Berkah Ramadan dari Singkong: Sentuhan PHE Jambi Merang Ubah Mocaf Jadi Harapan Baru Ekonomi Desa

Sabtu, 28 Februari 2026 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kelompok Wanita Tani (KWT) Embun Pagi, sebuah kelompok binaan PHE Jambi Merang yang berlokasi di Dusun Selaro, Musi Banyuasin, Sumsel.
(Dok/SKK Migas Sumsel)

Kelompok Wanita Tani (KWT) Embun Pagi, sebuah kelompok binaan PHE Jambi Merang yang berlokasi di Dusun Selaro, Musi Banyuasin, Sumsel. (Dok/SKK Migas Sumsel)

MUSI BANYUASIN | tintamerah.co -, Aroma manis cendol dawet dan gurihnya cuko pempek mulai menyerbak dari dapur-dapur di Desa Simpang Bayat, Kabupaten Musi Banyuasin, menjelang waktu berbuka puasa. Namun, ada yang berbeda dari sajian takjil warga tahun ini. Sebagian besar hidangan tersebut kini berbahan dasar tepung mocaf, hasil olahan singkong lokal yang disulap menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Inovasi ini lahir dari tangan dingin Kelompok Wanita Tani (KWT) Embun Pagi, sebuah kelompok binaan PHE Jambi Merang yang berlokasi di Dusun Selaro. Melalui pendampingan yang intensif, singkong yang dulunya hanya dihargai murah, kini menjadi tumpuan harapan baru bagi ekonomi keluarga.

Dari Rp2.000 Menjadi Produk Unggulan

BACA JUGA  Momentum Hardiknas, Pj Bupati Apriyadi Ajak Semarakkan Merdeka Belajar

Sebelum adanya program pendampingan, melimpahnya hasil panen singkong di Desa Simpang Bayat seringkali tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan petani.

“Panen singkong di sini banyak, tapi harganya murah sekali, cuma dua ribu per kilo,” ungkap Riyanti (45), anggota KWT Embun Pagi dalam keterangan pers yang diterima tintamerah.co, Sabtu (28/2/2026).

Kondisi ini berubah sejak PHE Jambi Merang hadir memperkuat sisi kualitas, standarisasi proses, hingga pengemasan dan pemasaran. Melalui proses fermentasi, pengeringan, dan penggilingan yang terstruktur, singkong diolah menjadi tepung mocaf.

Hasilnya luar biasa. Satu kilogram tepung mocaf kini dibanderol seharga Rp34.000, meningkat belasan kali lipat dibandingkan menjual singkong mentah. Selain tepung, kelompok ini juga memproduksi eyek-eyek, kudapan renyah khas singkong yang diminati pasar.

BACA JUGA  Akui Keberhasilan Kepemimpinan Apriyadi Mahmud

Solusi Sehat di Bulan Ramadan

Memasuki bulan Ramadan, permintaan akan bahan pangan berbasis tepung melonjak tajam. Tepung mocaf muncul sebagai alternatif yang lebih sehat karena:

  • Bebas Gluten: Aman untuk pencernaan.
  • Lebih Ringan: Cocok untuk perut yang kosong setelah seharian berpuasa agar lambung tidak “terkejut”.
  • Serbaguna: Mulai dari gorengan (bakwan, pisang goreng), kue basah (brownies kukus, bolu pandan), hingga kue kering lebaran (nastar, kastengel).

Mendorong Kemandirian Pangan Lokal

Manager Community Involvement & Development (CID) Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan upaya menciptakan kemandirian pangan.

“Program pemberdayaan ini dirancang agar memberikan manfaat langsung terhadap kelompok dan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat. Ini adalah simbol kemandirian pangan lokal sekaligus kesempatan bagi ibu rumah tangga untuk lebih berdaya secara ekonomi,” ujar Iwan.

BACA JUGA  BAZNAS Muba Serahkan Bantuan Peduli Penderita TBC, Warga tidak Mampu sebesar Rp 10 juta

PHE Jambi Merang juga aktif membawa produk mocaf ini ke berbagai ajang bergengsi, seperti Sriwijaya Expo di Palembang, guna memperluas jangkauan pasar dan memperkenalkan manfaat mocaf kepada masyarakat luas.

Di bulan yang penuh berkah ini, kenyalnya cendol dan gurihnya pempek dari mocaf menjadi bukti nyata bahwa potensi lokal, jika dikelola dengan tepat, mampu menguatkan ekonomi keluarga dan membawa perubahan besar bagi desa.

 

Editor: Efran

 

Berita Terkait

SUMSEL MEMBARA! Tim Gabungan TNI-Polri Sikat Habis Puluhan Sumur Minyak Ilegal di Musi Banyuasin
Dorong Penerimaan Pajak, Pemkab Muba Gandeng Bank Sumselbabel
Lewat Inovasi GASPOL, PHE Jambi Merang Torehkan Prestasi di Ajang APQO 2025
PJS Muba Salurkan Sembako kepada Korban Rumah Kebakaran di Kelurahan Serasan Jaya
Sekolah Lestari Berdikari Dorong Generasi Muda Jadi Agen Perubahan Lingkungan
Tak Mau Warganya Kesulitan Akses, Gubernur Herman Deru Instruksikan Revitalisasi Jembatan P6 Lalan Muba Rampung Akhir Tahun 2025
Beredar Berita Perbuatan Asusila Viral di Media, Anggota DPRD MUBA Rahman Halim: Itu Tidak Benar
Peserta Lomba Antusias Ikuti Lomba di HUT ke-16 SMKN 1 Sanga Desa Kabupaten Muba

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 19:53 WIB

SUMSEL MEMBARA! Tim Gabungan TNI-Polri Sikat Habis Puluhan Sumur Minyak Ilegal di Musi Banyuasin

Sabtu, 28 Februari 2026 - 14:43 WIB

Berkah Ramadan dari Singkong: Sentuhan PHE Jambi Merang Ubah Mocaf Jadi Harapan Baru Ekonomi Desa

Rabu, 29 Oktober 2025 - 11:56 WIB

Dorong Penerimaan Pajak, Pemkab Muba Gandeng Bank Sumselbabel

Senin, 27 Oktober 2025 - 10:56 WIB

Lewat Inovasi GASPOL, PHE Jambi Merang Torehkan Prestasi di Ajang APQO 2025

Kamis, 16 Oktober 2025 - 09:30 WIB

PJS Muba Salurkan Sembako kepada Korban Rumah Kebakaran di Kelurahan Serasan Jaya

Berita Terbaru