OPINI: Menakar Anomali Kinerja Keuangan PALI: Mengapa WTP Mendadak Jadi Barang Langka di Era Sekda Kartika Yanti?

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mewakili Bupati Ir. H. Heri Amalindo, MM, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kartika Yanti, S.H., M.H., menerima penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kementerian Keuangan RI. Penyerahan penghargaan ini dilakukan secara simbolis oleh Kepala Bidang Perbendaharaan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumsel, Muhammad Syukur, di Kantor Bupati PALI, Rabu (26/10/2022). Penghargaan ini menandai kesuksesan PALI dalam meraih predikat WTP empat kali berturut-turut. (Foto: Dok/Tangkapan layar rmolsumsel.id)

Mewakili Bupati Ir. H. Heri Amalindo, MM, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kartika Yanti, S.H., M.H., menerima penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kementerian Keuangan RI. Penyerahan penghargaan ini dilakukan secara simbolis oleh Kepala Bidang Perbendaharaan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumsel, Muhammad Syukur, di Kantor Bupati PALI, Rabu (26/10/2022). Penghargaan ini menandai kesuksesan PALI dalam meraih predikat WTP empat kali berturut-turut. (Foto: Dok/Tangkapan layar rmolsumsel.id)

tintamerahNEWS -, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan dulunya adalah potret daerah otonomi baru yang gemilang dalam tata kelola keuangan. Di bawah kepemimpinan Bupati Heri Amalindo, kabupaten muda ini berhasil mengukir prestasi emas dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI berkali-kali. Rekam jejaknya jelas dan tak terbantahkan: tahun 2017 menjadi tonggak sejarah WTP pertama, disusul pembuktian konsistensi pada tahun 2019, 2020, dan 2021. Empat kali WTP bukanlah kebetulan; itu adalah buah dari kedisiplinan dan sinergi birokrasi yang kokoh.

Namun, roda berputar, dan sebuah anomali besar kini membayangi Bumi Serepat Serasan. Publik kini mulai melayangkan gugatan kritis: Mengapa setelah memasuki era kepemimpinan Kartika Yanti, S.H., M.H., sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif sejak dilantik pada 21 Februari 2022, PALI justru tampak kepayahan mempertahankan tradisi emas tersebut? Mengapa opini WTP yang dulunya rutin digenggam kini mendadak menjadi barang langka dan sulit diraih?

Paradoks Jaksa Aktif Pertama dan Kenyataan Lapangan

Pelantikan Kartika Yanti empat tahun lalu disambut dengan ekspektasi setinggi langit. Beliau menorehkan tinta emas sebagai jaksa aktif pertama di Indonesia yang menduduki jabatan Sekda definitif, setelah sebelumnya menjabat sebagai Pj. Sekda dan Inspektur Daerah Kabupaten PALI. Secara logika awam, latar belakangnya yang kuat dari korps Adhyaksa dan pengalamannya memimpin lembaga pengawas internal (Inspektorat) seharusnya menjadi jaminan mutu. PALI diyakini akan semakin bersih, tertib administrasi, dan kebal dari kecacatan laporan keuangan.

BACA JUGA  NYANYIAN "MAUT" UBAIDILLAH: BONGKAR SKANDAL JALUR TIKUS PERTAMINA ADERA, REKRUTMEN HANYA FORMALITAS, SKK MIGAS HARUS TURUN GUNUNG!

Namun, kenyataan di lapangan justru memperlihatkan penurunan performa (degradasi) yang tajam. Kehadiran figur penegak hukum di puncak birokrasi tertinggi ASN PALI tampaknya gagal ditransformasikan menjadi energi peningkatan kualitas pelaporan. Ironisnya, alih-alih meroket, tata kelola keuangan pasca-2021 justru melorot, memicu tanda tanya besar: Apakah ada sumbatan komunikasi birokrasi? Ataukah ketegasan latar belakang hukumnya justru menciptakan kekakuan administrasi yang menghambat fleksibilitas manajerial Organisasi Perangkat Daerah (OPD)?

Menolak Lupa: Ambisi Besar di Laporan rmolsumsel.id

Untuk memahami betapa dalamnya kemerosotan ini, kita harus membuka kembali lembaran digital dari laporan rmolsumsel.id, Rabu (22/10/2022), yang berjudul “Kabupaten PALI Sukses Raih WTP Empat Kali Berturut-Turut”.

Dalam laporan tersebut, tercatat momen manis ketika Sekda PALI Kartika Yanti menerima piagam penghargaan WTP dari Kementerian Keuangan untuk pelaporan keuangan tahun 2021 yang diserahkan pada akhir Oktober 2022. Dengan penuh rasa percaya diri dan ambisi besar, Kartika Yanti saat itu melontarkan pernyataan yang kini terdengar seperti pepesan kosong.

BACA JUGA  Kapolsek Talang Ubi Kompol A.Damawan,.S.H Hadiri Roadshow Percepatan Penurunan Stunting

Beliau mengutip komitmennya:

“Penghargaan predikat WTP ini untuk pelaporan keuangan tahun 2021, dan kami bertekad pertahankan ini. Karena kalau lima kali mendapatkan penghargaan predikat WTP, maka Kementerian Keuangan akan memberikan plakat,” tegas Kartika Yanti dengan nada optimis saat itu.

Kini, kutipan tersebut laksana bumerang yang menghantam balik wajah birokrasi PALI. Tekad tinggal tekad, plakat impian dari Menteri Keuangan Sri Mulyani pun menguap menjadi angan-angan yang tak kesampaian. Kegagalan mempertahankan ritme WTP setelah pelaporan tahun 2021 adalah tamparan keras bagi kredibilitas sang Sekda sebagai “Jenderal ASN”.

Di Mana Letak Salahnya? Sebuah Kritik Pedas

Sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Sekda adalah motor penggerak utama. Jika laporan keuangan daerah mengalami penurunan kualitas, maka telunjuk pertama harus diarahkan ke meja Sekda. Kelemahan koordinasi, lemahnya supervisi terhadap OPD, serta mandeknya fungsi pembinaan aparatur ditengarai menjadi akar masalah dari anomali performa ini.

BACA JUGA  Diduga 'Zolimi' Hak Rakyat, Kades Tempirai Disomasi YKBHN: Skandal Penolakan SKT di Tengah Proyek Cetak Sawah Rakyat!

Sangat memprihatinkan melihat daerah yang sudah memiliki modal tata kelola keuangan yang baik (empat kali WTP) justru kehilangan arah ketika dipimpin oleh seseorang yang memiliki latar belakang mumpuni di bidang pengawasan dan hukum. Ini adalah sebuah ironi yang pedas: PALI seperti layu sebelum berkembang di sektor administrasi keuangan justru di saat dipimpin oleh seorang mantan Kepala Inspektorat.

Publik PALI tidak butuh retorika di media atau sekadar kebanggaan atas status “jaksa aktif pertama”. Yang dibutuhkan masyarakat adalah bukti nyata berupa transparansi, akuntabilitas, dan kembalinya predikat WTP sebagai standar minimal kehormatan daerah. Jika tata kelola anggaran terus dibiarkan berjalan tanpa evaluasi radikal, maka kepemimpinan birokrasi saat ini akan dicatat dalam sejarah PALI bukan sebagai pembawa kemajuan, melainkan sebagai era di mana tradisi prestasi keuangan daerah resmi terhenti. Saatnya Sekda PALI bangun dari tidur nyenyaknya, berbenah, atau bersiap menghadapi penghakiman persepsi publik yang kian mendingin!

 

Oleh: Efran

Berita Terkait

Berlindung di Balik Dalih “Uji Coba Mesin”, PT Aburahmi Coba Kelabuhi Pemkab dan Publik PALI
Sidak Gabungan PALI Bongkar Borok PT Aburahmi: DPMPTSP Ungkap Belum Kantongi Izin Operasional, Publik Desak Ketegasan Hukum!
Bedah Tuntas Spesifikasi Komprehensif Unit Baru Damkar PALI: Perpaduan Merk Global, Ketangguhan Chassis Heavy-Duty, dan Teknologi Pemadaman Mutakhir
Wujudkan Visi Bupati Asgianto, Damkar PALI Geber Armada Baru demi Target Seluruh Kecamatan Miliki Pos Pemadam
Catatan Kritis Reses Firdaus Hasbullah di Talang Ubi: Kekeringan, Jalan Tani, hingga Absennya OPD Menjadi Sorotan Utama
Membuka Urat Nadi Ekonomi Regional: Firdaus Hasbullah Ungkap Diskursus Strategis Akses Jalan Talang Ubi Menuju Musi Rawas
Reses Wakil Ketua II DPRD PALI Firdaus Hasbullah: Keterbatasan Anggaran Bukan Halangan, Konsorsium Migas dan Perjuangan Pusat Jadi Solusi Pembangunan Talang Ubi
Tegas! Firdaus Hasbullah Perjuangkan Kembalikan Pemotongan Anggaran Rp300–500 Miliar dari Pusat untuk PALI di 2027

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:31 WIB

Berlindung di Balik Dalih “Uji Coba Mesin”, PT Aburahmi Coba Kelabuhi Pemkab dan Publik PALI

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Sidak Gabungan PALI Bongkar Borok PT Aburahmi: DPMPTSP Ungkap Belum Kantongi Izin Operasional, Publik Desak Ketegasan Hukum!

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:51 WIB

Bedah Tuntas Spesifikasi Komprehensif Unit Baru Damkar PALI: Perpaduan Merk Global, Ketangguhan Chassis Heavy-Duty, dan Teknologi Pemadaman Mutakhir

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:32 WIB

Wujudkan Visi Bupati Asgianto, Damkar PALI Geber Armada Baru demi Target Seluruh Kecamatan Miliki Pos Pemadam

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:51 WIB

Catatan Kritis Reses Firdaus Hasbullah di Talang Ubi: Kekeringan, Jalan Tani, hingga Absennya OPD Menjadi Sorotan Utama

Berita Terbaru