SKANDAL LINGKUNGAN: Pertamina Adera Field Diduga Sengaja “Kencing” Sembarang di Karta Dewa dengan Limbah B3!

Kamis, 2 April 2026 - 19:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cairan putih pekat yang diduga limbah B3 tampak menggenangi area tanah di sekitar salah satu lokasi sumur bor milik Pertamina Adera Field di Desa Karta Dewa, Kamis (2/4/2026). Tumpahan ini memicu keresahan warga karena mencemari jalan umum dan lingkungan sekitar tanpa pengamanan. (Foto: Dok/tintamerah)

Cairan putih pekat yang diduga limbah B3 tampak menggenangi area tanah di sekitar salah satu lokasi sumur bor milik Pertamina Adera Field di Desa Karta Dewa, Kamis (2/4/2026). Tumpahan ini memicu keresahan warga karena mencemari jalan umum dan lingkungan sekitar tanpa pengamanan. (Foto: Dok/tintamerah)

PALI | tintamerah.co -, Bau menyengat dan pemandangan menjijikkan kini menghantui warga Desa Karta Dewa dan Desa Benuang. Bukannya menjaga kelestarian lingkungan di wilayah operasionalnya, armada vacuum truck yang melayani operasional pengeboran Pertamina Adera Field justru diduga kuat sengaja membuang limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di salah satu lokasi sumur bor sehingga mengalir ke badan jalan.

Limbah cair berwarna putih pekat tersebut terlihat menggenang dan mengalir di jalan umum yang menghubungkan Desa Karta Dewa menuju Desa Benuang, bukan di jalan khusus milik perusahaan.

Kronologi Kejadian: “Disengaja Saat Sepi”

Berdasarkan data rekaman percakapan yang diterima redaksi, aksi pembuangan limbah ini terjadi pada Rabu (1/4/2026). Sebuah truk tangki berkapasitas besar—diduga jenis tronton dengan muatan sekitar 10.000 hingga 12.000 liter—terlihat membuang muatannya di lokasi yang berdekatan dengan area SMA di Desa Karta Dewa.

“Waktu pembuangan itu kami ke situ (lokasi) kemarin… yang tumpah itu tangki besar, tronton, sekitar 12.000 liter,” ungkap seorang sumber yang enggan disebutkan identitasnya, Kamis (2/4/2026).

BACA JUGA  Jelang HUT Ke - 4 Tahun, KIPCERS Tunjuk Firdaus Hasbullah sebagai Pembina

Parahnya lagi, lokasi pembuangan ini berasal dari operasional pengeboran Pertamina di belakang Dusun Karta Dewa. Warga mengecam tindakan ini karena jalan tersebut merupakan akses publik, bukan tempat pembuangan sampah atau limbah industri.

Bukti Visual yang Menggemparkan

Dalam video berdurasi singkat yang diterima tintamerah.co, terlihat jelas cairan putih kental menyelimuti tanah merah dan masuk ke celah-celah ban kendaraan yang melintas. Foto satelit dan geo-tagging memastikan koordinat pembuangan berada di Kecamatan Talang Ubi, Sumatera Selatan (Lat -3.350503°, Long 103.990012°) pada jam 11:00 WIB.

Pemandangan ini menjadi bukti nyata betapa lemahnya pengawasan terhadap sub-kontraktor atau armada pengangkut limbah yang bekerja untuk Pertamina Adera Field.

Warga Resah, Pertamina Harus Tanggung Jawab!

Masyarakat setempat menyatakan keresahan yang luar biasa. Limbah B3 yang dibuang sembarangan tidak hanya merusak estetika jalan, tetapi mengancam kesehatan warga dan ekosistem sekitar jika masuk ke sumber air serta jalan lintas Benuang – Karta Dewa menjadi tercemari.

BACA JUGA  Kapolres PALI Melalui Polsek Tanah Abang Menghadiri Rapat Pleno Penetapan Hasil Pemungutan Suara BPD Desa Raja Barat

Tindakan ini merupakan pelanggaran berat terhadap UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pertamina Adera Field tidak bisa lepas tangan dengan dalih kesalahan oknum sopir atau pihak ketiga. Sebagai pemberi kerja, mereka bertanggung jawab penuh atas dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas operasionalnya.

Respons “Lempar Bola” dan Minim Transparansi

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi langsung kepada pihak manajemen Adera Field masih menemui jalan buntu. Redaksi tintamerah.co kemudian mencoba menghubungi bagian Relation PHR Zona 4, namun jawaban yang diterima justru memicu tanda tanya besar terkait keseriusan penanganan limbah ini.

Melalui pesan WhatsApp yang diteruskan oleh Jhon Hendri dari Zona 4 pada Kamis sore (2/4/2026), pihak perusahaan terkesan berupaya melakukan pembelaan diri tanpa rincian yang jelas:

“Sore pak, tadi sudah dilakukan pengecekan oleh kawan-kawan HSSE, sample air di lokasi juga sudah tidak ada pak, dan sudah dilakukan pengambilan sample oleh kawan-kawan Adera,” tulis pesan tersebut.

BACA JUGA  Menjelang Pergantian Musim, Kapolres PALI Gelar Apel Kesiapan di PT Aburahmi

Anehnya, meski mengklaim telah mengambil sampel, pihak Adera justru melontarkan pernyataan yang seolah ingin mencuci tangan dari tanggung jawab operasional:

“Dikonfirmasi Vacuum truck yang terdapat di dlm video juga bukan vacuum truck Adera pak,” lanjut pesan singkat tersebut.

Jawaban ini dirasa sangat janggal dan “pedas” untuk dicerna akal sehat warga. Jika memang bukan armada Adera, lantas milik siapa vacuum truck yang membuang limbah di lokasi sumur bor milik Adera Field tersebut? Mengapa sampel air tiba-tiba dinyatakan “sudah tidak ada” sesaat setelah bukti video warga beredar luas?

Redaksi tintamerah.co menilai jawaban ini belum menyentuh substansi keresahan warga Desa Karta Dewa dan Benuang yang jelas-jelas telah menjadi korban pencemaran akses jalan umum mereka. Publik kini menunggu kejujuran dan tindakan nyata, bukan sekadar bantahan tanpa identitas sumber yang jelas.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

PALI Kian Tercekik: Bukan Sekadar Langka dan Mahal, Tabung Gas 3 Kg Diduga “Disunat”
“Dinas Perindag PALI ‘Teriak’ ke Pertamina: Laporan ke Call Center 135 Cuma Angin Lalu!”
“Cuci Tangan” di Atas Penderitaan Rakyat PALI: Kala Pertamina Patra Niaga Bicara Normatif, Emak-Emak Menjerit di Bawah Harga Mencekik
Kuota 5.129 Tabung Gas Melon Per Hari di PALI Langka dan Mahal, H. Husni Thamrin Meradang: Rakyat Menjerit, Kalian Tidur?!
Skandal Pengurasan Gas Melon Terbongkar: Pangkalan di Pendopo Diduga “Jual” Hak Rakyat PALI ke Luar Daerah, Pimpinan DPRD Meradang!
Setelah Jaranan Kini Majelis Taklim, PSI PALI Kian Membumi Bersama Heri Amalindo di Momentum 1 Muharram
Hentakkan Bumi Serepat Serasan, Jaranan Restu Budoyo Bersatu Dukung Penuh PSI PALI di Momentum 1 Muharram!
Segel Gas LPG 3Kg Rusak Beredar di PALI, Disperindag: Konsumen Berhak Menolak!

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:40 WIB

PALI Kian Tercekik: Bukan Sekadar Langka dan Mahal, Tabung Gas 3 Kg Diduga “Disunat”

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:50 WIB

“Dinas Perindag PALI ‘Teriak’ ke Pertamina: Laporan ke Call Center 135 Cuma Angin Lalu!”

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:39 WIB

“Cuci Tangan” di Atas Penderitaan Rakyat PALI: Kala Pertamina Patra Niaga Bicara Normatif, Emak-Emak Menjerit di Bawah Harga Mencekik

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:10 WIB

Kuota 5.129 Tabung Gas Melon Per Hari di PALI Langka dan Mahal, H. Husni Thamrin Meradang: Rakyat Menjerit, Kalian Tidur?!

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:36 WIB

Skandal Pengurasan Gas Melon Terbongkar: Pangkalan di Pendopo Diduga “Jual” Hak Rakyat PALI ke Luar Daerah, Pimpinan DPRD Meradang!

Berita Terbaru