Kedepan, Pemimpin Muba Harus Bersih dan Tak Terlibat Kasus Korupsi

Jumat, 31 Maret 2023 - 16:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MUBA | Tintamerah.co.id – Hancurnya Suatu Bangsa itu di sebabkan karena Masyarakat yang salah memilih sosok seorang pemimpin, Apalagi Pemimpin yang hanya menampilkan Alur yang sama dengan yang sebelumnya.

Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Masyarakat dihimbau untuk lebih selektif dalam memilih dan memilah calon pemimpin daerah, dengan tidak terprovokasi oleh iklan, atau banyaknya banner, maupun bisikan orang lain.

Tapi lebih mengedepankan daya kritis yang tinggi, dan berperan aktif dalam menggali informasi, sehingga pilihannya tepat dan tak tergiur dengan Money Politic yang akan menyengsarakan rakyat di kemudian hari.

Karena pada dasarnya, para calon kebanyakan berpikir tentang cara untuk mengembalikan modal sebagai prioritas utamanya, bukan untuk menjalankan sebuah amanat yang besar di pundaknya, agar tercipta sebuah tatanan masyarakat yang maju dan bermartabat.

BACA JUGA  Peduli Radio , Pj Bupati H Apriyadi Menerima Reward dari Asosiasi LPPL Radio dan Televisi Indonesia

Untuk terciptanya sebuah tatanan masyarakat, maupun daerah yang baik, dengan diawali memilih pemimpin yang baik, dan tak terpengaruh oleh siapa pun, atau iming-iming apa pun, apalagi menjual suara demi sebungkus nasi, hal ini sangat disayangkan.

Sudah ada bukti untuk kabupaten Musi Banyuasin, pemimpin yang di percaya masyarakat malah tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bahkan tidak hanya terjadi 1 Kali. Akan tetapi sudah 2 Kali warga kabupaten Musi Banyuasin memilih sosok pemimpin yang salah, maka dari itu untuk pesta demokrasi selanjutnya jangan sampai salah pilih kembali.

Kita ketahui bersama, OTT yang terjadi di kabupaten Musi Banyuasin ini sendiri tak membuat jerah para Oknum yang mengatasnamakan Kepentingan Masyarakat.

Di Tahun 2015 lalu KPK telah berhasil mengungkap Kasus OTT dengan mengamankan beberapa Tersangka baik Eksekutif, Legislatif maupun Aparatur Sipil Negara (ASN). Kemudian dilanjutkan OTT KPK di Tahun 2021 yang kemudian juga menjerat beberapa Oknum yang hampir Serupa.

BACA JUGA  Doakan Jadi Gubernur Sumsel, Warga Tulung Selapan Silaturahmi ke Rumah Mawardi Yahya

Maka dari itu, Masyarakat di Minta agar Jangan hanya lihat penampilan karena di zaman serba canggih ini penampilan hanyalah topeng untuk mendapat perhatian. Masyarakat juga diharapkan mampu melihat Pemimpin yang tidak terlibat dengan Kasus-kasus Korupsi apalagi Pernah dijerat dengan Kasus yang semacam itu.

Lalu jangan melihat sejarah yang sudah terlewatkan, tapi lihat lah Track Record kehidupan orang yang menjadi calon pemimpin tersebut, Inshallah kita mendapatkan pemimpin yang memang benar-benar berjiwa pemimpin.

Dikutip dari Perkataan Max Weber bahwa kekuasaan adalah kemampuan dalam suatu hubungan sosial untuk melaksanakan kemauan sendiri (apapun dasarnya) walaupun mengalami perlawanan. Namun, kekuasaan yang dipersoalkan di sini bukan segala bentuk kekuasaan, melainkan kekuasaan negara.Adalah ciri khas negara bahwa kekuasaannya memiliki wewenang. Apabila istilah kekuasaan ini kita kaitkan dengan negara, maka istilah itu selalu merujuk dalam arti otoritas atau kekuasaan yang dilembagakan.

BACA JUGA  Agustinus: Antrean Online BPJS Kesehatan Jadi Solusi Praktis Akses Layanan di Faskes

Salah Satu Tokoh Pemuda dan Mahasiswa Asal kecamatan Lawang Wetan Riyansyah Putra, Berharap Kepada seluruh Elemen masyarakat baik itu Pemilih pemula atau yang sudah biasa, agar menjadi pemilih yang cerdas seperti pepatah yang dikatakan hanya domba yang bisa masuk ke lubang yang sama dua kali.

“Artinya kabupaten Musi Banyuasin pernah mengalami Peristiwa yang sangat memalukan yaitu Operasi Tangkap Tangan (OTT) dua kali. Kita berharap supaya jangan sampai terjadi untuk yang ketiga kalinya jadi harus bisa memilih pemimpin yang amah,” katanya.(***Ril)

 

Berita Terkait

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang
OPINI: May Day 2026 dan Sinyal SOS Hubungan Industrial Indonesia
Jejak Inovasi Sosial PHR Zona 1: Bawa Produk Batik Lapas Jambi ke Level Global
Herman Deru Tabuh Genderang Perang: Desa Bersinar Sumsel Harus Jadi Benteng Anti-Narkoba Nasional!

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:54 WIB

Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:29 WIB

OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:35 WIB

Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang

Berita Terbaru