Pidato Politik AHY Lantang Kritisi Isu Tunda Pemilu 2024

Selasa, 14 Maret 2023 - 23:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | Tintamerah – Dalam pidato politiknya di Senayan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono atau (AHY) dengan lantang mengkritik Isu Penundaan Pemilu 2024.

“Kita ingat, Januari lalu,
saya bersama 7 pemimpin partai politik lainnya, telah menolak sistem
Pemilu proporsional tertutup, saya dan Rakyat yang saya temui di seluruh
pelosok negeri menolak penundaan Pemilu 2024,” katanya dalam Pidato politik pada hari Selasa tanggal 14 Maret 2023 di Tenis indoor Senayan.

Memang, kata dia, saat ini banyak orang takut bicara. Banyak yang takut
ditangkap, jika berseberangan dengan sikap penguasa. Tetapi, untuk hal-hal yang sangat prinsip dan menyangkut hajat hidup mereka, rakyat masih berani untuk bersuara lantang.

BACA JUGA  Lepas Purna Bhakti, Ketua Angkatan Irjen Moh Iqbal : Jaga Loyalitas, Sekali Bhayangkara Tetap Bhayangkara, Sekali Bhara Dhaksa Tetap Bhara Dhaksa

“Rakyat yang saya temui di seluruh
pelosok negeri, menolak penundaan Pemilu 2024. Jika pun Pemilu 2024 dipaksakan ditunda, lalu siapa yang akan memimpin nanti,” ujarnya.

Karena sesuai perintah konstitusi, pemerintahan saat ini, akan berakhir masa tugasnya pada tanggal 20 Oktober 2024.

“Apa iya, ada PLT Presiden,Apa iya, akan ada ratusan PLT anggota DPR RI
dan DPD RI serta ribuan PLT anggota DPRD? Kalau di negara kita ada
PLT Presiden dan ribuan PLT wakil rakyat yang berkuasa dan bekerja
selama 2 hingga 3 tahun, betapa kacau dan chaosnya situasi nasional
kita,” paparnya.

Dikhawatirkan, kata dia dunia akan melihat Indonesia sebagai “Banana Republic”, karena semua pejabat negara menduduki kursi kekuasaan tanpa mandat rakyat, tanpa Pemilu. Tidak memiliki legitimasi yang kuat, sehingga kekuasaan yang dimiliki menjadi tidak sah dan tidak halal.

BACA JUGA  PHR Zona 1 Sabet Penghargaan Dua Emas dan Empat Hijau di Ajang PROPER 2023

“Kita juga sedang menunggu proses pengambilan keputusan di MK, terkait
sistem Pemilu proporsional terbuka atau tertutup,” ucapnya.

Bukan saja Demokrat, Tapi bersama 7 pemimpin partai politik lainnya, telah menolak sistem Pemilu proporsional tertutup. Karena Sistem proporsional terbuka adalah produk dari kemajuan kualitas demokrasi.

Sistem ini memungkinkan setiap warga negara yang memiliki hak dipilih untuk bersaing secara sehat. Membangun hubungan kepercayaan dengan konstituennya,” jelasnya.

Bagi warga negara yang memiliki hak untuk memilih, lanjut dia, terbuka ruang untuk mengenal langsung siapa yang akan menjadi wakil rakyatnya.

“Tidak seperti membeli kucing dalam karung.Jika ada keinginan untuk melakukan perubahan dalam sistem Pemilu di masa depan tentu saja dimungkinkan,” sambungnya.

BACA JUGA  Lima Proyek Hulu Migas dengan Investasi Rp 3,6 Triliun akan Onstream di Kuartal 2 Tahun 2022

Tentu, kata dia, dalam koridor aturan yang berlaku. Tapi, jangan mengubah aturan yang sangat fundamental, saat
tahapan Pemilu sudah berjalan.

“Ibaratnya dalam sepak bola, apa boleh kita mengubah aturan offside, di tengah-tengah pertandingan yang sedang berlangsung,” tukasnya.

Ia berharap dan rekomendasi Demokrat pada Pemilu 2024 mendatang.
Pemilu itu milik rakyat. Yang berdaulat rakyat. “Jadi, berikan hak rakyat itu.
Hak untuk memilih dan hak untuk dipilih. Jangan diganggu,” harapnya. (PW)

Berita Terkait

Benteng Keamanan PHR Zona 1: Siaga 24 Jam Kawal Produksi Selama Idulfitri
IWD 2026: Kader KOPRI PMII Ulin Puspa Ajak Perempuan Jadi Motor Penggerak Perubahan
Kawal Program MBG, Sudaryono: Kader Gerindra Diminta Jadi ‘Mata dan Telinga’ Presiden
Tokoh Pemuda Papua Dukung Penuh Satgas Ops Damai Cartenz dalam Menjaga Stabilitas Keamanan di Bumi Cendrawasih
Dirut Patra Niaga Sapa Pelanggan Pertamax di SPBU Pendukung MotoGP 2025 Mandalika
MotoGP 2025 Mandalika: Patra Niaga Pasok Pertamax Turbo untuk Safety Car & Marshall
Pertamina Proyeksikan Terminal BBM Baru Labuan Bajo, NTT Perkuat Ketahanan Energi di Indonesia Timur
Menag Nasrudin Umar di MQK Internasional: Perang Telan Korban Jiwa 67 Ribu Per-Tahun, Perubahan Iklim Renggut Nyawa 4 Juta Per-Tahun

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 09:46 WIB

Benteng Keamanan PHR Zona 1: Siaga 24 Jam Kawal Produksi Selama Idulfitri

Senin, 9 Maret 2026 - 08:06 WIB

IWD 2026: Kader KOPRI PMII Ulin Puspa Ajak Perempuan Jadi Motor Penggerak Perubahan

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:35 WIB

Kawal Program MBG, Sudaryono: Kader Gerindra Diminta Jadi ‘Mata dan Telinga’ Presiden

Selasa, 11 November 2025 - 13:09 WIB

Tokoh Pemuda Papua Dukung Penuh Satgas Ops Damai Cartenz dalam Menjaga Stabilitas Keamanan di Bumi Cendrawasih

Minggu, 5 Oktober 2025 - 23:45 WIB

Dirut Patra Niaga Sapa Pelanggan Pertamax di SPBU Pendukung MotoGP 2025 Mandalika

Berita Terbaru