PALI | Tintamerah.co.id -, Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Romi Suryadi menyambut baik Bupati Asgianto membentuk Panitia Seleksi (Pansel) untuk rekrutmen terbuka jabatan kosong di Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta PALI Anugerah.
Tetapi Romi menegaskan agar pelaksanaan lelang jabatan direksi PDAM tersebut jangan sampai ada intervensi dari pihak manapun yang menitipkan orangnya untuk menduduki kursi jabatan tersebut.
“Kalau dengan adanya Pansel, komisi 2 karena dalam hal ini PDAM ada di bawah komisi 2, menyambut baik,” kata Romi Suryadi kepada Tintamerah.co.id, Senin (19/05/25).
“Pansel itu harus dilaksanakan dari pihak akademisi, jadi tidak ada namanya titipan-titipan,” Romi menambahkan.
Lebih lanjut Romi berujar agar tim Pansel harus diisi dengan orang-orang yang berintegritas dan profesional sehingga saat mereka bekerja hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. Ia meyakini bahwa saat ini masyarakat PALI sangat mengharapkan siapapun sosok yang terpilih menjadi direktur dapat membenahi carut marut persoalan PDAM Tirta PALI Anugerah sejak Bumi Serepat Serasan berdiri.
“Jadi kalau dari akademisi itu transparan hasilnya. Transparan, akuntabel, dan kita menginginkan siapapun yang duduk sebagai direktur PDAM nanti bisa mengatasi persoalan yang terjadi 12 tahun sekarang ini,” ujar Romi.
Selain itu, Romi menyatakan bahwa Komisi II parlemen PALI akan melibatkan diri untuk melakukan pengawasan dalam proses lelang jabatan tersebut. Ia menyarankan agar tim Pansel melibatkan akademisi dari perguruan tinggi.
“Kita akan ikut mengawasi, jadi kita menyarankan Pansel itu harus melibatkan akademisi. Bila perlu, gaya Kayu Agung dari pihak Unsri, Profesor yang ngetes direkturnya,” ungkap Romi Suryadi,” ungkap Romi.
Tak hanya itu, Romi mengingatkan agar orang yang terpilih menjadi direktur harus memenuhi syarat yang ada didalam peraturan bupati (Perbup) salah satunya pernah menduduki jabatan Kabag Teknik di PDAM.
“Dan juga direktur PDAM itu harus memenuhi syarat, dan juga ada tertera di dalam Perbup, pernah menduduki Kabag Teknik, itu kan syarat daripada direktur,” jelas Romi Suryadi.
Saat ditanya Tintamerah.co.id apakah akan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan tim Pansel, Romi mengatakan pihaknya akan berkomunikasi dengan Dewas Pengawas PDAM untuk menanyakan cara kerja tim Pansel dalam melibatkan akademisi.
“Kita bukan melakukan dengar pendapat jadi kita akan berkomunikasi sama Dewas dalam hal ini PDAM ini ada namanya Dewan Pengawas,” ucap Romi Suryadi.
“Jadi kita akan menanyakan kepada Dewas mekanisme apa-apa yang akan dilaksanakan Pansel itu melibatkan pihak Unsri, kalau bisa, kalau kamu bisa, harus bisa,” tegas Romi Suryadi.
Romi menghimbau agar pemerintah kabupaten PALI tidak separuh hati dalam mendukung kinerja direktur yang baru nanti. Ia menegaskan apapun yang menjadi kebutuhan yang diajukan direksi untuk kemajuan PDAM harus didukung seratus persen.
“Jadi kalau setelah nanti direktur defenitif terpilih kita minta kepada pihak Pemda ini jangan setengah-setengah dalam arti kata, apapun namanya kebutuhan yang diperlukan oleh PDAM, harus support seratus persen,” tutup Romi Suryadi.
Seperti diketahui, Bupati PALI Asgianto mengaku mendapat teror imbas warga kesulitan mendapatkan air bersih, terlebih peristiwa itu terjadi pada momen peryaan hari raya Idhul Fitri beberapa bulan yang lalu.
Merespon hal tersebut, Asgianto menugaskan Wakil Bupati PALI Iwan Tuaji mengunjungi PDAM Tirta PALI Anugerah Sejahtera pertengahan April lalu guna mengetahui carut marut yang terjadi ditubuh badan usaha milik daerah itu.
Setelah mendapat laporan dari Iwan Tuaji, Bupati Asgianto memutuskan untuk melakukan penataan dengan melelang direksi PDAM.
Bupati Asgianto sejak mencalonkan diri hingga dilantik menjadi orang nomor satu di Bumi Serapat Serasan selalu mendengungkan akan meritokrasi pejabat dilingkungan Pemda PALI termasuk pimpinan perusahaan daerah yang ada di PALI.
Bupati Asgianto menginginkan sistem pengelolaan ASN yang didasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja, serta integritas dan moralitas. Sistem ini bertujuan menciptakan birokrasi yang profesional, efisien, dan berdaya saing, dengan memberikan kesempatan yang adil bagi ASN yang berprestasi untuk berkembang.
Merespon hal tersebut tersebut, Ketua DPRD PALI H. Ubaidillah mendukung penuh keputusan Bupati Asgianto membentuk tim Pansel lelang jabatan direktur dan dewan pengawas PDAM Tirta PALI Anugerah.
Kendati demikian, Ubaidillah meminta agar Pansel benar-benar bekerja secara profesional bebas dari tekanan pihak manapun yang mencoba menitipkan keluarganya untuk mendapatkan posisi kosong di PDAM Tirta PALI Anugerah.
(ej@/tintamerah)















