UIN dan The Wijaya Institute Gelar Pelatihan Jurnalisme Budaya

Sabtu, 23 September 2023 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang | Tintamerah.co.id – Pelatihan jurnalistik yang sedikit berbeda dilakukan Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF). Berkerja sama dengan The Wijaya Institute , diadakan Pelatihan Jurnalisme Budaya, Seni, Tradisi, dan Kearifan Lokal, di Program Jurnalistik, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN RF, selama September sampai Oktober.

“Pelatihan ini tidak hanya membahas tentang teori saja. Tapi lebih mengedepankan praktik. Harapannya, setelah pelatihan mahasiswa dapat langsung membuat berita baik yang tulis. audio, maupun audiovisual,” ungkap Direktur The Wijaya Institute, Dr. R. H. Wijaya, M.Si.

Memperkenalkan dan mengakrabkan mahasiswa dengan Budaya, Seni, Tradisi, dan Kearifan Lokal lewat jurnalisme menurut dosen senior di UIN ini jelas sangat penting. Pasalnya, sebagai generasi muda mereka lah yang akan menjadi ujung tombak pelestarian hal tersebut.

BACA JUGA  Duta Literasi Sumsel Gencar Sosialisasikan Literasi ke Sekolah Agar Menjadi Gaya Hidup

Sementara itu, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN RF, Dr. Ahmad Syarifudin MA menyatakan banyak ucapan terima kasih kepada The Wijaya Institute. Soalnya, dengan program pelatihan ini pasti akan memberikan banyak dampak positif ke mahasiswa.

“Kita berharap dengan adanya pelatihan ini akan banyak produk jurnalistik yang dihasilkan oleh mahasiswa. Tidak hanya dalam bentuk berita bahkan sampaii ke film pendek,” ungkapnya.

Sebagai narasumber dalam pelatihan yaitu, Komisaris PT Panji Media Gemilang, Mulyono dan Praktisi Jurnasil, Seni, dan Budaya Surono. Selama kurun waktu satu bulan mereka berdua akan membina mahasiswa untuk praktik langsung membuat produk jurnalistik.

“Kita tidak hanya fokus dalam mengajari mereka membuat berita secara tulisan. Tapi juga audiovisual yang tentunya berhubungan dengan budaya, seni, tradisi, dan kearifan lokal,” kata Surono, yang juga saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Ikatan Wartawan Online Sumsel.*

Berita Terkait

Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah Nyatakan Perang Total Desak Pencabutan Mutlak Pergub Nomor 40 Tahun 2017 Demi Keadilan Bumi Serepat Serasan
“Pak De” Soemarjono Desak Pencabutan Pergub 40 Tahun 2017 Wajib Akomodasi PP Terbaru Demi Kepastian Hukum Pemkab dan Keadilan Rakyat PALI
Tegas dan Tanpa Kompromi! Firdaus Hasbullah Ungkap Pergub 40/2017 Tidak Punya Dasar Hukum, RSA PALI Siapkan Perlawanan Total
Bedah Regulasi Pergub 40/2017: Dhabi K Gumarya Luruskan Pemahaman Hukum dan “Transfer Knowledge” Soal Diskresi ke Aktivis PALI
Dhabi K Gumarya ke ‘Bos’ PGK PALI: Pergub 40/2017 Tidak Punya Cantelan Hukum dan Wajib Dicabut, Bukan Direvisi
Sengit Di Agam Pisan: Kupas Tuntas Tanya Jawab Sonny Ternando Dan Dhabi K Gumarya Bongkar Cacat Hukum Pergub 40/2017
Praktisi Hukum Sumsel Dhabi K Gumarya Tegaskan Pemangku Kebijakan dan Pertamina Wajib Tunduk Mutlak pada UU Nomor 2 Tahun 2012
Napak Tilas Kejayaan Migas PALI: Efran Tegas Dukung Survei Seismik BGP, Tapi Perang Total Cabut Pergub Usang!

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:55 WIB

Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah Nyatakan Perang Total Desak Pencabutan Mutlak Pergub Nomor 40 Tahun 2017 Demi Keadilan Bumi Serepat Serasan

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:22 WIB

“Pak De” Soemarjono Desak Pencabutan Pergub 40 Tahun 2017 Wajib Akomodasi PP Terbaru Demi Kepastian Hukum Pemkab dan Keadilan Rakyat PALI

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:01 WIB

Tegas dan Tanpa Kompromi! Firdaus Hasbullah Ungkap Pergub 40/2017 Tidak Punya Dasar Hukum, RSA PALI Siapkan Perlawanan Total

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:46 WIB

Bedah Regulasi Pergub 40/2017: Dhabi K Gumarya Luruskan Pemahaman Hukum dan “Transfer Knowledge” Soal Diskresi ke Aktivis PALI

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:01 WIB

Dhabi K Gumarya ke ‘Bos’ PGK PALI: Pergub 40/2017 Tidak Punya Cantelan Hukum dan Wajib Dicabut, Bukan Direvisi

Berita Terbaru