PALEMBANG | tintamerah.co -, Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menegaskan bahwa desa bukan lagi sekadar objek pembangunan, melainkan ujung tombak perlawanan terhadap peredaran gelap narkotika. Hal ini ditegaskannya saat membuka Seminar Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba) bagi kepala desa se-Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) di Hotel Aryaduta, Rabu (22/4/2026) malam.
Herman Deru meminta program Desa Bersinar tidak hanya menjadi seremonial belaka, melainkan sebuah role model konkret yang harus diadopsi oleh 3.228 desa di seluruh Bumi Sriwijaya.
Desa Sebagai Garda Terdepan
Dalam orasi kepemimpinannya, Deru menyoroti bahwa infiltrasi narkoba kini sudah merambah hingga ke pelosok desa. Oleh karena itu, perangkat desa hingga tingkat RT wajib melek hukum dan memiliki keberanian untuk melakukan deteksi dini.
“Ini misi luar biasa. Saya instruksikan Dinas PMD untuk segera berkoordinasi. Kita ingin desa menjadi tanggul yang kokoh. Jika aparatur desanya paham hukum dan waspada, ruang gerak bandar akan mati dengan sendirinya,” tegas Herman Deru dengan lugas.
Tiga Pilar Benteng Sosial
Tak hanya mengandalkan penegakan hukum, Gubernur yang dikenal dekat dengan rakyat ini menekankan pentingnya tiga pilar utama sebagai benteng perlindungan generasi muda:
- Literasi Hukum: Aparatur desa wajib memahami sanksi dan regulasi pencegahan.
- Kekuatan Religi: Penguatan nilai-nilai agama di tengah masyarakat.
- Benteng Adat & Budaya: Mengembalikan kearifan lokal sebagai kontrol sosial di lingkungan rumah tangga.
“Narkoba adalah ancaman nyata bagi bonus demografi kita. Kita tidak bisa menjemput Indonesia Emas jika generasi mudanya rapuh. Adat dan budaya harus jadi tanggul agar racun ini tidak masuk ke dalam rumah tangga,” tambahnya.
Sinergi Lintas Sektor
Acara yang diinisiasi oleh Harian Sumatera Ekspres ini juga mendapat apresiasi tinggi karena berhasil menyatukan BNNP Sumsel, Polda, Kejaksaan Tinggi, hingga Forkopimda dalam satu visi.
General Manager Sumatera Ekspres, Iwan Wirawan, senada dengan Gubernur, menegaskan bahwa perang melawan narkoba adalah perang semesta yang membutuhkan konsistensi. “Narkoba adalah musuh bangsa. Mari kita wujudkan desa yang benar-benar bersih, dimulai dari Muba untuk Sumatera Selatan,” pungkasnya.
Dengan dorongan ini, Sumatera Selatan kini bersiap memimpin gerakan desa anti-narkoba yang lebih terstruktur, masif, dan berdampak nyata bagi keselamatan generasi mendatang.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















