PALI | tintamerah.co -, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan mengambil langkah ekstrem demi menjamin keselamatan warga di momentum suci Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Menghadapi potensi ancaman kebakaran yang kerap mengintai saat aktivitas dapur warga meningkat pesat, institusi penjinak api ini resmi menetapkan status Siaga Penuh (Full Shift).
Kebijakan ini tidak main-main. Kepala Dinas Damkar PALI, Rizal Pahlevi, AP, M.Si, dengan tegas menginstruksikan bahwa seluruh personel dilarang keras mengambil cuti atau izin libur selama masa krusial ini. Kebijakan Zero Tolerance terhadap kelengahan ini diambil untuk memastikan waktu respons (response time) tetap berada dalam hitungan menit jika terjadi situasi darurat.
“Kami memberlakukan sistem full shift 24 jam non-stop selama libur perayaan Idul Adha. Seluruh personel tanpa terkecuali dilarang mengambil cuti, kecuali untuk kondisi yang sangat mendesak dan darurat medis,” ujar Rizal Pahlevi dengan nada lugas dan tegas saat dihubungi oleh redaksi tintamerah.co, Selasa (20/5/2026).
Operasi Skala Penuh dari Takbiran hingga H+3
Rizal menjelaskan, barikade kesiapsiagaan ini akan mulai diperketat sejak malam takbiran—saat mobilitas warga berada di titik puncak—hingga H+3 Idul Adha. Strategi pertahanan berlapis disiapkan agar tidak ada satu pun wilayah di Kabupaten PALI yang luput dari pengawasan.
Tidak hanya mengandalkan personel organik yang bersiaga di Posko Induk dan jajaran posko pembantu di tiap kecamatan, Damkar PALI juga menggerakkan kekuatan sipil melalui Relawan Kebakaran (REDKAR). Para relawan terlatih ini disiagakan langsung di tingkat desa dan kelurahan guna bertindak sebagai garis depan pencegahan (early warning system) sekaligus penanganan awal sebelum armada besar tiba di lokasi.
Armada Tempur Dipastikan Prima, Titik Rawan Dikunci
Dari sisi kekuatan taktis, lini pertahanan Damkar PALI dipastikan dalam kondisi tempur optimal. Pengecekan menyeluruh (ramp check) terhadap seluruh aset bergerak telah tuntas dilaksanakan.
Rizal merinci, kekuatan armada yang diterjunkan meliputi:
- 3 Unit Mobil Tangki Pemadam Utama (Kapasitas penuh siap gempur)
- 2 Unit Mobil Tangki Suplai Air (Penyokong kontinuitas pasokan air di lapangan)
- 1 Unit Mobil Rescue (Dilengkapi peralatan penyelamatan modern)
“Seluruh armada dalam kondisi prima dan bahan bakar terisi penuh. Kami juga sudah memetakan secara presisi wilayah-wilayah rawan, seperti kawasan pemukiman padat penduduk dan area pasar tradisional. Pengawasan di titik-titik ini akan dilipatgandakan,” tambah Rizal.
Imbauan Tegas untuk Masyarakat
Menutup pernyataannya, Kepala Dinas Damkar PALI mengimbau masyarakat untuk tidak lalai di tengah euforia merayakan hari raya kurban. Aktivitas memasak daging kurban dalam porsi besar menggunakan kompor gas maupun kayu bakar harus dipantau secara berkala.
“Kami bersiaga penuh demi Anda, namun keselamatan sejati dimulai dari kewaspadaan di dalam rumah masing-masing. Pastikan kompor, instalasi listrik, dan potensi pemicu api lainnya benar-benar aman sebelum ditinggalkan untuk ibadah atau bersilaturahmi. Jika melihat indikasi api, segera hubungi posko Damkar terdekat. Kami siap bergerak dalam hitungan detik,” pungkas Rizal dengan penuh penekanan.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















