PALEMBANG | tintamerah.co -, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Palembang di bawah kepemimpinan Muhammad Rolan melakukan langkah konkret dalam mendukung Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Lewat inisiatif UMKM Kopi Ratu Lembang, Rutan Palembang membuktikan bahwa jeruji besi bukan penghalang bagi warga binaan untuk menjadi produktif dan berdaya saing ekonomi.
Digelar pada Kamis (18/04), program ini bukan sekadar pelatihan formalitas. Para warga binaan ditempa langsung menjadi barista dan pengolah kopi profesional, mengolah biji kopi asli Sumatera Selatan hingga menjadi produk bernilai jual tinggi.
Mandiri Secara Finansial, Terampil Secara Profesional
Kepala Rutan Kelas I Palembang, Muhammad Rolan, menegaskan bahwa fokus utama program ini adalah outcome jangka panjang. Warga binaan tidak hanya diberi ilmu, tetapi juga sistem premi dan bagi hasil dari setiap cangkir Kopi Ratu Lembang yang terjual.
“Kami ingin mereka keluar dari sini bukan dengan tangan kosong, tapi dengan skill yang laku di pasar. Kopi Ratu Lembang adalah jembatan mereka menuju masyarakat. Mereka produktif, mereka berpenghasilan, dan mereka siap berkontribusi positif,” tegas Rolan.
Inovasi Berkelanjutan
Program ini dirancang secara sistematis untuk mempromosikan potensi lokal Sumatera Selatan sekaligus mengubah stigma negatif terhadap warga binaan. Dengan pembinaan yang terarah, Rutan Palembang optimis mampu mencetak wirausaha baru di bidang kopi yang mampu bersaing di industri kreatif luar sana.
Langkah ini diharapkan menjadi role model bagi program pemasyarakatan lainnya: bahwa pembinaan kemandirian adalah investasi kemanusiaan yang paling berharga untuk masa depan para warga binaan.
Laporan: yulie | Editor: tintamerah.co















