Hari Lingkungan Hidup Sedunia: DLH PALI Tabuh Genderang Perang Melawan Degradasi Ekologi dan Tantangan Lapangan

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PALI, Aryansyah, memberikan instruksi strategis pemulihan lahan ekologis dalam momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Jumat (5/6/2026). DLH PALI menegaskan komitmen memprioritaskan penyelarasan regulasi dan pengawasan ketat terhadap isu krusial lingkungan di Bumi Serepat Serasan.  (Foto: Dok/tintamerah.co)

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PALI, Aryansyah, memberikan instruksi strategis pemulihan lahan ekologis dalam momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Jumat (5/6/2026). DLH PALI menegaskan komitmen memprioritaskan penyelarasan regulasi dan pengawasan ketat terhadap isu krusial lingkungan di Bumi Serepat Serasan. (Foto: Dok/tintamerah.co)

PALI | tintamerah.co -, Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak boleh sekadar menjadi seremoni usang yang miskin substansi. Di tengah ancaman nyata krisis iklim dan alih fungsi lahan di daerah, Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menegaskan posisi untuk memperkuat benteng pertahanan ekologis secara agresif dan tak kenal kompromi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PALI, Aryansyah, secara lugas menyatakan bahwa peringatan tahun ini adalah alarm keras bagi seluruh pemangku kebijakan, pelaku industri, dan masyarakat. Menurutnya, memaknai Hari Lingkungan Hidup di era modern bukan lagi soal retorika hijau, melainkan ujian konsistensi dalam menghentikan laju degradasi lingkungan yang kian mengkhawatirkan.

“Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini harus kita jadikan titik balik aksi nyata, bukan sekadar simbolis baju hijau atau penanaman pohon seremonial. Kita sedang berpacu dengan waktu melawan degradasi ekologi. Konteks tantangan hari ini jauh lebih kompleks, di mana industrialisasi dan kebutuhan ekonomi sering kali menekan daya dukung alam lingkungan kita, khususnya di Bumi Serepat Serasan,” tegas Aryansyah saat diwawancarai khusus oleh tintamerah.co, Jumat (5/6/2026).

BACA JUGA  Dugaan Pungli Dana Publikasi 50% di Sekretariat DPRD PALI, Pimpinan Dewan Meradang: "Bantah Terima Aliran!"

Membongkar Isu Krusial: Lahan, Limbah, dan Ego Sektoral

Saat dibincangkan mengenai titik paling rawan yang harus segera diintervensi, Aryansyah tanpa ragu menunjuk persoalan kerusakan bentang alam, pengelolaan limbah domestik maupun industri, serta kepatuhan korporasi terhadap kelestarian lingkungan. Menurutnya, sinergi segitiga antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta kerap kali timpang akibat ego sektoral dan minimnya tanggung jawab ekologis jangka panjang.

Ia menambahkan, eksploitasi dan alih fungsi lahan yang masif menuntut pengawasan yang jauh lebih ketat dari biasanya. Sektor swasta, khususnya pertambangan dan perkebunan skala besar di PALI, dipaksa untuk tidak hanya mengeruk keuntungan dari bumi Serepat Serasan, tetapi wajib mengembalikan fungsi ekologis melalui reklamasi dan pengelolaan limbah yang baku sesuai aturan hukum.

BACA JUGA  PALI Melompat Lebih Jauh: Menjahit Infrastruktur Menuju Kemandirian Ekonomi

Langkah Strategis: Bukan Sekadar Regulasi Di Atas Kertas

Menyelaraskan dengan tema global Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini yang berfokus pada pemulihan lahan dan ketahanan terhadap kekeringan, DLH PALI telah menelurkan sejumlah langkah strategis yang kini tengah berjalan. Aryansyah bersama jajarannya melakukan pengetatan proses dokumen lingkungan hidup dan melakukan pemetaan zonasi wilayah rawan degradasi.

Langkah taktis yang diambil meliputi peningkatan intensitas inspeksi mendadak (sidak) terhadap titik pembuangan limbah industri, penguatan program rehabilitasi hutan dan lahan kritis berbasis keterlibatan masyarakat lokal secara masif, hingga melakukan audit kepatuhan lingkungan secara berkala bagi perusahaan yang beroperasi di wilayah hukum Kabupaten PALI.

Menembus Hambatan Lapangan dengan Ketegasan

Kendati strategi telah disusun secara matang, eksekusi di lapangan kerap membentur tembok tebal hambatan nyata. Aryansyah membeberkan bahwa tantangan terbesar yang sering dihadapi tim DLH di lapangan berkisar pada minimnya sarana prasarana pengawasan, keterbatasan personel ahli, hingga benturan sosial-ekonomi di mana kesadaran kolektif masyarakat dan korporasi masih dinilai rendah.

BACA JUGA  Merajut Harapan PALI 2027: Sinergi di Balik Forum Lintas Perangkat Daerah

Namun, hambatan tersebut diklaim tidak akan menyurutkan nyali jajaran DLH PALI untuk menegakkan supremasi hukum lingkungan. Strategi pengetatan pengawasan kolektif, pemanfaatan teknologi pemantauan, serta kolaborasi lintas sektoral menjadi kartu as untuk menembus kebuntuan di lapangan.

“Tantangan di lapangan itu nyata, mulai dari kendala geografis, keterbatasan armada, hingga resistensi dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Cara kami mengatasinya hanya satu: ketegasan yang konsisten. Kami tidak akan mundur satu langkah pun jika menyangkut hak ekologis masyarakat PALI. Tim kami terus memaksimalkan sumber daya yang ada dan memperketat pengawasan tanpa pandang bulu,” pungkas Aryansyah dengan nada tinggi dan penuh optimisme.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

LPG 3 Kg di PALI Tembus Rp30 Ribu: Ke Mana Perginya Hati Nurani dan Tindakan Pemangku Kebijakan?
Hari Lingkungan Hidup Sedunia: Kadis LH PALI Gandeng Media Massa Bongkar Ego Sektoral dan Serukan Aksi Nyata, Bukan Seremonial!
Bukan Sekadar Seremonial, DLH PALI Pertegas Sanksi Korporasi Nakal dan Serukan Aksi Nyata di Hari Lingkungan Hidup
Sarang Tawon ‘Gong’ Meneror Jalan Merdeka, Tim Rescue Damkar PALI Bergerak Cepat Lakukan Eksekusi Pembakaran
JERITAN RAKYAT MISKIN PALI: Elpiji 3 Kg Tembus Rp30 Ribu, Ke Mana Larinya Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif?!
Jaga Tren Positif, Bappeda PALI Gempur Kemiskinan Ekstrem Lewat Validasi Data dan Program ‘Satu Desa Satu Produk’
BABAK BARU SKANDAL CETAK SAWAH TEMPIRAI: Melalui Perjuangan Panjang dan Berdarah-darah, Kades Akhirnya Terbitkan SKT Suparin!
Menembus Target 2026: Bappeda PALI Pacu Realisasi Fisik dan Serapan Anggaran Program Strategis

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:52 WIB

LPG 3 Kg di PALI Tembus Rp30 Ribu: Ke Mana Perginya Hati Nurani dan Tindakan Pemangku Kebijakan?

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:07 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia: Kadis LH PALI Gandeng Media Massa Bongkar Ego Sektoral dan Serukan Aksi Nyata, Bukan Seremonial!

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:49 WIB

Bukan Sekadar Seremonial, DLH PALI Pertegas Sanksi Korporasi Nakal dan Serukan Aksi Nyata di Hari Lingkungan Hidup

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:37 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia: DLH PALI Tabuh Genderang Perang Melawan Degradasi Ekologi dan Tantangan Lapangan

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:14 WIB

Sarang Tawon ‘Gong’ Meneror Jalan Merdeka, Tim Rescue Damkar PALI Bergerak Cepat Lakukan Eksekusi Pembakaran

Berita Terbaru