PALI | tintamerah.co -, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan berkomitmen penuh menyikapi dinamika serta masukan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menggantungkan harapannya di gelaran Sunday Morning (Sanmor). Kegiatan ekonomi mingguan yang berpusat di Lapangan Sanggar Pramuka Gelora November Pertamina Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, kembali menjadi sorotan tajam pada Minggu (7/6/2026).
Menanggapi keluhan seputar fasilitas, bongkar-pasang tenda, ketersediaan listrik, hingga fasilitas sanitasi, Kepala Dinas Koperasi dan UKM (Kadiskop UKM) PALI, Rohman, menegaskan bahwa penataan kawasan ini merupakan proyek kerja besar yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah tidak menutup mata dan terus menggodok formula terbaik demi keberlanjutan roda ekonomi masyarakat.
Respons Cepat Tempat Jualan Permanen dan Fasilitas Publik
Terkait aspirasi para pedagang yang menginginkan adanya fasilitas lapak atau tenda permanen agar terhindar dari kendala cuaca dan kerumitan bongkar-pasang, Rohman memberikan sinyal positif. Ia menyatakan bahwa wacana jangka panjang tersebut akan segera dibawa ke meja diskusi bersama Bupati PALI serta sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.
“Ini adalah kerja besar dan kerja bersama, sesuai visi misi Bapak Bupati agar kita kompak, bergerak, dan berdampak. Masukan mengenai lapak permanen ini menjadi catatan penting kami, dan dalam waktu dekat kami akan duduk bersama (mengobrol) dengan beberapa OPD terkait untuk membahas kepemilikan dan pengelolaan jangka panjangnya,” ujar Rohman saat diwawancarai tintamerah.co di lokasi, Minggu (7/6/2026).
Selain masalah lapak, fasilitas vital seperti WC umum dan musala mini juga menjadi perhatian mendesak. Kadiskop UKM PALI menjelaskan bahwa fasilitas toilet sebenarnya sudah tersedia di area tersebut, namun penguncian dan pengelolaannya berada di bawah wewenang Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Pihaknya memastikan akan segera berkoordinasi dengan Disperindag agar fasilitas MCK tersebut dapat difungsikan optimal bagi kenyamanan pedagang dan pengunjung Sanmor.
Subsidi Listrik UMKM Melalui Sinergi PLN
Menjawab keluhan tingginya kebutuhan listrik—mengingat hampir 80 persen pelaku UMKM menggunakan daya listrik untuk operasional dan penyimpanan bahan baku—Pemerintah Kabupaten PALI rupanya telah bergerak cepat. Rohman mengungkapkan, pihaknya telah melayangkan usulan resmi ke pihak PLN untuk memasukkan para pelaku UMKM lokal ke dalam program subsidi tarif khusus.
Melalui program pusat tersebut, tarif listrik bagi tempat produksi UMKM dipastikan akan jauh lebih murah dibandingkan dengan tarif rumah tangga biasa (kategori B1). Saat ini, data para pelaku usaha sedang dalam proses verifikasi agar fasilitas penunjang ini bisa segera dinikmati secara merata.
Uraian Berurutan Laporan tintamerah.co Sebelumnya
Laporan komprehensif ini sekaligus menjawab dan menindaklanjuti investigasi tintamerah.co sebelumnya yang mengupas potret perjuangan para pencari rezeki di Sanmor Pendopo. Berdasarkan catatan redaksi, terdapat poin-poin krusial yang saling bertautan dan kini direspon langsung oleh pemerintah:
- Semangat yang Membentur Sistem Bongkar Pasang: Laporan awal menyoroti bagaimana gairah tinggi pelaku UMKM harus berbenturan dengan realita sistem lapak bongkar-pasang yang dinilai menguras energi serta rentan rusak diterjang angin.
- Uji Coba Melalui Pali Night Culinary: Sebagai solusi transisi, pemerintah tengah mengupayakan uji coba penataan melalui program Pali Night Culinary untuk melihat efektivitas perputaran ekonomi di malam hari.
- Kolaborasi Lintas Sektor dan Kehadiran Damkar: Evaluasi sebelumnya menekankan pentingnya kehadiran negara. Hari ini, kerja sama tersebut mulai terlihat nyata dengan keterlibatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang sukses membantu memobilisasi massa dan meramaikan suasana.
- Simulasi Penataan Sektor Pendukung: Langkah berikutnya yang menjadi fokus adalah simulasi integrasi penataan parkir, kebersihan, hingga jaminan keamanan bagi para pengunjung demi kenyamanan jangka panjang.
- Penyediaan Wahana Edukasi Anak: Menjawab kebutuhan pasar, kawasan Sanmor ke depan dirancang tidak sekadar tempat transaksi, melainkan pusat ekonomi terintegrasi yang menyediakan wahana permainan, edukasi, lomba menggambar, hingga mendongeng bagi anak-anak.
- Skema Penjualan UMKM ke Perusahaan (Bapak Angkat): Guna memperkuat permodalan dan fasilitas, pemerintah berencana ‘menjual’ potensi UMKM lokal ke perusahaan-perusahaan besar di wilayah PALI agar mereka bersedia menjadi pembina atau bapak angkat yang memfasilitasi kebutuhan booth jualan modern.
- Apresiasi Daya Juang UMKM Asli PALI: Di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu, pemerintah memberikan apresiasi tertinggi bagi para pedagang yang mayoritas merupakan warga asli PALI karena tetap tangguh menggerakkan daya beli masyarakat.
- Peran Serta Insan Pers: Menutup keterangannya, Rohman berterima kasih kepada rekan-rekan media—termasuk koordinasi yang telah dijalin bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)—karena fungsi kontrol sosial melalui pemberitaan mampu memetakan keresahan pedagang menjadi kebijakan yang nyata.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















