PALI | tintamerah.co -, Komitmen pasangan pemimpin Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, Bupati Asgianto dan Iwan Tuaji, dalam merevolusi sektor kesehatan bukan sekadar janji manis di atas kertas alias omon-omon. Setelah sukses memicu perhatian nasional dan mengunci anggaran fantastis dari pusat, bukti nyata kembali tersaji di Bumi Serepat Serasan.
Bukan hanya bangunan fisik megah berlantai 4 yang akan berdiri, RSUD Talang Ubi dipastikan bakal langsung beroperasi dengan sokongan Alat Kesehatan (Alkes) modern siap pakai senilai lebih dari Rp 20 miliar yang digelontorkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Kepastian ini terungkap dalam rapat aanwijzing (penjelasan proyek) Pembangunan Gedung PHTC (Public Health Center) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talang Ubi yang digelar di aula rumah sakit, Kamis (7/5/2026). Rapat penting yang dihadiri lintas dinas dan instansi terkait ini mempertegas bahwa pembangunan megaproyek ini bergerak dengan presisi tinggi dan terintegrasi secara komprehensif.
Paket Lengkap: Gedung Megah Sekaligus Alkes Modern
Perwakilan Kemenkes RI, Subhan, yang hadir langsung dalam agenda tersebut menegaskan bahwa pemerintah pusat di bawah era Presiden Prabowo Subianto tidak setengah-setengah dalam melakukan pemerataan layanan kesehatan nasional. RSUD Talang Ubi kini resmi menjadi target prioritas.
“Jadi untuk gedung ini sudah dipersiapkan, Insya Allah nanti akan ada papan proyek. Itu akan tahu berapa uang yang disiapkan pemerintah untuk pembangunan gedung ini dan dilengkapi dengan peralatannya. Kalau saya tidak salah, peralatan yang disiapkan untuk peralatan itu sudah ada uang lebih 20 miliar,” ujar Subhan tegas saat diwawancarai tintamerah.co selepas aanwijzing (penjelasan proyek) Pembangunan Gedung PHTC, Kamis (7/5/2026).
Subhan menjelaskan, proyek ini akan dieksekusi tahun ini juga melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang berbeda untuk menjamin kecepatan dan ketepatan spesifikasi. Pemerintah pusat memastikan bahwa gedung baru ini tidak akan menjadi bangunan kosong.
“Pemerintah tidak cuma menyiapkan OKA-nya (Operative Kamer/Kamar Operasi), tapi ada meja operasinya, ada lampunya. Jadi peralatan alkesnya disiapkan. Paket komprehensif; ada gedungnya, ada uangnya, ada alatnya, sudah jalan,” tambahnya.
Lompatan Besar Menuju Rumah Sakit “Naik Kelas”
Gebrakan alokasi Alkes Rp 20 miliar ini menjadi jawaban langsung atas rangkaian laporan tintamerah.co sebelumnya terkait sepak terjang kepemimpinan di PALI. Ini adalah kelanjutan dari tangan dingin Bupati Asgianto yang sukses menggondol dana pusat sebesar Rp 121 miliar hingga Rp 150 miliar demi menyulap RSUD Talang Ubi menjadi mercusuar kesehatan di Sumatera Selatan.
Langkah taktis Asgianto-Iwan Tuaji ini sekaligus menuntaskan cita-cita besar Heri Amalindo untuk membawa RSUD Talang Ubi naik kelas, memastikan masyarakat PALI tidak perlu lagi berobat jauh ke Palembang atau Jakarta untuk mendapatkan penanganan medis spesifik.
Penguatan SDM: Kolaborasi dengan RS Pengampu Nasional
Kemenkes RI sadar betul bahwa alkes modern dan canggih memerlukan operator yang andal. Oleh karena itu, paralel dengan pembangunan fisik, penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga medis akan dikebut tahun ini juga.
Subhan memaparkan, pihak Kemenkes akan segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan RSUD Talang Ubi untuk memetakan kebutuhan tenaga spesialis yang selaras dengan fasilitas baru, seperti Cath Lab (laboratorium kateterisasi jantung), MOT (Modular Operating Theater), hingga unit Hemodialisis (cuci darah).
“Untuk SDM, kita akan bergerak cepat tahun ini juga dan berkoordinasi dengan rumah sakit pengampu, mulai dari Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang hingga beberapa rumah sakit rujukan utama di Jakarta,” jelas Subhan.
Pihaknya memastikan persiapan SDM ini tidak akan menghambat pemanfaatan fasilitas. “Apakah nanti mereka akan disekolahkan atau cukup dilatih selama 3 hingga 6 bulan, yang penting ketika sarana dan prasarana (sarpras) selesai, itu langsung bisa digunakan. Hubungannya jelas; ada Cath Lab harus ada spesialis jantungnya, ada MOT harus ada spesialis bedahnya, ada hemodialisis harus ada penyakit dalam konsultan ginjalnya. Kita bekerjasama,” urainya secara lugas.
Target Akhir 2027: Siap Beroperasi Penuh
Dengan perencanaan yang matang dan koordinasi yang solid antara Pemerintah Kabupaten PALI dan Kemenkes RI, megaproyek yang menjadi kebanggaan baru masyarakat Bumi Serepat Serasan ini ditargetkan rampung dan siap digunakan pada akhir tahun depan.
“Insya Allah semua bergerak cepat di tahun ini juga. Dan mudah-mudahan di akhir 2027, gedung ini sudah bisa digunakan secara penuh untuk melayani masyarakat. Mohon doanya agar semua berjalan lancar,” tutup Subhan optimis.
Gebrakan nyata ini menjadi bukti sahih: di bawah komando Asgianto-Iwan Tuaji, pelayanan kesehatan premium bukan lagi sekadar impian atau jualan politik, melainkan realitas yang sedang dieksekusi nyata di depan mata.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















