Palembang | Tintamerah.co.id – Hingga sampai saat ini masih membekas dalam ingatan warga pesisir pantai Kampung Baru Tiga (Kabarti) tentang Banjir ROB yang kerap datang menghampiri warga di setiap tahunnya.
Terkadang warga pesisir Kabarti juga harus merelakan sebagian harta bendanya yang rusak akibat terjangan banjir ROB. Hal itu diungkapkan Tedy selaku tokoh masyarakat di Kampung Baru Tiga, Panjang Utara Bandar Lampung.
” Rasa khawatir itu pasti ada, namun kami harus ikhlas dengan lapang dada atas musibah Banjir ROB yang rutin datang setiap tahunnya,” kata Tedy.
Tedy menjelaskan, jika banjir ROB datang rumah warga dengan radius 50 sampai dengan 100 meter dari bibir pantai ikut merasakan dampak dari Banjir tersebut.
Menurut Tedy, tidak ada yang menjadi solusi untuk mencegah banjir ROB selain dengan membangun Talud di bibir pantai Kampung Baru Tiga.
“Jalan satu-satunya cuma dengan membangun Talud di bibir pantai ini, dengan adanya Talud setidaknya bisa meminimalisir debit air yang masuk ke areal perkampungan warga jika banjir ROB kembali datang,” ujarnya.
Selain itu, warga kampung di wilayah pesisir kampung baru tiga juga tampak bersahabat dengan sampah yang menumpuk di bibir pantai akibat terseret ombak.
Hingga pada akhirnya, sampah yang telah menumpuk bertahun-tahun di bibir pantai tersebut menjadi pusat perhatian banyak pihak dan salah satunya adalah Kodim 0410 Kota Bandar Lampung.
Lewat program TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD ke-116, satuan Kodim 0410 Kota Bandar Lampung bergerak cepat untuk meminimalisir serta membantu kesulitan masyarakat setempat.
Tidak sendiri, satuan Kodim Kota Bandar Lampung juga melibatkan semua pihak untuk bersama-sama membantu kesulitan yang dirasakan warga Kampung Baru Tiga.
Mulai dari TNI, Polri serta Pemerintah Kota Bandar Lampung dan juga masyarakat setempat ikut andil menjadi solusi serta membantu kesulitan warga Kabarti, sebagaimana tema yang diusung dalam pelaksanaan TMMD kali ini, yakni “Sinergi Lintas Sektor Wujudkan Pembangunan di Wilayah”.
Dandim 0410/KBL Kolonel Arm Tri Arto Subagio M.Int.Rel.,MMDS., mengatakan bahwa titik fokus dalam program ini adalah melepas rasa kekhawatiran warga jikalau Banjir Rob kembali datang menghampiri dengan membuat Talud di bibir pantai kampung tersebut.
Lanjutnya, pelaksanaan pembangunan juga menyasar tempat ibadah yang bertujuan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan warga setempat.
Dandim menyebut, ada dua lokasi perehaban tempat ibadah yang dilakukan. Pertama merehab Mushola di Kampung Baru Tiga dan selanjutnya merehab Mushola di Kampung Pidada Panjang Utara Bandar Lampung.
” Tidak hanya membangun Talud, kita juga melakukan rehab dua unit Mushola yang tujuannya meningkatkan keimanan warga sekitar,” ucap Pria kelahiran Biak, Papua tersebut.
Berdasarkan penuturan warga setempat bahwa dahulu Kampung Baru Tiga ini merupakan kampung yang dijuluki sebagai tempat Prostitusi (Lokalisasi).
Namun seiring berjalannya waktu kampung tersebut tidak lagi dijadikan sebagai lokalisasi karena sebagian dari warga setempat menghendaki agar kampung ini terbebas dari kegiatan-kegiatan yang mengarah kemaksiatan.
” Hingga pada akhirnya, Kodim Kota Bandar Lampung hadir untuk memperindah tempat ibadah dengan merehab Mushola menjadi lebih layak sehingga warga setempat menjadi lebih taat dalam beribadah,” ungkap Kolonel Tri Arto Subagio.
Dandim juga mengapresiasi kekompakan TNI dengan warga dalam mendukung pelaksanaan TMMD di wilayah Panjang Utara Bandar Lampung.
Menurutnya, Lokasi kegiatan TMMD tidak bisa dijangkau dengan kendaraan roda empat sehingga personel Satgas TMMD dan warga harus bergotong-royong mengangkut material menuju lokasi pembangunan. Terkadang TNI dan warga harus lembur sampai dengan malam hari agar besok paginya material siap untuk digunakan.
“Kekompakan itu saya apresiasi, karena sejatinya keberhasilan TMMD adalah ketika TNI, Polri dan Pemerintah Daerah serta masyarakat manunggal (bersatu) dalam membangun di wilayah,” tandasnya.,*















