Camat Talang Ubi Dinilai Alergi Wartawan, Edo Saputra: Demokrasi Sehat Butuh Pemerintah Terbuka

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh pemuda revolusioner PALI, Edo Saputra, S.Pd., menyoroti sikap anti-kritik Camat Talang Ubi, Atmo Maryono, yang dinilai alergi terhadap konfirmasi media. (Foto: Dok/Istimewah)

Tokoh pemuda revolusioner PALI, Edo Saputra, S.Pd., menyoroti sikap anti-kritik Camat Talang Ubi, Atmo Maryono, yang dinilai alergi terhadap konfirmasi media. (Foto: Dok/Istimewah)

PALI | tintaemerah.co -, Sikap Camat Talang Ubi, Atmo Maryono, yang berulang kali diduga menghindari konfirmasi wartawan menuai kritik keras. Aksi “kucing-kucingan” yang sebelumnya sempat disorot oleh tintamerah.co dalam laporan bertajuk “Terjangkit Virus Alergi Wartawan, Camat Talang Ubi Atmo Maryono Beraksi Bak Ninja Saat Dikonfirmasi”, kini memicu reaksi tajam dari kalangan pemuda di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.

Tokoh pemuda revolusioner PALI, Edo Saputra, S.Pd., menegaskan bahwa perilaku menghindar dari media adalah cermin buruknya komitmen pejabat terhadap prinsip keterbukaan informasi publik dan akuntabilitas pemerintahan.

Menurut Edo, pejabat yang alergi terhadap media bukan hanya merendahkan marwah profesi wartawan, tetapi juga mencederai hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang jujur dan utuh.

“Ketika seorang pejabat publik memilih menghindar dari konfirmasi, yang sesungguhnya sedang ia jauhi bukan wartawannya, melainkan hak masyarakat untuk tahu kebenaran. Jabatan publik itu amanah, bukan simbol kekuasaan untuk sembunyi,” tegas Edo tintamerah.co kepada , Rabu (24/6/2026).

BACA JUGA  Kabag Tapem Setda PALI: Hero akan Dilantik 18 Juni 2021

Edo menambahkan bahwa di era demokrasi saat ini, keterbukaan adalah napas pemerintahan. Mengutip pemikiran Anies Baswedan, ia mengingatkan bahwa “Demokrasi yang sehat lahir dari pemerintahan yang terbuka dan masyarakat yang kritis.”

“Rakyat berhak tahu bagaimana uang rakyat dikelola dan bagaimana kebijakan diambil. Jangan buat kesan birokrasi di PALI anti-kritik. Pemimpin yang kuat adalah mereka yang berani menjawab pertanyaan dan berani mempertanggungjawabkan kebijakan di depan publik,” lugas Edo.

Edo pun mendesak Pemerintah Kabupaten PALI untuk segera mengevaluasi pola komunikasi pejabat di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa pers adalah mitra strategis dalam pengawasan, bukan ancaman. Kalangan pemuda di PALI berkomitmen akan terus mengawal transparansi birokrasi demi memastikan pemerintahan berjalan selaras dengan kepentingan rakyat.

BACA JUGA  Skandal Dugaan 'Setoran' di Balik Meja Sekwan PALI: Dana Publikasi Disamakan dengan Proyek Fisik?

Redaksi Akan Terus Mengejar

Sikap menghindar dan menutup diri yang ditunjukkan oleh Atmo Maryono tidak akan menghentikan langkah tintamerah.co. Sebagai pilar demokrasi, kami memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk terus mengawal transparansi anggaran serta program kerja di Kecamatan Talang Ubi.

Redaksi tintamerah.co tidak akan berhenti mengejar Atmo Maryono sampai mendapatkan jawaban gamblang atas pertanyaan-pertanyaan publik yang selama ini ia hindari. Publik berhak tahu ada apa di balik perilaku alergi wartawan yang ia pertontonkan.

BACA JUGA  Fryda Lucyana Sampaikan Pesan Mendalam lewat Video Musik Single “Sumpahku”

Sesuai dengan kode etik jurnalistik dan semangat keterbukaan informasi, tintamerah.co tetap memberikan ruang hak jawab yang seluas-luasnya bagi Atmo Maryono. Kami menunggu pernyataan resmi dan klarifikasi yang jujur dari sang Camat, kapan pun ia siap untuk menghadapi kenyataan di depan mikrofon dan kamera wartawan, bukan dengan mengunci pintu ruang kerja.

BACA JUGA  Harga Ganti Rugi Seismik Sudah Kedaluwarsa, Bupati PALI Layangkan Surat, Desak Gubernur Sumsel Revisi Aturan

Sampai kapan Anda akan terus bersembunyi, Pak Camat?

Sikap tertutup ini jelas mencederai semangat keterbukaan informasi publik. Sebagai pejabat yang digaji oleh negara, Atmo Maryono seharusnya sadar bahwa posisi wartawan adalah mitra pengawasan dalam mengawal pembangunan di Bumi Serepat Serasan. Menghindar, mengunci pintu, dan “bermain petak umpet” dengan media bukanlah cerminan dari pemimpin yang amanah dan transparan.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

 

Berita Terkait

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?
Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!
Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi
Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!
Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah
Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal
PA GMNI PALI: Tidak Boleh Ada Rekrutmen Tertutup, Setiap Perusahaan Harus Terbuka dan Non-Diskriminatif
Firdaus Hasbullah: Tiga Tim ORADO PALI Siap Harumkan Nama Daerah di Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah

Berita Terbaru