Skandal Cetak Sawah Tempirai: Wabup Iwan Tuaji Ultimatum Dinas dan Gapoktan, Jangan Jadikan Program Presiden Lahan Korupsi Pribadi!

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji, saat memberikan keterangan pers di ruang kerjanya, Senin (18/5/2026). Ia mengeluarkan ultimatum keras kepada Dinas Pertanian, Kades, dan Kelompok Tani agar tidak menyalahgunakan bantuan cetak sawah, pupuk, serta alsintan demi keuntungan pribadi, sekaligus menegaskan komitmen Pemkab PALI dalam mengawal program swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Dok/Santo)

Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji, saat memberikan keterangan pers di ruang kerjanya, Senin (18/5/2026). Ia mengeluarkan ultimatum keras kepada Dinas Pertanian, Kades, dan Kelompok Tani agar tidak menyalahgunakan bantuan cetak sawah, pupuk, serta alsintan demi keuntungan pribadi, sekaligus menegaskan komitmen Pemkab PALI dalam mengawal program swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Dok/Santo)

Peringatan keras tanpa kompromi dari Wakil Bupati PALI kepada Kelompok Tani (Gapoktan), Kepala Desa, dan Dinas Pertanian agar tidak melakukan praktik transaksional serta memperkaya diri dari bantuan pupuk/alsintan, demi mengawal suksesi program swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto.

 

PALI | tintamerah.co -, Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Iwan Tuaji, mengeluarkan peringatan keras dan tanpa kompromi terkait mencuatnya dugaan skandal cetak sawah di Desa Tempirai, yang diwarnai dengan karut-marut penyalahgunaan bantuan pupuk serta alat mesin pertanian (alsintan).

Ditemui langsung di ruang kerjanya pada Senin (18/5/2026), orang nomor dua di Bumi Serepat Serasan ini menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan memberikan toleransi sedikit pun bagi siapa saja—baik oknum aparatur desa maupun internal Dinas Pertanian—yang berani menyabotase program strategis nasional tersebut demi keuntungan pribadi.

Peringatan Keras Wabup PALI: “Jangan Main-Main, Tanggung Jawab Sendiri-Sendiri!”

Dalam wawancara eksklusif yang berlangsung tajam dan lugas, Wabup Iwan Tuaji mengirimkan sinyal perang terhadap praktik transaksional dan penyelewengan bantuan pertanian yang seharusnya menjadi hak mutlak masyarakat luas. Di hadapan media, ia langsung membidik kelompok tani (kapoktan/gapoktan) serta dinas terkait yang membawahi program cetak sawah di 19 desa di wilayah Bumi Serepat Serasan.

BACA JUGA  Tim Elang Ringkus Dua Begal Sadis di Bumi Serepat Serasan

“Pesan kami dari pemerintah daerah Kabupaten PALI, terhadap seluruh kapoktan yang ada di Kabupaten PALI, jangan pernah bermain-main untuk masalah program cetak sawah! Baik itu pupuk, ataupun alat-alat pertanian yang sudah didistribusikan oleh Bapak Bupati kemarin, harus diterima manfaatnya dan dipergunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat,” tegas Iwan Tuaji dengan nada bicara yang berwibawa dan penuh penekanan.

Ia menambahkan dengan kalimat menohok bahwa seluruh bantuan yang digelontorkan negara tidak boleh dipungut biaya atau dijadikan komoditas bisnis oknum tertentu.

“Tidak ada transaksional di situ, karena itu sudah diberikan dan sudah menjadi tanggung jawab. Jangan pernah berpikir untuk menjadikan hal itu menjadi keuntungan pribadi! Jangan pernah berpikir itu bisa menghasilkan keuntungan bagi pribadi!” cetusnya.

Wabup mengingatkan bahwa konsekuensi hukum dari tindakan memperkaya diri sendiri di atas hak petani akan ditanggung secara personal oleh para pelaku. Pemerintah daerah dipastikan lepas tangan jika ada oknum yang terciduk aparat penegak hukum.

BACA JUGA  Gaji Buta di Balik Kursi Kosong: 8 Legislator PALI Mangkir, Amanah Rakyat Digadai Alasan Klasik!

“Itu ada sanksinya. Jadi, pesan kami, itu dipertanggungjawabkan sendiri-sendiri, baik itu oleh Kepala Desa (Kades) ataupun apalah pemerintah daerah yang ada di Kabupaten PALI,” pungkasnya secara lugas.

Mendukung Penuh Misi Presiden Prabowo Subianto

Di balik ketegasannya, Iwan Tuaji menjelaskan bahwa program cetak sawah, distribusi pupuk, dan pembagian alsintan di Kabupaten PALI merupakan perpanjangan tangan langsung dari visi swasembada pangan nasional yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia.

“Yang paling penting dari situ, pergunakan untuk kepentingan masyarakat, untuk program cetak sawah. Pupuk itu diberikan ke masyarakat untuk mendukung program Presiden. Maksudnya, Kabupaten PALI ini harus bersama-sama bergerak. Jelas perintah Bapak Bupati untuk kita bersama-sama mendukung, mensukseskan misi-misi dari Presiden Prabowo Subianto,” jelas Wabup.

Kendati bersikap tegas dan tanpa ampun bagi para pelanggar, Iwan menyatakan bahwa Pemkab PALI tetap membuka pintu komunikasi seluas-luasnya bagi kelompok tani yang menghadapi kendala teknis atau manajemen di lapangan agar tidak salah arah.

BACA JUGA  Dj Gilang Goyang Pengunjung PALI Night Culinary, Ekonomi dan Kreativitas Warga Makin Bergairah

“Tapi, insyaallah kami pemerintah daerah welcome, tangan terbuka ke seluruh kapoktan/gapoktan apabila ada permasalahan-permasalahan yang ada di lapangan,” ujarnya.

Kelanjutan dari Komitmen: “Kami Tidak Akan Melindungi Oknum!”

Pernyataan keras Wabup Iwan Tuaji pada Senin ini mempertegas sekaligus memperpanjang sikap konkrit Pemkab PALI yang sebelumnya telah dilaporkan oleh tintamerah.co dalam pemberitaan berjudul “Wabup PALI Tegas: Kami Tidak Akan Melindungi Oknum Desa dan Pemkab yang Bermain Skandal Cetak Sawah”.

Dalam laporan media sebelumnya, Pemkab PALI secara terbuka menyatakan tidak akan menjadi tameng pelindung bagi mafia pupuk, penyeleweng alsintan, ataupun oknum dinas dan desa yang mencoba menggerogoti proyek cetak sawah di seluruh wilayah Kabupaten PALI.

Dengan adanya penegasan terbaru ini, sinyalemen bahwa Dinas Pertanian dan seluruh jajaran gapoktan kini berada di bawah pengawasan ketat (radar merah) semakin nyata. Jika terbukti ada penyelewengan, sanksi administratif hingga pidana dipastikan akan langsung menyeret para pelaku ke meja hijau tanpa pandang bulu.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?
Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!
Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi
Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!
Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah
Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal
PA GMNI PALI: Tidak Boleh Ada Rekrutmen Tertutup, Setiap Perusahaan Harus Terbuka dan Non-Diskriminatif
Firdaus Hasbullah: Tiga Tim ORADO PALI Siap Harumkan Nama Daerah di Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah

Berita Terbaru