PALI | tintamerah.co -, Aroma maut kembali menyengat di jalanan Bumi Serepat Serasan. Meski rentetan tragedi telah merenggut nyawa warga hingga pelajar, armada raksasa pengangkut loging milik PT Musi Hutan Persada (MHP) dituding masih leluasa “menjajah” aspal umum dengan mengabaikan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Ketua LSM Serampuh, Sonny Ternando, meledak dalam kemarahan saat memberikan pernyataan kepada redaksi tintamerah.co, Selasa (31/3/2026). Ia menegaskan bahwa Dinas Perhubungan (Dishub) tidak boleh lagi bermain mata dengan keselamatan rakyat.
SOP Formalitas, Rakyat Jadi Sasaran
Sonny menilai klaim PT MHP mengenai aturan ketat terhadap driver hanyalah omong kosong belaka demi meredam gejolak publik. Faktanya, di lapangan, truk-truk monster ini tetap menjadi teror nyata yang mengancam keselamatan pengguna jalan lain.
“Kami minta dengan sangat, pihak Dishub segera ambil tindakan nyata: Hentikan total angkutan loging PT MHP yang melanggar SOP! Jangan tunggu ada nyawa melayang lagi baru sibuk bikin rilis media. Keselamatan warga PALI tidak bisa ditukar dengan nilai investasi apa pun,” tegas Sonny dengan nada pedas.
Desak Dishub Bersikap Tegas Terhadap Angkutan Logistik PT MHP
LSM Serampuh meminta Dinas Perhubungan (Dishub) untuk tidak bersikap “lemah” dalam mengawasi operasional angkutan logistik PT MHP. Sony, mengingatkan kembali adanya kesepakatan tahun 2019 yang melibatkan Sekda, Kadis PU, dan Kadishub terkait penertiban armada perusahaan tersebut.
“Dishub harus tegas menjalankan aturan. Kesepakatan sejak 2019 sudah jelas bahwa PT MHP wajib menertibkan angkutannya, namun hingga kini realisasinya masih dipertanyakan,” tegas Sony.
Menagih Janji Flyover: Bangun atau Pergi!
Nada keras Sonny ini sejalan dengan kemarahan Ketua DPRD PALI sebelumnya yang sempat mengultimatum PT MHP untuk segera membangun flyover atau angkat kaki dari Bumi Serepat Serasan. Selama jalur khusus belum tersedia, membiarkan truk loging melintasi jalan umum yang padat aktivitas warga adalah sebuah kejahatan kemanusiaan yang terencana.
Berdasarkan catatan laporan tintamerah.co, rekam jejak “roda maut” PT MHP telah berkali-kali menumpahkan darah di jalanan PALI. Mulai dari insiden tragis pelajar SMP hingga ancaman terhadap pengendara motor setiap harinya.
Ultimatum Terakhir
LSM Serampuh memperingatkan bahwa jika dalam waktu dekat tidak ada langkah tegas dari Dishub untuk mengandangkan armada yang melanggar SOP, maka jangan salahkan jika masyarakat yang akan turun tangan melakukan pemblokiran massal.
“Jalan aspal ini dibangun pakai uang rakyat, bukan uang perusahaan. Kalau MHP tidak bisa tertib dan Dishub hanya diam menonton, maka rakyat yang akan bertindak sebagai hakim di jalanan. Jangan paksa kami bergerak lebih jauh!” tutup Sonny Ternando dengan tajam.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















