Ledakan Ekonomi Malam Hari: Ratu Dewa & Herman Deru Sulap Jalan Atmo Jadi Pusat Magnet Wisata Baru!

Sabtu, 18 April 2026 - 22:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINERGI KEBANGKITAN EKONOMI: Wali Kota Palembang Ratu Dewa (tengah) bersama Gubernur Sumsel Herman Deru saat meninjau antusiasme warga dan pelaku UMKM pada peluncuran Car Free Night (CFN) Atmo di Jalan Kolonel Atmo, Palembang, Sabtu (18/4). Program ini diharapkan menjadi magnet wisata baru sekaligus penggerak utama ekonomi kreatif berbasis kerakyatan di Kota Palembang. (Foto: Dok/Pemkot Palembang)

SINERGI KEBANGKITAN EKONOMI: Wali Kota Palembang Ratu Dewa (tengah) bersama Gubernur Sumsel Herman Deru saat meninjau antusiasme warga dan pelaku UMKM pada peluncuran Car Free Night (CFN) Atmo di Jalan Kolonel Atmo, Palembang, Sabtu (18/4). Program ini diharapkan menjadi magnet wisata baru sekaligus penggerak utama ekonomi kreatif berbasis kerakyatan di Kota Palembang. (Foto: Dok/Pemkot Palembang)

PALEMBANG – Denyut nadi ekonomi Kota Palembang kini punya ritme baru. Ribuan warga tumpah ruah saksi lahirnya ikon wisata malam dalam peluncuran resmi Car Free Night (CFN) Atmo, Sabtu (18/4/2026) malam. Langkah berani Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama Gubernur Sumsel Herman Deru ini bukan sekadar seremoni, melainkan proklamasi kebangkitan UMKM di jantung kota.

Dipusatkan di depan Pulau Mas Plaza, Jalan Kolonel Atmo disulap menjadi panggung megah yang menyatukan seni, budaya, dan pelayanan publik. Kehadiran Sekda Aprizal Hasyim dan jajaran pimpinan OPD mempertegas satu hal: Pemerintah Kota Palembang tidak main-main dalam menggarap ruang publik yang aman dan modern.

Sinergi Budaya dan Ekonomi Kreatif

BACA JUGA  Tokoh Masyarakat Tolak Pengalihan Rujukan dari RS Zubir ke RS SAAS

Malam pembukaan menjadi parade keberagaman. Sorak-sorai penonton pecah saat atraksi Barongsai meliuk-liuk, disusul hentakan magis Kuda Lumping yang membawa nuansa tradisional ke tengah kota. Tak hanya itu, komunitas permainan tradisional hingga pameran hewan eksotis turut memadati koridor sepanjang 250 meter tersebut.

“Ini sepenuhnya milik warga Palembang! CFN Atmo adalah panggung bagi seni, olahraga, budaya, dan yang terpenting, motor penggerak UMKM kita,” tegas Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, dalam sambutan yang disambut riuh warga.

Ia juga menekankan pesan kuat bagi seluruh pengunjung untuk menjaga tiga pilar utama: Keamanan, Ketertiban, dan Kebersihan. “Kita ingin dunia melihat Palembang sebagai kota yang ramah, aman, dan modern,” tambahnya.

BACA JUGA  Sumsel Melangitkan Doa Agar Pandemi Sirna

Layanan Publik Jemput Bola

Keunikan CFN Atmo terletak pada integrasi pelayanannya. Masyarakat tidak hanya datang untuk jajan atau menonton hiburan, tetapi juga bisa mengurus administrasi kependudukan di stand Disdukcapil, serta mengakses layanan Dinas Sosial dan Disnaker secara langsung di lokasi.

Gubernur Sumsel Herman Deru memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan ini. Ia memastikan Pemerintah Provinsi mendukung penuh setiap langkah yang memajukan wajah ibu kota Sumsel. “Lokasi ini harus dijaga bersama. Saya minta penerangan dimaksimalkan agar warga merasa aman. Harapan kita satu: Ekonomi tumbuh, UMKM maju, dan Palembang semakin di depan!” pungkas Deru.

Dengan peluncuran ini, Jalan Kolonel Atmo resmi menyandang status sebagai destinasi wajib kunjung bagi siapa saja yang ingin merasakan energi baru Kota Palembang di bawah sinar lampu kota.

BACA JUGA  Herman Deru Pastikan Dukungan Mubes IWO 2023 di Palembang

 

Laporan: yulie | Editor: efran

Berita Terkait

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang
OPINI: May Day 2026 dan Sinyal SOS Hubungan Industrial Indonesia
Jejak Inovasi Sosial PHR Zona 1: Bawa Produk Batik Lapas Jambi ke Level Global
Herman Deru Tabuh Genderang Perang: Desa Bersinar Sumsel Harus Jadi Benteng Anti-Narkoba Nasional!

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:54 WIB

Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:29 WIB

OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:35 WIB

Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang

Berita Terbaru