Disaat Keuangan Memprihatinkan, DPRD Banyuasin Gelar Bimtek Keluar Provinsi

Rabu, 15 Desember 2021 - 18:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyuasin | Tintamerah.co.id – Menjelang akhir tahun 2021, Sebanyak 45 Anggota DPRD Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek). Ternyata kegiatan Bimtek dilakukan di luar Provinsi Sumsel ini tidak semua anggota DPRD Banyuasin sepakat. Alasan hanya menghambur-hamburkan uang rakyat saja, ada hal yang lebih penting lagi mengingat kondisi keuangan Banyuasin sangat memprihatinkan. Apalagi Bimtek tersebut dilakukan di hotel mewah dan diluar Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Dari pantauan dilapangan, Hotel “AL” menjulang tinggi terletak dipusat kota Bandar Lampung tersebut, terlihat diareal parkir bagian depan hotel berjejer mobil mewah berplat Polisi BG, diduga milik beberapa anggota DPRD Banyuasin. Bahkan ada sebuah mobil Fajero Sport berwarna putih terparkir didepan Hotel Oyo dikota Bandar Lampung.

BACA JUGA  Arif CS Raih Emas Pertama Bagi OKU Timur Dalam Cabor Menembak di Porprov 2021

“Iya pak itu mobil tamu dari Banyuasin yang menginap di Hotel ini,”ujar salah satu petugas hotel ketika ditanya wartawan kebetulan menginap di Hotel yang sama.

Tentusaja kegiatan tersebut sangat bertentangan dengan kondisi keuangan Banyuasin, apalagi sekarang Pemkab Banyuasin banyak Hutang dan dimasa Pandemi Covid-19 yang masih melanda, banyak masyarakat kesulitan ekonomi.

Sementara itu salah satu Anggota DPRD Banyuasin, Muhamad Nasir, S.Si ketika dikonfirmasikan tentang Bimtek tersebut dia mengatakan dirinya tidak sepakat tentang kegiatan tersebut, mengingat kondisi keuangan Banyuasin sangat memprihatinkan dan masyarakat dalam kesulitan ekonomi dampak pandemi Covid-19 ini.

“Sebelumnya saya memberikan usulan, alangkah baiknya kalau kegiatan Bimtek tersebut dilaksanakan di Kota Palembang saja atau disalah satu Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan agar tidak terlalu banyak biaya yang dikeluarkan, tak mungkinlah saya sebagai wakil rakyat berpoya-poya menggunakan uang rakyat sementara rakyat dalam kesulitan,”ujar Politisi Partai Golkar tersebut.

BACA JUGA  Nahkodai Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Bukit Kecil Palembang Terpilih

Berdasarkan pertimbangan tersebut saya dan beberapa teman-teman anggota DPRD Banyuasin tidak sepakat dan saya tidak mengikuti Bimtek tersebut, jelasnya.

Ketika ditanyai seandainya ada oknum dewan dalam kegiatan Bimtek tersebut mengajak anggota keluarganya, wakil rakyat gemar olahraga ini menjelaskan itu tidak masalah asalkan menggunakan uang sendiri dan tidak mengganggu kegiatan Bimtek, tegasnya.

Tapi lanjut Nasir, kalau menggunakan uang negara itu jelas dilarang, tegas dia.

Hal yang sama diungkapkan Wakil Ketua DPRD Banyuasin, Noor Ismatudin dimintai komentarnya mengenai kegiatan Bimtek tersebut melalui pesan WhatsApp dia mengatakan “Waalaikumsalam. Iya pak. Mhon maaf sya tidak ikut bimtek, jawabnya singkat.

Ketua DPRD Banyuasin, Irian Setiawan SH MH membenarkan bahwa DPRD Banyuasin telah melaksanakan Bimtek di Provinsi Lampung,” Yo memang ado bintek,”jawabnya singkat.

BACA JUGA  Semangat Berbagi di Bulan Ramadhan, Biro SDM Polda Sumsel Kunjungi Panti Asuhan dan Bagi Takjil Kepada Pengguna Jalan

Sedangkan Sekretaris DPRD Banyuasin, H Adam Ibrahim SE MSi ketika dikonfirmasikan melalui pesan WhatsApp tanggal 10 Desember 2021 sekitar pukul 20.50 Wib, mengenai Bimtek dan anggaran serta berapa jumlah anggota Dewan dan staf Bagian Keuangan Setwan Banyuasin yang mengikuti kegiatan Bimtek tersebut hingga berita ini ditayangkan belum ada balasan.

Dari informasi yang masuk DPRD Banyuasin yang ikut Bimtek di antaranya, IS, PD, IG, HW, NI, ES dan sebagian tidak ikut Bimtek sementara diketahui hanya M.Nasir, Suistiqlal Efendi.

( Rill SMSI Banyuasin )

Berita Terkait

DPPKB PALI 2026: Jurus Jitu Hadapi Keterbatasan, Fokus Pengendalian Penduduk dan Ketahanan Keluarga
PALI Kian Tercekik: Bukan Sekadar Langka dan Mahal, Tabung Gas 3 Kg Diduga “Disunat”
“Dinas Perindag PALI ‘Teriak’ ke Pertamina: Laporan ke Call Center 135 Cuma Angin Lalu!”
“Cuci Tangan” di Atas Penderitaan Rakyat PALI: Kala Pertamina Patra Niaga Bicara Normatif, Emak-Emak Menjerit di Bawah Harga Mencekik
Kuota 5.129 Tabung Gas Melon Per Hari di PALI Langka dan Mahal, H. Husni Thamrin Meradang: Rakyat Menjerit, Kalian Tidur?!
Skandal Pengurasan Gas Melon Terbongkar: Pangkalan di Pendopo Diduga “Jual” Hak Rakyat PALI ke Luar Daerah, Pimpinan DPRD Meradang!
Setelah Jaranan Kini Majelis Taklim, PSI PALI Kian Membumi Bersama Heri Amalindo di Momentum 1 Muharram
Hentakkan Bumi Serepat Serasan, Jaranan Restu Budoyo Bersatu Dukung Penuh PSI PALI di Momentum 1 Muharram!

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 07:34 WIB

DPPKB PALI 2026: Jurus Jitu Hadapi Keterbatasan, Fokus Pengendalian Penduduk dan Ketahanan Keluarga

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:40 WIB

PALI Kian Tercekik: Bukan Sekadar Langka dan Mahal, Tabung Gas 3 Kg Diduga “Disunat”

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:50 WIB

“Dinas Perindag PALI ‘Teriak’ ke Pertamina: Laporan ke Call Center 135 Cuma Angin Lalu!”

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:39 WIB

“Cuci Tangan” di Atas Penderitaan Rakyat PALI: Kala Pertamina Patra Niaga Bicara Normatif, Emak-Emak Menjerit di Bawah Harga Mencekik

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:10 WIB

Kuota 5.129 Tabung Gas Melon Per Hari di PALI Langka dan Mahal, H. Husni Thamrin Meradang: Rakyat Menjerit, Kalian Tidur?!

Berita Terbaru