PALI | tintamerah.co -, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan tengah bersiap memasuki era baru dalam tata kelola ekonomi kreatif. PALI Night Culinary, yang digadang-gadang sebagai pusat gravitasi ekonomi rakyat, dipastikan segera meluncur. Peresmian atau launching akbar kegiatan ini dijadwalkan akan dilakukan langsung oleh Bupati PALI, Asgianto, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten PALI, Dwi Septaria, S.E.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten PALI, Rohman, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kehadiran pimpinan daerah dalam launching ini merupakan sinyal kuat komitmen Pemkab PALI untuk memprioritaskan kesejahteraan pelaku UMKM.
“Persiapan kita sudah mencapai 90 persen. Kami sedang melakukan finishing di lapangan agar saat launching nanti, masyarakat tidak hanya disuguhi kuliner, tetapi juga atmosfer ekonomi yang tertata rapi, bersih, dan menarik. Ini adalah proyek kebanggaan kita bersama,” ujar Rohman dengan nada lugas saat meninjau lokasi kegiatan di Pendopo.
Sinergi dan Pemberdayaan: Bukan Sekadar Seremoni
Langkah ini merupakan perwujudan konkret dari visi Pemerintah Kabupaten PALI dalam mempercepat pemulihan ekonomi melalui pemberdayaan sektor usaha mikro. Sebagaimana yang diulas secara mendalam oleh tintamerah.co dalam laporan sebelumnya, persiapan intensif terus digeber di lapangan. Dinas Koperasi dan UKM PALI bekerja maraton memastikan seluruh fasilitas, tata letak pedagang, hingga aspek inovasi produk telah memenuhi standar yang ditetapkan.
Lebih dari sekadar tempat transaksi, PALI Night Culinary dirancang sebagai “Pesta Rakyat UMKM” yang berkelanjutan. Upaya ini merupakan langkah strategis untuk mengubah wajah Pendopo menjadi destinasi wisata kuliner yang hidup di malam hari, memberikan ruang promosi luas bagi produk lokal, dan tentunya membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.
Komitmen Keberlanjutan
Dalam pandangannya, Rohman menekankan bahwa pemerintah hadir untuk memberikan fasilitas dan regulasi yang memayungi kreativitas masyarakat. Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa setiap usaha kecil mendapatkan panggung yang layak.
“Sebagai perpanjangan tangan pemerintah, Dinas Koperasi dan UKM berkomitmen untuk terus mendampingi pelaku usaha. Pernyataan kami jelas: keberhasilan program ini adalah keberhasilan masyarakat PALI. Kami tidak hanya membangun event sesaat, melainkan sedang membangun ekosistem ekonomi yang sehat, kreatif, dan mandiri,” tambah Rohman.
Senada dengan optimisme yang dilaporkan Tintamerah.co, persiapan di lokasi yang telah menyentuh angka 90 persen menjadi bukti bahwa Pemkab PALI serius dalam eksekusi program. Sinergi antara pemerintah dan pelaku UMKM menjadi kunci agar PALI Night Culinary tidak hanya menjadi booming di awal, namun mampu bertahan dan berkembang menjadi identitas baru bagi Bumi Serepat Serasan.
Publik kini menanti kick-off resmi dari Bupati Asgianto. Harapannya, PALI Night Culinary mampu menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, di mana rakyat kecil dapat berpartisipasi langsung dalam roda pembangunan ekonomi daerah.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















