“Mumpung Saksi Tua Masih Hidup,” H. Husni Thamrin Desak Penyelesaian Segera Polemik Tapal Batas di PALI, Sentil Polemik Desa Tempirai Selatan hingga Batas Kabupaten

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD PALI Fraksi Hanura, H. Husni Thamrin, saat ditemui Tintamerah.co di Stadion Gelora November, Pendopo, Sabtu (15/8/2026), menyerukan percepatan penyelesaian sengketa tapal batas wilayah di Kabupaten PALI demi kepastian hukum masyarakat. (Foto: Dok/tintamerah.co)

Anggota DPRD PALI Fraksi Hanura, H. Husni Thamrin, saat ditemui Tintamerah.co di Stadion Gelora November, Pendopo, Sabtu (15/8/2026), menyerukan percepatan penyelesaian sengketa tapal batas wilayah di Kabupaten PALI demi kepastian hukum masyarakat. (Foto: Dok/tintamerah.co)

PALI | tintamerah.co -, Polemik tapal batas di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan kembali menyita perhatian publik. Bukan sekadar urusan administrasi, sengketa wilayah ini dinilai berpotensi menjadi “bom waktu” yang mengancam kepastian hukum dan sosial bagi masyarakat setempat.

Anggota DPRD PALI dari Fraksi Hanura, H. Husni Thamrin, secara tegas mendesak Pemerintah Kabupaten PALI untuk menjadikan penyelesaian tapal batas sebagai agenda prioritas. Pernyataan ini disampaikan Husni saat ditemui tintamerah.co di sela-sela aktivitas olahraga pagi di Lapangan Stadion Gelora November, Pertamina, Pendopo, Sabtu (15/8/2026).

Urgensi Keterlibatan “Saksi Sejarah”

Husni menekankan bahwa kunci penyelesaian sengketa wilayah saat ini terletak pada pemanfaatan momentum. Ia mengingatkan bahwa saat ini masih terdapat generasi sepuh—saksi hidup—yang memegang teguh sejarah pembagian wilayah.

“Sebagai anggota dewan, saya menekankan pentingnya langkah cepat mumpung saksi-saksi tua kita masih ada. Kita bisa bertanya langsung kepada mereka tentang batas wilayah kabupaten, kecamatan, hingga desa. Jika mereka sudah tiada, kita hanya akan mewarisi cerita ‘katanya’ dari anak cucu, dan itu sangat riskan secara hukum dan administratif,” tegas Husni.

BACA JUGA  Prioritas 2027 atau "Keajaiban" di APBD Perubahan 2026: Dinas PUTR PALI Kunci Nasib Jalan Tempirai

Menurutnya, polemik yang sempat viral di media sosial, seperti kasus Danau Sebetung, seharusnya menjadi pelajaran penting. Ia meyakini, dengan mengkolaborasikan keterangan saksi hidup dan data dari bagian Tata Pemerintahan (Tapem), solusi objektif bisa segera dirumuskan tanpa harus menciptakan kegaduhan baru.

Sentil Polemik Desa hingga Batas Kabupaten

Dalam diskusi hangat tersebut, Husni secara spesifik menyoroti ketegangan di tingkat desa, termasuk dinamika perbatasan antara Desa Tempirai Selatan dengan Desa Mangkunegara dan Mangkunegara Timur. Baginya, ketidakjelasan batas wilayah desa seringkali menjadi pemicu gesekan sosial yang tidak perlu di tingkat akar rumput.

Tidak hanya di tingkat desa, Husni juga memetakan beberapa titik krusial batas kabupaten yang harus segera didefinitifkan. Ia mencatat potensi sengketa di Desa Semangus yang berbatasan dengan Kabupaten Musi Rawas, di mana klaim antar pihak masih simpang siur, hingga area perbatasan dengan Kabupaten Musi Banyuasin yang bersinggungan dengan wilayah perkebunan PT Inti Agro Makmur.

BACA JUGA  PALI Kejar Target Infrastruktur: 14 Jembatan 'Tua' Menanti Sentuhan Beton, Dinas PUTR Andalkan Dana Bantuan Gubernur

“Di Desa Semangus saja, ada perbedaan persepsi. Ada yang bilang batasnya di tengah dusun, ada yang bilang di area Jeramba Kuning. Jika ini dibiarkan abu-abu, masyarakat kita yang menjadi korban utama,” tandasnya.

Melindungi Hak Masyarakat dari Ketidakpastian

Husni Thamrin secara blak-blakan mengungkapkan keresahannya mengapa isu ini harus menjadi prioritas. Baginya, sengketa tapal batas bukan hanya soal garis di peta, melainkan soal kepastian hak atas tanah dan lahan bagi warga PALI.

“Keresahan saya mendasar: ditakutkan dikemudian hari akan timbul konflik kepemilikan lahan yang hebat. Jika PALI menyatakan itu wilayahnya, namun Musi Rawas atau Musi Banyuasin mengklaim hal yang sama, maka masyarakat yang akan terkatung-katung. Hak mereka atas sertifikasi tanah atau akses layanan publik menjadi tidak pasti,” jelas politisi Hanura tersebut.

BACA JUGA  Disbudpar Gelar Acara Seleksi Semi Final Pemilihan Bujang Gadis Kabupaten PALI 2023

Di akhir wawancara, Husni melontarkan kalimat retoris yang menantang berbagai pihak terkait: “Saatnya sekarang kita selesaikan. Mumpung masyarakat masih banyak yang tahu dan bukti sejarah masih otentik. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Jangan menunggu konflik pecah baru kita bergerak.”

Dengan desakan ini, publik menanti langkah konkret dari Pemkab PALI untuk segera melakukan pemetaan ulang dan penegasan batas wilayah yang transparan, guna memberikan perlindungan hukum bagi masyarakat di wilayah perbatasan.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?
Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!
Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi
Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!
Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah
Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal
PA GMNI PALI: Tidak Boleh Ada Rekrutmen Tertutup, Setiap Perusahaan Harus Terbuka dan Non-Diskriminatif
Firdaus Hasbullah: Tiga Tim ORADO PALI Siap Harumkan Nama Daerah di Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah

Berita Terbaru