakukan langkah sistematis:
- Penggantian Infrastruktur: Melakukan penggantian tiang yang tidak layak serta pembenahan sambungan kabel jaringan untuk mempercepat penormalan pasokan.
- Peningkatan Kapasitas: Menambah tiang listrik untuk memperkuat jaringan distribusi dan mengakomodasi sambungan baru.
- Usulan Jangka Panjang: PLN Pendopo telah mengusulkan program perbaikan jaringan secara menyeluruh kepada UP3 Lubuk Linggau guna memastikan keandalan sistem dalam jangka panjang.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat selama ini. Kami juga mengucapkan terima kasih atas pengertian dan dukungan warga. PLN berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan demi memastikan pasokan listrik yang andal, aman, dan berkelanjutan,” pungkas Dede.
Kehadiran petugas PLN di lapangan disambut antusias oleh warga. Mereka berharap pembangunan infrastruktur ini segera rampung secara menyeluruh sehingga kekhawatiran akan korsleting dan gangguan listrik yang sering terjadi tidak lagi menghantui aktivitas sehari-hari.
Penulis: Alber Irawan | Editor: Efran













