PALI | tinatemerah.co -, Semangat menggelora para peserta senam Lembaga Lansia Indonesia (LLI) di di Lapangan Sanggar Pramuka Gelora Pertamina, Pendopo, Talang Ubi, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan, terus menyala meski harus berjuang dengan keterbatasan. Di tengah rutinnya kegiatan Sunday Morning yang menjadi wadah kebugaran bagi para lansia, terselip harapan besar terhadap sosok Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah, untuk hadir memberikan perhatian nyata dan dukungan konkret.
Rencana kehadiran Firdaus Hasbullah beserta istri untuk menyapa dan memberikan apresiasi langsung kepada komunitas lansia pada Minggu (14/06/2026) batal terlaksana dikarenakan kondisi kesehatan beliau yang kurang baik. Meski demikian, Ketua LLI PALI, Haris Mutakin, menegaskan bahwa antusiasme anggota tetap tinggi dan mereka tetap menaruh simpati serta doa bagi kesembuhan sang wakil rakyat tersebut.
“Kami bersyukur atas apresiasi yang ditunjukkan Pak Firdaus. Kami mendoakan semoga beliau dan keluarga segera diberikan kekuatan dan kesehatan oleh Allah SWT agar bisa kembali beraktivitas serta memimpin PALI dengan baik,” ungkap Haris Mutakin saat ditemui di lokasi kegiatan.
Kemandirian di Tengah Minimnya Perhatian
Selama ini, LLI PALI bergerak murni secara mandiri. Mulai dari pengadaan seragam hingga perlengkapan pendukung kegiatan, seluruhnya merupakan hasil patungan dari para anggota yang mayoritas terdiri dari emak-emak dan para lansia yang ingin tetap produktif serta sehat di masa purnabakti.
Haris Mutakin tidak menampik bahwa sarana dan prasarana menjadi persoalan mendasar yang selama ini menghambat pengembangan organisasi. Upaya menjalin komunikasi dengan berbagai dinas terkait pun seringkali menemui jalan buntu karena ketiadaan alokasi anggaran yang tersedia untuk mendukung kegiatan mereka.
“Sarana dan prasarana kami sangat minim. Kami sudah mencoba ke dinas-dinas, namun jawabannya selalu sama: tidak ada anggaran. Padahal, kebutuhan seperti sound system yang layak untuk menunjang senam sangat kami butuhkan,” tegas Haris.
Menagih Peran Wakil Rakyat sebagai Pembina
Harapan LLI PALI kini tertumpu pada sosok Firdaus Hasbullah. Haris secara terbuka melontarkan ajakan agar Firdaus bersedia menjadi pembina LLI PALI. Baginya, dukungan dari seorang wakil rakyat bukan sekadar masalah materi atau pemberian doorprize sebagai penyemangat, melainkan bentuk pengayoman dan pengakuan terhadap eksistensi para lansia di Kabupaten PALI.
“Kami berharap Pak Firdaus bisa menjadi pembina kami agar keberadaan LLI bisa lebih berkembang dan terarah. Kami ini rakyat yang ingin disupport dan diayomi. Kehadiran beliau nanti, meski hanya sekadar memberikan dorongan semangat, akan sangat berarti bagi ibu-ibu dan bapak-bapak di sini,” tambahnya.
Ekspansi ke Kecamatan dan Harapan Masa Depan
Menatap periode kepengurusan 2026, LLI PALI memiliki visi besar untuk melakukan ekspansi. Haris memaparkan rencana strategis untuk memperluas jangkauan organisasi hingga ke tingkat kecamatan. Tujuannya adalah agar masyarakat, khususnya para pensiunan, dapat bergabung dalam kegiatan positif yang tidak hanya berfokus pada senam, tetapi juga bersinergi dengan layanan kesehatan melalui pengecekan rutin dari Dinas Kesehatan.
“Kami ingin LLI tidak hanya ada di tingkat kabupaten, tapi juga di kecamatan-kecamatan. Ke depan, kami ingin organisasi ini lebih baik dan mampu mengayomi lansia di seluruh pelosok PALI,” pungkas Haris.
Menolak Stigma ‘Hadir Saat Pemilu Saja’
Narasi yang berkembang di kalangan peserta senam saat ini sangat tegas: mereka menolak menjadi objek eksploitasi politik. Pengalaman pahit di masa lalu, di mana pejabat hadir sekali lalu hilang bak ditelan bumi, telah membentuk sikap kritis di kalangan emak-emak dan bapak-bapak peserta senam. Mereka kini menuntut kehadiran yang konsisten, pengayoman yang nyata, dan keterlibatan pemerintah dalam memfasilitasi gaya hidup sehat bagi warga lanjut usia.
Ke depan, Haris Mutakin bertekad membawa LLI PALI tidak hanya sebagai komunitas senam, tetapi sebagai organisasi yang mapan hingga ke tingkat kecamatan. Dengan rencana suksesi kepengurusan dan kolaborasi yang lebih dalam bersama instansi kesehatan, ia berharap LLI menjadi rumah yang nyaman bagi para purnabakti.
Kini, pertanyaannya tetap sama: Ke mana PALI akan bergerak? Apakah permintaan untuk menjadikan Firdaus Hasbullah sebagai pembina akan dijawab dengan kehadiran nyata, ataukah aspirasi lansia ini akan kembali menguap, terpinggirkan oleh agenda-agenda lain yang dianggap lebih prioritas? Masyarakat dan para lansia di PALI kini menunggu bukti, bukan lagi sekadar basa-basi.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















