PALEMBANG | tintamerah.co -, Kota Palembang tengah bersiap melakukan lompatan besar dalam peta ekonomi syariah nasional. Penjabat (Pj) Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan, resmi menyepakati sinergi strategis untuk mempercepat pengembangan ekonomi syariah dan digitalisasi sektor UMKM.
Dalam audiensi yang berlangsung hangat di Rumah Dinas Wali Kota, Ratu Dewa menegaskan bahwa ekonomi syariah bukan sekadar tren, melainkan mesin baru untuk pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Gerak Cepat Lindungi UMKM
Ratu Dewa menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera turun ke lapangan. Ia tidak ingin program ini hanya menjadi wacana di atas kertas, melainkan harus menyentuh titik-titik krusial ekonomi rakyat.
“Kita dukung sepenuhnya penguatan ekonomi syariah ini. Fokus kita adalah memberikan manfaat nyata bagi UMKM kecil dan mikro. Jika ekosistem syariah ini kuat, pertumbuhan ekonomi Palembang ke depan akan jauh lebih stabil dan berkah,” tegas Ratu Dewa, Senin (13/4/2026).
Revolusi di Kampung Pempek: Zona KHAS & Digitalisasi
Salah satu gebrakan yang mencuri perhatian dalam pertemuan ini adalah rencana pembentukan Zona Kuliner Halal Aman Sehat (KHAS). Kepala BI Sumsel, Bambang Pramono, mengungkapkan bahwa kawasan ikonik Kampung Pempek 26 Ilir akan menjadi salah satu fokus utama transformasi ini.
Poin-poin utama transformasi tersebut meliputi:
- Sertifikasi Halal Massal: Memastikan seluruh pedagang memiliki sertifikat resmi untuk memberikan jaminan kualitas bagi konsumen.
- Magnet Wisata Muslim: Menciptakan ekosistem pariwisata yang ramah bagi turis mancanegara, khususnya wisatawan dari negara-negara Muslim.
- Digitalisasi Pembayaran: Mendorong adopsi QRIS secara masif di sentra kuliner agar transaksi lebih praktis, transparan, dan modern.
“Tujuannya jelas: konsumen merasa nyaman, baik bertransaksi tunai maupun non-tunai. Ini akan meningkatkan kelas UMKM kita di mata dunia,” ujar Bambang Pramono.
Proyeksi Ekonomi Pasca-Lebaran: Tetap Tangguh!
Tak hanya bicara soal syariah, BI juga memaparkan angin segar terkait stabilitas ekonomi daerah. Meski periode Lebaran telah usai, pertumbuhan ekonomi Palembang diprediksi tetap tumbuh kuat di angka 5,3% hingga 5,7%.
Untuk menjaga momentum positif ini dan melindungi daya beli masyarakat, duet Pemkot Palembang dan BI berkomitmen memperkuat langkah-langkah berikut:
- Pemantauan Harga Real-time: Memastikan stok pangan aman dan harga tetap terkendali.
- Pasar Murah Berkelanjutan: Menjadikan agenda Pasar Murah sebagai instrumen rutin untuk menekan inflasi di level akar rumput.
Sinergi antara otoritas moneter dan pemerintah daerah ini diharapkan menjadi “booster” bagi ekonomi Palembang untuk menjadi barometer ekonomi syariah di Sumatera.
Laporan: yulie | Editor: efran















