Ubaidillah: Harmoni Dua Tokoh, Menghapus Sekat di Meja Idul Fitri untuk Masa Depan PALI

Rabu, 25 Maret 2026 - 00:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bukan sekadar halal bihalal biasa. Ketua DPRD PALI, Ubaidillah, menyaksikan langsung bagaimana dua tokoh besar PALI duduk satu meja untuk menyatukan visi pembangunan. Tanpa sekat, tanpa ego. Ubaidillah menyebut ini adalah langkah konkret meruntuhkan eksklusivitas demi kepentingan rakyat PALI yang lebih besar. (Dok/H. Ubaidillah)

Bukan sekadar halal bihalal biasa. Ketua DPRD PALI, Ubaidillah, menyaksikan langsung bagaimana dua tokoh besar PALI duduk satu meja untuk menyatukan visi pembangunan. Tanpa sekat, tanpa ego. Ubaidillah menyebut ini adalah langkah konkret meruntuhkan eksklusivitas demi kepentingan rakyat PALI yang lebih besar. (Dok/H. Ubaidillah)

PALI | tintamerah.co -, Momentum Idul Fitri 1447 H di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, melahirkan sebuah potret langka yang sarat makna. Pertemuan antara Bupati PALI saat ini, Asgianto, dengan Bupati PALI dua periode, H. Heri Amalindo, menjadi sorotan hangat. Pertemuan ini bukan sekadar ritual jabat tangan, melainkan sebuah pesan kuat tentang kedewasaan berpolitik di Bumi Serepat Serasan.

Ketua DPRD PALI, Ubaidillah, yang menyaksikan langsung momen tersebut, menegaskan bahwa pertemuan ini adalah “kuliah terbuka” tentang silaturahmi bagi seluruh masyarakat dan elite politik di PALI.

Melampaui Sekat Politik

Meski jawaban yang terlontar tampak normatif, Ubaidillah menekankan ada substansi mendalam di balik tawa dan obrolan ringan kedua tokoh tersebut. Menurutnya, pemandangan ini adalah jawaban atas dahaga masyarakat akan keteduhan politik.

BACA JUGA  Seni Hendri Terpilih Kembali Nahkodai PESAWAT

“Pertemuan kedua tokoh PALI ini tidak lain adalah silaturahmi dalam rangka Idul Fitri. Ini merupakan pelajaran berharga bagi kita semua dan patut dicontoh. Para tokoh sudah seharusnya merajut hubungan, saling berbagi pengalaman demi kemajuan Kabupaten PALI,” tegas Ubaidillah saat dihubungi tintamerah.co, Selasa (24/3/2026).

Ubaidillah tidak menyangkal bahwa publik mungkin mencari celah “kesepakatan politik” di balik pertemuan tersebut. Namun, ia memastikan bahwa fokus utama pembicaraan tetaplah pada garis besar pembangunan daerah.

Estafet Pikiran untuk PALI

Bagi Ubaidillah, kehadiran Heri Amalindo sebagai peletak fondasi PALI dan Asgianto sebagai nakhoda saat ini, merupakan simbol estafet kepemimpinan yang sehat. Tidak ada ego sektoral; yang ada hanyalah diskusi mengenai arah pembangunan PALI ke depan agar tidak kehilangan momentum.

BACA JUGA  Usai Dilantik, Enam Ketua TP PKK Diminta Serius Tekan Angka Stunting Sumsel

“Saya ikut bangga menyaksikan pertemuan ini. Ada transfer pengalaman dan visi. Fokusnya jelas: bagaimana pembangunan PALI tidak hanya sekadar berjalan, tapi melesat lebih maju lagi,” tambahnya dengan nada lugas.

Opini: Simbolisme di Tengah Kritik

Pertemuan ini menjadi kontras yang menarik di tengah kritik tajam mengenai aksesibilitas ruang publik dan transparansi yang belakangan kerap disuarakan. Dengan duduk bersama, kedua tokoh ini seolah ingin meruntuhkan tembok eksklusivitas yang seringkali menjadi sekat antara pemimpin dan realitas masyarakat.

Ubaidillah menegaskan bahwa momen halal bihalal ini harus menjadi titik balik. “Tidak ada pembicaraan yang terlalu spesifik atau rahasia, namun yang pasti, frekuensi keduanya sama: PALI harus lebih baik. Ini adalah momen maaf-memaafkan yang nyata, yang kita harap menular hingga ke akar rumput,” tutupnya.

BACA JUGA  Danrem 044/Gapo Dampingi Kunjungan Kerja Panglima TNI

Pertemuan Asgianto dan Heri Amalindo di bawah pengamatan Ubaidillah ini memberikan sinyal positif: bahwa di atas segala syahwat politik, kepentingan Kabupaten PALI tetap menjadi panglima tertinggi.

 

Laporan: Efran | Editor: tintamerah.co

 

Berita Terkait

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang
Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!
Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!
Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:05 WIB

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:22 WIB

Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!

Senin, 15 Juni 2026 - 06:40 WIB

Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Berita Terbaru