PALI | tintamerah.co -, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, tengah mempersiapkan lompatan besar dalam pelayanan publik. Di bawah nakhoda Rizal Pahlevi, Damkar PALI menetapkan visi strategis tahun 2026 yang berfokus pada percepatan penanganan bencana dan penguatan peran masyarakat.
Kepala DPKP PALI, Rizal Pahlevi, mengungkapkan bahwa salah satu target utama di tahun 2026 adalah memangkas response time (waktu tanggap) kebakaran secara signifikan.
“Tahun 2025 ini rata-rata waktu tanggap kita masih di angka 15-20 menit karena kendala armada dan sebaran pos. Namun, di tahun 2026, kami menargetkan maksimal 10-12 menit untuk wilayah perkotaan,” tegas Rizal saat memaparkan rencana strategis melalui keterangan pers yang disampaikan kepada tintamerah.co, Rabu (4/3/2026).
Strategi Empat Pilar: Armada, SDM, Edukasi, dan Digitalisasi
Untuk mencapai target ambisius tersebut, Rizal menjelaskan bahwa pihaknya telah menyusun langkah-langkah taktis yang mencakup empat aspek utama:
1. Modernisasi Sarana dan Prasarana
Pihak Damkar akan melakukan pengadaan mobil pemadam tambahan, motor quick response untuk menembus kemacetan/gang sempit, serta melengkapi personil dengan alat canggih seperti SCBA (Self-Contained Breathing Apparatus) dan hydrant portable.
“Kami juga berencana merevitalisasi Pos dan Markas Komando agar lebih siap siaga 24 jam,” tambah Rizal.
2. Transformasi Digital (Call Center 112)
Meninggalkan cara lama, Rizal menyebut tahun 2026 akan menjadi era digital bagi Damkar PALI.
“Kami akan mengintegrasikan layanan darurat ke nomor 112 (Call Center Nasional) yang berbasis GPS. Jadi, lokasi kejadian bisa terdeteksi secara presisi,” jelas Rizal.
4. Penguatan Personil “Multi-Skill”
Meski anggaran sedang dalam tahap efisiensi, Rizal menekankan pentingnya kualitas SDM. Targetnya, 100% personil memiliki sertifikasi dasar, mulai dari fire rescue, evakuasi ketinggian, hingga water rescue.
“Personil kami harus multifungsi; selain memadamkan api, mereka harus ahli menyelamatkan korban kecelakaan dan menangani hewan liar (animal rescue).”
5. Pembentukan REDKAR di Setiap Kecamatan
DPKP PALI juga akan memperkuat barisan di tingkat akar rumput dengan membentuk Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) di tiap kecamatan. Ini adalah upaya menciptakan desa/kelurahan tangguh kebakaran agar penanganan awal bisa dilakukan sebelum petugas tiba di lokasi.
Tantangan Anggaran dan Penanganan Karhutla
Mengenai tantangan ke depan, Rizal tidak menampik bahwa masalah anggaran masih menjadi faktor penentu, terutama terkait kesejahteraan petugas dan program sosialisasi untuk ibu rumah tangga. Namun, hal ini tidak menyurutkan langkah dalam mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
“Untuk Karhutla, kami tidak lagi bergerak reaktif. Di 2026, akan ada tim khusus dan patroli rutin di daerah rawan, bersinergi dengan BPBD, TNI/Polri, serta perusahaan perkebunan di wilayah PALI,” tutur Rizal.
Komitmen Pelayanan Non-Kebakaran
Selain kebakaran, Rizal menegaskan komitmennya pada aksi kemanusiaan lainnya. Pengadaan alat ekstrasi kecelakaan, perahu karet, dan alat penanganan hewan berbahaya akan diperkuat.
“Masyarakat harus tahu bahwa Damkar bukan hanya soal api. Kami ada untuk evakuasi hewan liar, pertolongan kecelakaan, hingga evakuasi banjir. Semua ini kami sinkronkan dengan Rencana Strategis (Renstra) daerah agar keselamatan warga PALI benar-benar terjamin,” tutup Rizal Pahlevi.
Editor: Efran















