Tubaba | Tintamerah.co.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tulang Bawang Barat akan memberikan perhatian khusus terhadap siswa-siswi di SMPN Satu Atap 5 Tulang Bawang Barat yang hingga kini belum bisa membaca, hal tersebut dikatakan secara tegas oleh sekretaris Dinas Pendidikan saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (01-12-2022).
Abdul Rahman sekretaris Dinas Pendidikan menuturkan bahwa pihaknya telah memanggil Kepala Sekolah SMPN Satu Atap 5 Tulang Bawang Barat Rohadi untuk memberikan keterangan secara lengkap atas adanya fakta yang ditemukan pihak korwas saat melakukan kroscek.
“Iya kita dari dinas sudah manggil kepala sekolah dan beberapa guru yang hadir tadi sehingga mereka memberikan data dan diketahui ada tiga siswa-siswi yang belum bisa baca mulai dari kelasVII hingga kelas IX.” Ucapnya.
Mewakili Kepala Dinas Pendidikan Budiman Jaya, Abdurrahman menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan perintah dan arahan kepada kepala sekolah untuk memberikan perhatian secara khusus agar bisa memberikan bimbingan kepada tiga siswa yang belum bisa membaca itu.
“Kita udah arahkan Kepala Sekolah yang tadi hadir di sini untuk memberikan bimbingan secara khusus kepada siswa-siswi ini yang belum bisa baca, ya memang hal itu nggak semudah kita membalikan telapak tangan, butuh proses.” Kata dia.
Dia juga mengatakan, jika dirinya memiliki wewenang seharusnya mereka yang belum bisa baca ini tidak layak diluluskan dari sekolah dasar.
“Ya seperti yang saya bilang kemarin-kemarin kalau saya ada wewenang ya memang mereka bertiga ini nggak bisa naik atau nggak bisa lulus dari sekolah SD kalau belum bisa baca kayak gini.” Kata dia.
Sementara saat di singgung mengenai tujuan program Guru Penggerak dan Tubaba Cerdas di Kabupaten Tulang Bawang Barat Abdurrahman sekretaris Dinas Pendidikan itu menuturkan bahwa keduanya memiliki peran yang sama-sama mempunyai tanggung jawab untuk kecerdasan kehidupan bangsa.
“Ya kita jangan melebar dulu dari konteks ini tapi kalau bicara soal Tubaba cerdas dan guru penggerak yaitu perannya sama guru ataupun kepala sekolah itu sama-sama mempunyai tanggung jawab untuk kecerdasan kehidupan bangsa.” Kata dia.
Sementara dirinya enggan berkomentar lebih jauh saat diwawancarai mengenai tugas dan fungsi pada seorang guru penggerak yang juga sebagai guru di sekolah.
“Ya kalau itu Tubaba cerdas sama guru penggerak itu kamu tanya di samping saya nggak mau komentar karena kita bahas yang nggak bisa baca ini dulu.” Kilahnya,(Joni St)















