PALI | tintamerah.co -, Momen Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Desa Pengabuan Timur, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),Sumatera Selatan, menjadi panggung pembuktian nyata: siapa yang benar-benar peduli pada rakyat, dan siapa korporasi raksasa yang hanya tahu mengeruk keuntungan tanpa nurani. Di satu sisi, negara hadir secara totalitas membawa kehangatan lewat bantuan langsung Presiden Republik Indonesia. Namun di sisi lain, aroma ketamakan PT Pertamina Adera Field menyengat hidung, memicu amarah besar dari pucuk pimpinan daerah hingga pemerintah desa akibat sikap pelit dan abai terhadap masyarakat setempat.
Berdasarkan rangkaian agenda Idul Adha 1447 H yang telah disebar oleh Pemerintah Kabupaten PALI, gerak langkah para pemimpin daerah terbagi demi menyapa seluruh lapisan masyarakat. Jika Bupati PALI Asgianto, S.T., melaksanakan sholat Idul Adha di wilayah Talang Ubi Timur, maka Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji, S.H., memilih turun langsung menyapa jamaah di Masjid Agung Assyakirin, Desa Pengabuan Timur, Kecamatan Abab.
Kehadiran Wabup Iwan Tuaji di Pengabuan Timur bukan sekadar formalitas pejabat di atas panggung. Ia hadir menyentuh langsung jantung kehidupan masyarakat setempat. Dalam khotbah dan sambutannya, Wabup PALI menyerukan pesan mendalam tentang esensi pengorbanan, keikhlasan, dan pentingnya menjaga persatuan di momen suci Idul Adha. Kehadiran orang nomor dua di PALI ini menjadi oase di tengah dahaga keadilan sosial yang dinantikan warga pelosok desa.
Gema takbir di Pengabuan Timur semakin bergetar hebat saat penyerahan simbolis bantuan hewan kurban dari Presiden RI dilaksanakan usai sholat Id. Penyerahan dilakukan bersama oleh Ketua DPRD Kabupaten PALI, H. Ubaidilah, S.H., dan Wakil Bupati Iwan Tuaji, S.H. Kedatangan dua tokoh penting ini disambut riuh dan antusias oleh ratusan warga, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perangkat desa.
Apresiasi mendalam langsung meluncur dari mulut Kepala Desa Pengabuan Timur, Ivey Sastra. Atas nama seluruh warganya, Kades menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga atas kehadiran Wakil Bupati PALI serta perhatian luar biasa dari Presiden RI yang telah mengirimkan sapi kurban terbaik ke desa mereka. Bagi warga, bantuan ini adalah bukti sah bahwa negara tidak melupakan masyarakat yang berada di pelosok bumi PALI.
Ketua DPRD PALI, H. Ubaidilah, S.H., menegaskan bahwa bantuan Presiden ini adalah amanah ideologis tentang kehadiran negara di tengah rakyatnya. “Bantuan ini bukan sekadar hewan kurban, melainkan amanah dan perhatian langsung dari Bapak Presiden Republik Indonesia untuk masyarakat Kabupaten PALI, khususnya warga Desa Pengabuan Timur ini. Ini bukti bahwa kita tidak dilupakan, bahwa negara hadir dan ingin berbagi kebahagiaan serta keberkahan Idul Adha bersama kita semua,” tegas politisi senior tersebut dengan lugas di hadapan jamaah, Rabu (27/5/2026). Ia juga mengingatkan agar nilai kurban memperkokoh persatuan dan gotong royong tanpa sekat.
Senada dengan itu, Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji, S.H., mengapresiasi kesiapan desa dan menegaskan bahwa bantuan ini harus tepat sasaran. “Tugas kita hari ini adalah memastikan perhatian ini sampai ke tangan yang tepat, ke warga yang membutuhkan, sehingga semangat berbagi ini benar-benar terwujud,” cetus Iwan Tuaji, Rabu (27/5/2026). Beliau juga menyisipkan pesan agar masyarakat tetap menjaga keharmonisan, sekaligus memberikan sinyal keras agar warga terus mengawal hak-hak mereka dari eksploitasi wilayah sekitar.
Sengatan Keras Kades dan Amarah Wabup: Tamparan Keras untuk PT Pertamina Adera Field!
Namun, di balik kehangatan dan rasa syukur atas bantuan Presiden RI, atmosfer Idul Adha di Pengabuan Timur seketika berubah menjadi panas dan pedas ketika menyoroti peran corporate social responsibility (CSR) perusahaan minyak yang beroperasi di sana. Sinergi indah antara pemerintah pusat, daerah, dan desa ini mendadak kontras dengan sikap dingin bin pelit dari PT Pertamina Adera Field.
Dengan nada berapi-api dan penuh keberanian, Kades Pengabuan Timur, Ivey Sastra, memberikan “sengatan maut” yang menelanjangi borok PT Pertamina Adera Field. Ivey mengecam keras korporasi tersebut yang selama ini mengeruk secara masif kekayaan alam dan mengeksploitasi bumi Pengabuan Timur, namun bersikap sangat pelit dan perhitungan dalam urusan menyumbang sapi kurban untuk masyarakat terdampak operasional mereka. Perlakuan perusahaan dinilai menghina harga diri warga lokal yang setiap hari harus berhadapan dengan risiko eksplorasi minyak.
Sengatan pedas Kades tersebut langsung menyulut amarah besar Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji, S.H. Merasa warganya dilecehkan oleh ketamakan korporasi, dengan wajah memerah menahan geram, Wabup Iwan Tuaji langsung “menyemprot keras” manajemen PT Pertamina Adera Field.
Wabup menilai tindakan perusahaan plat merah tersebut yang enggan berkontribusi nyata di hari raya kurban sebagai bentuk pembangkangan sosial dan ketidakpedulian yang fatal. Tidak main-main, dengan ketegasan seorang pimpinan daerah yang membela hak rakyatnya, Iwan Tuaji mengeluarkan ancaman keras: ia berjanji akan melakukan panggil paksa terhadap manajemen PT Pertamina Adera Field segera setelah libur bersama Idul Adha berakhir! Pemerintah Kabupaten PALI tidak akan tinggal diam melihat perusahaan sekaya Pertamina bersikap kikir di atas tanah yang mereka peras kekayaannya.
Momen Idul Adha 1447 H di Desa Pengabuan Timur akhirnya menjadi refleksi tajam bagi semua pihak. Sinergi epik antara legislatif (Ketua DPRD) dan eksekutif (Wakil Bupati) berhasil mengawal amanah Presiden RI hingga menyentuh rakyat miskin. Namun, catatan merah tebal kini resmi ditujukan kepada PT Pertamina Adera Field. Rakyat PALI kini menunggu pembuktian janji panggil paksa dari Wakil Bupati untuk menuntut keadilan dari korporasi yang dinilai “kaya di atas kertas, tapi miskin empati di dunia nyata”.
Catatan Redaksi / Upaya Konfirmasi:
Guna menjaga keberimbangan informasi dan memberikan ruang klarifikasi, tim redaksi tintamerah.co telah melayangkan surat permohonan wawancara dan konfirmasi resmi kepada Senior Manager PT Pertamina EP Adera Field pada Kamis (28/5/2026).
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih menunggu tanggapan resmi dari pihak manajemen. tintamerah.co berkomitmen penuh untuk segera memuat dan menerbitkan penjelasan tersebut dalam bentuk hak jawab atau berita perkembangan (update) begitu surat konfirmasi mendapat balasan.
Penulis: Alber Irawan | Editor: Efran















