PALEMBANG | tintamerah.co -, Genderang perang terhadap perusak bangsa kembali ditabuh keras. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan melumat habis barang bukti sabu seberat 16,9 kilogram hasil tangkapan jaringan internasional Malaysia–Palembang. Pemusnahan yang dilakukan di halaman kantor BNNP Sumsel, Rabu (22/4/2026), menjadi pesan mematikan bagi para sindikat: Tidak ada ruang aman bagi narkoba di Bumi Sriwijaya!
Komitmen Tanpa Ampun
Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol. Hisar Siallagan, dengan nada bicara yang tegas dan berwibawa, menyatakan bahwa pemusnahan ini bukan sekadar seremoni rutin. Ini adalah bukti nyata kehadiran negara dalam memutus urat nadi peredaran gelap narkotika yang kian beringas.
“Kami tidak akan memberi ruang, meski sejengkal pun, bagi jaringan internasional untuk merusak generasi kita. Pemusnahan ini adalah bukti komitmen kami. Siapa pun yang mencoba bermain api dengan narkoba di Sumatera Selatan, akan kami sikat sampai ke akarnya!” tegas Jenderal Bintang Satu tersebut dalam keterangan pers tintamerah.co, Rabu (22/4/2026).
Kronologi Penggerebekan: Senyap dan Mematikan
Keberhasilan ini berawal dari keberanian masyarakat yang melaporkan aktivitas mencurigakan melalui call center 24 jam BNNP Sumsel. Laporan tersebut menyebutkan adanya “gudang maut” di kawasan Perumahan Griya Kampung Serang.
Tak butuh waktu lama, tim di bawah komando Kabid Pemberantasan dan Intelijen, Kombes Pol. Dra. Basni R. Sagala, bergerak bak bayangan. Setelah tujuh hari pengintaian intensif, petaka bagi para pengedar tiba pada Rabu dini hari, 25 Maret 2026.
Dalam penggerebekan di Perumahan Griya Kampung Serang Sejahtera Blok I No. 6, petugas membekuk tersangka berinisial J (32). Hasilnya mengejutkan: dua koper besar berisi 15 bungkus sabu bermerek Daguanyin dan Gold Leaf dengan total berat 16,9 kilogram berhasil disita. Jika lolos, barang haram ini berpotensi menghancurkan ribuan nyawa pemuda di Sumatera Selatan.
Dua DPO Kini Dikejar Hingga Lubang Semut
Pengembangan cepat dilakukan. Tak sampai 24 jam, tersangka kedua berinisial H yang berperan sebagai kurir diringkus di kawasan Jalan Mayor Zen, Kalidoni. Namun, BNNP Sumsel tidak puas hanya dengan menangkap “kaki tangan”.
Saat ini, mata elang BNNP Sumsel tengah mengincar dua sosok misterius berinisial W dan R. Keduanya telah resmi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan diduga kuat sebagai otak sekaligus pengendali utama distribusi dari Malaysia.
Panggilan Jihad Melawan Narkoba
Di akhir pernyataannya, Brigjen Pol. Hisar Siallagan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga yang berani melapor. Ia menegaskan bahwa kekuatan sesungguhnya berada di tangan rakyat.
“Perang melawan narkoba adalah jihad kita bersama. Jangan takut, jangan ragu. Laporkan! Kita bersihkan Sumatera Selatan dari sampah-sampah internasional ini,” pungkasnya.
Pemusnahan 16,9 kg sabu ini menjadi peringatan keras bagi para bandar yang masih berkeliaran: Waktu kalian sudah habis.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















