BOROK ADERA FIELD KEMBALI DIGUNCANG: FPR PALI Seret Dugaan Pelanggaran ke WBS, Ancaman ‘Tsunami’ Massa Intai SKK Migas!

Rabu, 8 April 2026 - 07:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator FPR PALI, Syafri, memberikan keterangan pers usai resmi melaporkan dugaan pelanggaran di PT Pertamina EP Adera Field melalui sistem WBS, Selasa (7/4/2026). FPR mengancam akan mengepung kantor SKK Migas jika laporan tersebut tidak segera ditindaklanjuti secara transparan. (Foto: Dok/Syafri)

Koordinator FPR PALI, Syafri, memberikan keterangan pers usai resmi melaporkan dugaan pelanggaran di PT Pertamina EP Adera Field melalui sistem WBS, Selasa (7/4/2026). FPR mengancam akan mengepung kantor SKK Migas jika laporan tersebut tidak segera ditindaklanjuti secara transparan. (Foto: Dok/Syafri)

PALI | tintamerah.co -, Genderang perang terhadap dugaan praktik lancung di lingkaran PT Pertamina EP Adera Field kembali ditabuh. Kali ini, Front Perlawanan Rakyat (FPR) Kabupaten PALI, Sumatera Selatan, resmi melayangkan laporan formal terkait dugaan pelanggaran sistemik di lingkungan Unit Bisnis Eksplorasi dan Produksi Pertamina EP Adera Field.

Laporan dengan nomor surat 018/B/FPR-P/IV/2026 tersebut menjadi bukti sahih bahwa gelombang mosi tidak percaya publik terhadap manajemen anak usaha Pertamina ini sedang berada di titik didih.

Menunggu Nyali WBS Pertamina

Koordinator FPR PALI, Syafri, menegaskan bahwa bola panas kini berada di tangan internal Pertamina melalui sistem Whistle Blowing System (WBS). Namun, ia mengingatkan agar WBS jangan hanya menjadi “kotak sampah” birokrasi untuk meredam amarah warga.

BACA JUGA  PALI BERGEJOLAK! Ketua PGK Desak Kadishub Dicopot: "Jangan Jadi Pelayan Cukong, Aturan Gubernur Bukan Sampah!"

“Laporan sudah resmi masuk. Kami menuntut profesionalisme, bukan sekadar basa-basi administratif. Jika WBS Pertamina mandul dan tidak ada kejelasan dalam waktu wajar, jangan salahkan jika kami memindahkan ‘kantor’ kami ke depan gedung SKK Migas Palembang,” tegas Syafri dalam keterangan pers yang diterima tintamerah.co, Selasa (7/4/2026).

Gurita Masalah: Dari Nepotisme hingga Jalur Tikus

Langkah FPR PALI ini seolah menjadi pembenaran atas rentetan investigasi yang sebelumnya dikupas tajam oleh tintamerah.co. Publik tentu belum lupa dengan skandal “Gurita Nepotisme” di Pertamina Hulu Rokan Zona 4 yang sempat membuat manajemen buka suara namun tetap menyisakan tanya besar terkait transparansi.

Tak hanya itu, laporan terbaru ini juga menguatkan “Nyanyian Maut” Ubaidillah yang sebelumnya membongkar Skandal Jalur Tikus dalam proses rekrutmen di Adera. Fakta bahwa rekrutmen diduga hanya formalitas belaka sementara “orang dalam” tetap berjaya, menjadi api dalam sekam yang kini diledakkan oleh FPR PALI.

BACA JUGA  Jumat Curhat, Kapolres PALI Berharap Dijadikan Wadah Penyelesaian Efektif

Dugaan pelanggaran di Pertamina EP Adera Field ini disinyalir merupakan kelanjutan dari pola lama: praktik eksklusivitas yang meminggirkan tenaga kerja lokal dan mengabaikan etika operasional demi kepentingan segelintir oknum.

SKK Migas Jangan Jadi “Penonton Bayaran”

Syafri mengingatkan bahwa SKK Migas Perwakilan Sumbagsel harus berhenti bersikap pasif. Jika laporan ke WBS ini membentur tembok tebal, FPR PALI memastikan akan membawa massa besar untuk mengepung kantor SKK Migas di Palembang.

“Kami tidak ingin masyarakat PALI hanya mencium bau lumpur dan debu truk minyak sementara praktiknya penuh ‘jalur tikus’. Kami ingin transparansi ditegakkan sampai ke akarnya. Ini bukan sekadar gertakan, ini adalah perlawanan terhadap ketidakadilan di tanah kami sendiri,” pungkasnya pedas.

BACA JUGA  OPINI: Menakar Anomali Kinerja Keuangan PALI: Mengapa WTP Mendadak Jadi Barang Langka di Era Sekda Kartika Yanti?

Ujian Integritas Pertamina

Sikap bungkam atau lambatnya respons dari Pertamina hanya akan memperkuat persepsi publik bahwa ada “kekuatan besar” yang sedang dilindungi di Adera Field. Mengaitkan laporan FPR ini dengan catatan merah rekrutmen dan nepotisme sebelumnya, tampak jelas bahwa Adera Field sedang mengalami krisis integritas yang akut.

Kini, publik menunggu: Apakah WBS Pertamina akan bekerja sebagai pembersih internal, atau justru menjadi pelindung bagi para pelanggar aturan? Satu yang pasti, radar tintamerah.co dan massa FPR PALI tidak akan bergeser satu inci pun dari kasus ini.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

 

Berita Terkait

Firdaus Hasbullah: Di Balik Survei, Aspirasi Rakyat PALI adalah Harga Mati
Menembus Tirai Pendidikan PALI: Efran Bawa Misi Transparansi ke Sekretariat Dewan Pendidikan
Sekda Kartika Yanti Tertular Bupati Asgianto: Komunikasi Publik Pemkab PALI Alami Pembusukan Moral, Kangkangi Perintah dan Sembunyi dari Wartawan
DI BALIK SENYAP BUPATI ASGIANTO: Bukan Bersembunyi, Menjemput Ratusan Miliar untuk PALI yang Diguncang Badai
Skandal Kelangkaan Gas Melon di PALI: Tokoh Masyarakat Muktar Jayadi Tuding Eksekutif Hingga Aparat Hukum Mandul Berjemaah Menghadapi Gerilya Mafia Energi
Ketukan Pintu di Ujung Senja: Langkah Nyata Lurah Talang Ubi Timur Memeluk Warga yang Rapuh
PALI KACAU: Birokrasi Tiarap, Sinergi Forkopimda Ambyar, Rakyat Menjerit di Tengah Tekanan Fiskal!
Pasca Iwan Tuaji Diamankan Kejati Sumsel: Bupati Asgianto ‘Menghilang’, Prokopim Sebut Dinas Luar ke Jakarta

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:31 WIB

Firdaus Hasbullah: Di Balik Survei, Aspirasi Rakyat PALI adalah Harga Mati

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:53 WIB

Menembus Tirai Pendidikan PALI: Efran Bawa Misi Transparansi ke Sekretariat Dewan Pendidikan

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:49 WIB

Sekda Kartika Yanti Tertular Bupati Asgianto: Komunikasi Publik Pemkab PALI Alami Pembusukan Moral, Kangkangi Perintah dan Sembunyi dari Wartawan

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:43 WIB

DI BALIK SENYAP BUPATI ASGIANTO: Bukan Bersembunyi, Menjemput Ratusan Miliar untuk PALI yang Diguncang Badai

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:00 WIB

Skandal Kelangkaan Gas Melon di PALI: Tokoh Masyarakat Muktar Jayadi Tuding Eksekutif Hingga Aparat Hukum Mandul Berjemaah Menghadapi Gerilya Mafia Energi

Berita Terbaru