Dimasa Pandemi Covid-19, Banyak Pedagang di Pasar 16 Ilir Gulung Tikar

Senin, 22 Februari 2021 - 11:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG|Tintamerah.co.id–Pasar 16 Ilir dikenal sebagai pusat ritel terbesar di Sumatera Selatan (Sumsel). Denyut nadi perekonomian di kawasan ini juga nyatanya benar-benar terganggu oleh pandemi Covid-19. Banyak pedagang yang mengeluhkan sepinya pembeli dan berujung pada tutupnya ratusan dari total 2000 toko.

General Manager PT Gandha Tata Prima (GTP) Yeyen, yang merupakan Pengelola Pasar 16 Ilir menyatakan, sejak awal pandemi Covid-19, perputaran ekonomi di Pasar 16 Ilir mendadak mandek.

“30 persen dari total 2000 toko di tutup karena pembeli kan sepi, jadi okupansi (tingkat keterisian) tinggal 70 persen,” katanya.

Bahkan, toko yang tetap buka pun maksimal 60-70 persen. Banyak pedagang gulung tikar dan tutup terutama selama tiga bulan pertama, pedang dan pembeli takut. Pertokoan yang tutup ini terutama penjual pakaian, karena modal tidak cukup dan perputaran keuangan operasional yang tidak stabil.

BACA JUGA  PW IWO Jambi Terima Penghargaan di HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke 68

“Sekarang mereka yang tetap bertahan mencari sampingan dengan berjualan secara online,” tuturnya.

Penghasilan pedagang turun 0-30 persen di masa tiga bulan pertama setelah itu mulai merangkak di angka 40 persen. “Biasanya sehari Rp1 miliar perhari perputaran perekonomian pedagang sebelum pandemi, sekarang masih ngesot. Kami minta mereka bertahan.

” Dalam hal ini juga berdampak pada pendapatan retribusi pasar yang harus disetorkan ke PD Pasar Palembang Jaya. Pemkot sempat memberikan keringanan setoran dikurangi 30 persen selama tiga sampai empat bulan di 2020. “Setelah itu kembali 100 persen sampai sekarang,” katanya.

Salah seorang pemilik toko sepatu di Pasar 16 Ilir, Firman mengatakan, hingga saat ini pembeli masih dikatakan sepi. Ia sempat berniat untuk menutup juga tokonya namun kembali berpikir ulang. Ia masih berharap keadaan kembali membaik seperti sebelumnya.

BACA JUGA  Dukung Pengembangan Ekonomi Keuangan Sumatera Selatan, OJK Resmikan Ekspor Perdana Kopi Melalui Ekosistem Industri Jasa Keuangan

“Kita mau menyalahkan siapa juga tidak tahu, kondisinya memang seperti ini sekarang, banyak pembeli takut ke pasar, banyak juga toko-toko yang sudah tutup,” pungkasnya. (Ocha)

Berita Terkait

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang
Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!
Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!
Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:05 WIB

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:22 WIB

Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!

Senin, 15 Juni 2026 - 06:40 WIB

Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Berita Terbaru