Produksi Batubara Macet, PALI Bidik Lonjakan DBH Lewat “Karpet Merah” Permen 14/2025

Kamis, 12 Maret 2026 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi foto AI Produksi Batubara Macet, PALI Bidik Lonjakan DBH Lewat

Ilustrasi foto AI Produksi Batubara Macet, PALI Bidik Lonjakan DBH Lewat "Karpet Merah" Permen 14/2025. (Dok/tintamerah)

PALI | tintamerah.co -, Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, kini tengah berada di persimpangan jalan dalam upaya menjaga stabilitas kas daerah. Di tengah lesunya sektor pertambangan batubara akibat kendala perizinan dan isu lingkungan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) PALI mulai mengalihkan fokus ke sektor minyak dan gas (migas) sebagai mesin pertumbuhan baru.

Tegas Terhadap Aturan, Enggan Berkompromi Soal Lingkungan

Terhentinya operasional sejumlah tambang batubara di wilayah PALI memberikan dampak signifikan terhadap pemasukan daerah. Kepala Bapenda PALI, Aryansyah, mengungkapkan bahwa nihilnya aktivitas produksi otomatis memutus aliran royalti dan landrent.

Meski demikian, Aryansyah menegaskan pihaknya tidak akan mengambil jalan pintas dengan memberikan izin yang “permisif” kepada perusahaan yang belum memenuhi standar lingkungan.

BACA JUGA  Nyawa Warga PALI Bukan Tumbal Logistik! LSM Serampuh Desak Dishub Hentikan Total Operasional PT MHP: SOP Hanya Macan Kertas!

“Jika perusahaan tidak beroperasi, royalti dan landrent kita memang nol. Namun, kami tetap teguh pada aturan. Kaidah lingkungan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar demi mengejar PAD semata,” tegas Aryansyah saat dibincangi tintamerah.co di ruang kerjanya, Senin (9/3/2026).

Permen 14 Tahun 2025: Peluang Emas di Sektor Migas

Sebagai langkah strategis, PALI kini menaruh harapan besar pada Peraturan Menteri (Permen) Nomor 14 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Sumber Minyak. Regulasi terbaru ini dinilai sebagai peluang emas bagi daerah untuk terlibat lebih jauh dalam bisnis migas sekaligus menggenjot Dana Bagi Hasil (DBH).

Mengapa Sektor Migas Jadi Kunci?

Ada beberapa alasan mengapa Bapenda PALI sangat optimis terhadap regulasi ini:

  • Peluang Bisnis Daerah: Memungkinkan keterlibatan BUMD atau entitas daerah dalam rantai pengelolaan sumber minyak.
  • Optimalisasi DBH: Saat ini, DBH migas PALI tercatat masih di bawah angka Rp100 miliar, jumlah yang dianggap belum proporsional dengan potensi daerah.
  • Kemandirian Fiskal: Mengurangi ketergantungan pada sektor batubara yang rentan terhadap isu lingkungan dan fluktuasi harga global.
BACA JUGA  193 Pesilat dari Berbagai Perguruan Ikuti Kejurda IPSI Kabupaten PALI

Langkah Strategis: Jemput Bola ke Pusat

Tidak ingin sekadar menunggu, Bapenda PALI berencana melakukan koordinasi intensif dengan dua kementerian kunci, yakni Kementerian Keuangan dan Kementerian ESDM.

Fokus utama dari koordinasi ini adalah memastikan pembagian hasil migas dilakukan secara lebih adil bagi PALI sebagai daerah penghasil. Dengan data produksi yang akurat dan dukungan Permen 14/2025, Pemkab PALI optimis angka DBH bisa melonjak signifikan dalam waktu dekat.

“Kami ingin memastikan PALI mendapatkan hak yang proporsional. Sebagai daerah penghasil, kontribusi kami terhadap energi nasional harus berbanding lurus dengan kesejahteraan rakyat melalui pendapatan daerah,” tutup Aryansyah.

 

Penulis: ej@ | Editor: efran

 

Berita Terkait

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?
Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!
Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi
Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!
Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah
Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal
PA GMNI PALI: Tidak Boleh Ada Rekrutmen Tertutup, Setiap Perusahaan Harus Terbuka dan Non-Diskriminatif
Firdaus Hasbullah: Tiga Tim ORADO PALI Siap Harumkan Nama Daerah di Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah

Berita Terbaru