Herman Deru Tabuh Genderang Perang: Desa Bersinar Sumsel Harus Jadi Benteng Anti-Narkoba Nasional!

Kamis, 23 April 2026 - 12:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru saat menghadiri Seminar Desa Bersinar di Hotel Aryaduta Palembang, Rabu (22/4). Dalam arahannya, Herman Deru menginstruksikan agar seluruh desa di Sumatera Selatan menjadi role model pencegahan narkoba dengan memperkuat sinergi aparat desa, pemahaman hukum, dan ketahanan adat budaya demi menyelamatkan generasi emas masa depan. (Foto: Dok/Pemprov Sumsel)

Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru saat menghadiri Seminar Desa Bersinar di Hotel Aryaduta Palembang, Rabu (22/4). Dalam arahannya, Herman Deru menginstruksikan agar seluruh desa di Sumatera Selatan menjadi role model pencegahan narkoba dengan memperkuat sinergi aparat desa, pemahaman hukum, dan ketahanan adat budaya demi menyelamatkan generasi emas masa depan. (Foto: Dok/Pemprov Sumsel)

PALEMBANG | tintamerah.co -, Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menegaskan bahwa desa bukan lagi sekadar objek pembangunan, melainkan ujung tombak perlawanan terhadap peredaran gelap narkotika. Hal ini ditegaskannya saat membuka Seminar Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba) bagi kepala desa se-Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) di Hotel Aryaduta, Rabu (22/4/2026) malam.

Herman Deru meminta program Desa Bersinar tidak hanya menjadi seremonial belaka, melainkan sebuah role model konkret yang harus diadopsi oleh 3.228 desa di seluruh Bumi Sriwijaya.

Desa Sebagai Garda Terdepan

Dalam orasi kepemimpinannya, Deru menyoroti bahwa infiltrasi narkoba kini sudah merambah hingga ke pelosok desa. Oleh karena itu, perangkat desa hingga tingkat RT wajib melek hukum dan memiliki keberanian untuk melakukan deteksi dini.

BACA JUGA  Pendekatan Langsung Kepada Masyarakat Desa Sungai Gerong, BPJS Kesehatan Palembang Gelar Sosialisasi dan Layanan BPJS Keliling

“Ini misi luar biasa. Saya instruksikan Dinas PMD untuk segera berkoordinasi. Kita ingin desa menjadi tanggul yang kokoh. Jika aparatur desanya paham hukum dan waspada, ruang gerak bandar akan mati dengan sendirinya,” tegas Herman Deru dengan lugas.

Tiga Pilar Benteng Sosial

Tak hanya mengandalkan penegakan hukum, Gubernur yang dikenal dekat dengan rakyat ini menekankan pentingnya tiga pilar utama sebagai benteng perlindungan generasi muda:

  1. Literasi Hukum: Aparatur desa wajib memahami sanksi dan regulasi pencegahan.
  2. Kekuatan Religi: Penguatan nilai-nilai agama di tengah masyarakat.
  3. Benteng Adat & Budaya: Mengembalikan kearifan lokal sebagai kontrol sosial di lingkungan rumah tangga.

“Narkoba adalah ancaman nyata bagi bonus demografi kita. Kita tidak bisa menjemput Indonesia Emas jika generasi mudanya rapuh. Adat dan budaya harus jadi tanggul agar racun ini tidak masuk ke dalam rumah tangga,” tambahnya.

BACA JUGA  Cerita Febri Sumantri dan PTBA Dorong Transformasi Desa Keban Agung

Sinergi Lintas Sektor

Acara yang diinisiasi oleh Harian Sumatera Ekspres ini juga mendapat apresiasi tinggi karena berhasil menyatukan BNNP Sumsel, Polda, Kejaksaan Tinggi, hingga Forkopimda dalam satu visi.

General Manager Sumatera Ekspres, Iwan Wirawan, senada dengan Gubernur, menegaskan bahwa perang melawan narkoba adalah perang semesta yang membutuhkan konsistensi. “Narkoba adalah musuh bangsa. Mari kita wujudkan desa yang benar-benar bersih, dimulai dari Muba untuk Sumatera Selatan,” pungkasnya.

Dengan dorongan ini, Sumatera Selatan kini bersiap memimpin gerakan desa anti-narkoba yang lebih terstruktur, masif, dan berdampak nyata bagi keselamatan generasi mendatang.

 

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang
OPINI: May Day 2026 dan Sinyal SOS Hubungan Industrial Indonesia
Jejak Inovasi Sosial PHR Zona 1: Bawa Produk Batik Lapas Jambi ke Level Global
Gas Pol! Pasca Dilantik, Kadis PU Lahat Jefran Azsyapputra Langsung Kawal MoU Strategis Perbaikan Jalan

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:54 WIB

Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:29 WIB

OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:35 WIB

Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang

Berita Terbaru