Transformasi 2026: Damkar PALI Geser Strategi Karhutla dari Reaktif ke Mitigasi Preventif

Kamis, 5 Maret 2026 - 19:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi foto AI Damkar PALI Geser Strategi Karhutla dari Reaktif ke Mitigasi Preventif.
(Dok/tintamerah)

Ilustrasi foto AI Damkar PALI Geser Strategi Karhutla dari Reaktif ke Mitigasi Preventif. (Dok/tintamerah)

PALI | tintamerah.co -, Menghadapi tantangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tahun 2026, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, melakukan perombakan besar dalam strategi penanganan. Jika pada tahun 2025 penanganan dinilai masih bersifat reaktif, tahun ini fokus utama dialihkan sepenuhnya pada upaya mitigasi dan kolaborasi lintas sektor.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten PALI, Rizal Pahlevi, menegaskan bahwa perubahan pola pikir (mindset) dari “memadamkan” menjadi “mencegah” adalah kunci utama untuk menekan titik panas (hotspot) di wilayah Bumi Serepat Serasan.

Meninggalkan Pola Reaktif 2025

Mengevaluasi kinerja tahun lalu, Rizal mengakui bahwa pergerakan tim di lapangan sering kali baru masif dilakukan setelah api membesar.

“Tahun 2025 menjadi pelajaran berharga bagi kami. Saat itu, penanganan masih cenderung reaktif—ada api baru kita berangkat. Akibatnya, risiko meluasnya lahan yang terbakar sangat tinggi karena kendala akses dan sumber air,” ujar Rizal Pahlevi dalam keterangan pers yang diterima tintamerah.co, Kamis (5/3/2026)..

BACA JUGA  Gebrakan Investasi 2026: Kepala DPMPTSP PALI Siap Kawal Lonjakan PAD 400% dan Perketat Pengawasan Perusahaan Besar

Target 2026: Tim Khusus dan Patroli Mandiri

Memasuki tahun 2026, Damkar PALI telah membentuk Tim Khusus Penanganan Karhutla yang memiliki kualifikasi spesifik dalam pemadaman di medan lahan gambut dan hutan. Tim ini tidak lagi menunggu laporan, melainkan aktif bergerak berdasarkan pemetaan wilayah rawan.

  • Patroli Rutin: Petugas akan melakukan pengawasan harian di zona-zona merah yang memiliki riwayat kebakaran tinggi.
  • Deteksi Dini: Penggunaan teknologi pemantauan titik panas disinergikan dengan laporan langsung dari tim patroli di lapangan.

Memperkuat Kerangka Kolaborasi

Rizal menekankan bahwa Damkar tidak bisa bekerja sendirian dalam menjaga kelestarian hutan PALI. Target tahun ini adalah memantapkan kolaborasi “Pentahelix” dengan berbagai instansi terkait.

BACA JUGA  Ramadhan 1447 H, Binpres KONI PALI Ajak Atlet Tetap Jaga Kebugaran dan Fokus Ibadah

“Kami sudah menjalin koordinasi intensif. Tahun ini, sinergi bukan sekadar komunikasi di atas kertas, tapi aksi nyata di lapangan bersama: BPBD – Sebagai koordinator penanggulangan bencana daerah, TNI/Polri – Melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk pengawasan serta penegakan hukum bagi pembakar lahan, dan Perusahaan Perkebunan – Perusahaan yang beroperasi di PALI wajib bertanggung jawab atas lahan konsesi mereka dan membantu pemadaman di sekitar area perusahaan,” jelas Rizal.

Kendala Edukasi: Program “Ibu Rumah Tangga” Terhambat Anggaran

Meski strategi lapangan diperkuat, Rizal menyayangkan adanya hambatan pada sisi edukasi masyarakat. Program sosialisasi pencegahan kebakaran rumah tangga yang menyasar para ibu rumah tangga sebagai garda terdepan keluarga hingga kini belum bisa terealisasi.

BACA JUGA  Aliansi Insan Pers Geruduk Kantor Bupati, Tuntut Permintaan Maaf Atas Intimidasi "Menjahili" Wartawan

“Kami sebenarnya sudah merancang program edukasi khusus untuk ibu-ibu rumah tangga terkait pencegahan kebakaran. Namun, jujur saja, saat ini realisasinya masih terhambat oleh keterbatasan anggaran,” ungkap Rizal.

Ia berharap ke depannya ada alokasi khusus untuk program sosialisasi ini, mengingat pencegahan dari lingkup terkecil (rumah tangga) sangat krusial untuk mengurangi beban kerja pemadam di sektor Karhutla secara keseluruhan.

Himbauan kepada Masyarakat

Menutup keterangannya, Rizal Pahlevi mengimbau masyarakat untuk meninggalkan praktik membuka lahan dengan cara membakar. Ia berharap kesadaran kolektif dapat tercipta demi mewujudkan PALI bebas kabut asap 2026.

“Mitigasi terbaik adalah kesadaran masyarakat. Tim khusus kami siap mendampingi, namun pencegahan jauh lebih murah dan mudah daripada pemadaman,” pungkas Rizal.

 

Editor: Efran

 

Berita Terkait

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?
Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!
Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi
Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!
Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah
Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal
PA GMNI PALI: Tidak Boleh Ada Rekrutmen Tertutup, Setiap Perusahaan Harus Terbuka dan Non-Diskriminatif
Firdaus Hasbullah: Tiga Tim ORADO PALI Siap Harumkan Nama Daerah di Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah

Berita Terbaru